<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Pilkada Serentak 2024, Gus Yahya Ultimatum Tak Pakai Identitas NU</title><description>Gus Yahya juga tidak memperbolehkan kantor NU di sejumlah daerah dipergunakan untuk kegiatan politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/337/3018338/jelang-pilkada-serentak-2024-gus-yahya-ultimatum-tak-pakai-identitas-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/06/337/3018338/jelang-pilkada-serentak-2024-gus-yahya-ultimatum-tak-pakai-identitas-nu"/><item><title>Jelang Pilkada Serentak 2024, Gus Yahya Ultimatum Tak Pakai Identitas NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/337/3018338/jelang-pilkada-serentak-2024-gus-yahya-ultimatum-tak-pakai-identitas-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/06/337/3018338/jelang-pilkada-serentak-2024-gus-yahya-ultimatum-tak-pakai-identitas-nu</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 22:40 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/337/3018338/jelang-pilkada-serentak-2024-gus-yahya-ultimatum-tak-pakai-identitas-nu-V0Cs43ndHB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PBNU Gus Yahya. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/337/3018338/jelang-pilkada-serentak-2024-gus-yahya-ultimatum-tak-pakai-identitas-nu-V0Cs43ndHB.jpg</image><title>Ketum PBNU Gus Yahya. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengultimatum anggota Nahdiyin agar tidak menggunakan identitas NU menjelang kontestasi Pilkada Serentak 2024 mendatang.

&quot;Sikap politik soal Pilkada ini sebetulnya sama, kita ini minta tidak membawa lembaga. Warga NU itu berhak membuat pilihan politiknya masing-masing tapi jangan membawa-bawa lembaga,&quot; kata Gus Yahya di Plaza PBNU, Jakarta, Kamis (6/6/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Alasan PBNU Dapat Izin Tambang Batu Bara dengan Cadangan Besar

&quot;Jangan misalkan berkampanye, atas nama pengurus NU, jangan menggunakan fasilitas-fasilitas milik NU,&quot; tambahnya.

Gus Yahya juga tidak memperbolehkan kantor NU di sejumlah daerah dipergunakan untuk kegiatan politik.

&quot;Kantor-kantor NU tidak boleh digunakan untuk bagian kegiatan politik, nah ini, ini jelas kita sudah keluarkan itu namanya parameter-parameter pengurus sudah sampai ke bawah,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:


Bahlil Bakal Terbitkan Izin Tambang Batu Bara untuk PBNU&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Gus Yahya mempersilahkan perorangan meski anggota NU mendukung salah satu kandidat pasangan calon (Paslon) di Pilkada yang dihelat November 2024 mendatang itu.

&quot;Nah kalau mau dukung mendukung, silakan saja,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengultimatum anggota Nahdiyin agar tidak menggunakan identitas NU menjelang kontestasi Pilkada Serentak 2024 mendatang.

&quot;Sikap politik soal Pilkada ini sebetulnya sama, kita ini minta tidak membawa lembaga. Warga NU itu berhak membuat pilihan politiknya masing-masing tapi jangan membawa-bawa lembaga,&quot; kata Gus Yahya di Plaza PBNU, Jakarta, Kamis (6/6/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Alasan PBNU Dapat Izin Tambang Batu Bara dengan Cadangan Besar

&quot;Jangan misalkan berkampanye, atas nama pengurus NU, jangan menggunakan fasilitas-fasilitas milik NU,&quot; tambahnya.

Gus Yahya juga tidak memperbolehkan kantor NU di sejumlah daerah dipergunakan untuk kegiatan politik.

&quot;Kantor-kantor NU tidak boleh digunakan untuk bagian kegiatan politik, nah ini, ini jelas kita sudah keluarkan itu namanya parameter-parameter pengurus sudah sampai ke bawah,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:


Bahlil Bakal Terbitkan Izin Tambang Batu Bara untuk PBNU&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Gus Yahya mempersilahkan perorangan meski anggota NU mendukung salah satu kandidat pasangan calon (Paslon) di Pilkada yang dihelat November 2024 mendatang itu.

&quot;Nah kalau mau dukung mendukung, silakan saja,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
