<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hendak Jadi Adek-adekan, Siswi SD di Depok Jadi Korban Bullying</title><description>Seorang siswi SD berinisial AU (12) menjadi korban bullying atau perundungan dan penganiayaan di Pancoran Mas, Kota Depok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/338/3017947/hendak-jadi-adek-adekan-siswi-sd-di-depok-jadi-korban-bullying</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/06/338/3017947/hendak-jadi-adek-adekan-siswi-sd-di-depok-jadi-korban-bullying"/><item><title>Hendak Jadi Adek-adekan, Siswi SD di Depok Jadi Korban Bullying</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/338/3017947/hendak-jadi-adek-adekan-siswi-sd-di-depok-jadi-korban-bullying</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/06/338/3017947/hendak-jadi-adek-adekan-siswi-sd-di-depok-jadi-korban-bullying</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/338/3017947/hendak-jadi-adek-adekan-siswi-sd-di-depok-jadi-korban-bullying-SK15jcYKLZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/338/3017947/hendak-jadi-adek-adekan-siswi-sd-di-depok-jadi-korban-bullying-SK15jcYKLZ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>DEPOK - Seorang siswi SD berinisial AU (12) menjadi korban bullying atau perundungan dan penganiayaan di Pancoran Mas, Kota Depok beberapa waktu lalu dan videonya viral di media sosial.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan bahwa kejadian itu berawal korban AU hendak menjadi adek-adekan atau geng dari kedua pelaku anak berurusan dengan hukum (ABH).
&quot;Jadi kita mengetahui pertama kali kasusnya itu dari medsos. Itu ada video, ada perempuan yang dipukul. nah ternyata setelah kita dalami, ini ada chat melalui WA kepada korban untuk datang,&quot; kata Arya kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Rabu 5 Juni 2024.

BACA JUGA:
Polisi Tangkap Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya di Lampung

&quot;Jadi chatnya kurang lebih begini 'kalo mau jadi adek-adekan istilah adek angkat, harus berantem dulu'. nah terus korban tak menanggapi, didiamkan saja tapi habis terus diajak ketemu dan saat ketemu dipukuli,&quot; tambahnya.
Arya menjelaskan bahwa dulu dikenal senior-junior, tetapi sekarang dikenal sebagai 'adek-adekan'.
&quot;Jadi ini tuh jaman dulu kayak senior junior, kalo kamu mau masuk grup, tapi sekarang bilangnya adek-adekan gitu ya, kayak 'kamu harus mengalami ini dulu' gitu, pokoknya ada basisnya. Nah basisnya ini lah yang memukuli korban,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Buruh Bakal Geruduk Istana Hari Ini, Tolak Tapera!

Arya mengatakan bahwa korban ABH dipukuli dua pelaku hingga mengeluh sakit. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 1 Juni 2024, dan paman korban membuat laporan ke Polres Metro Depok pada Senin 3 Juni 2024.
&quot;Setelah itu kita ambil keterangan, klarifikasi, dan kita sudah mengetahui pelakunya dan pelakunya sudah kita jemput ke sini. Hanya tinggal satu orang lagi yang belum kita dapat yaitu yang memvideokan, itu akan kita kenakan sebagai salah satu pelaku pembully-an ini,&quot; ucapnya.Sebagai informasi, dua pelaku ABH telah diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Metro Depok dan satu orang yang berperan sebagai pengambil video tengah dalam pencarian.
Sebelumnya, seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, AU diduga menjadi korban bullying oleh dua bocah perempuan berinisial S dan E yang telah duduk di bangku SMP di Depok. Korban dipukuli, diinjaki, dan dijambaki oleh dua bocah SMP tersebut hingga memar dan lebam-lebam sekujur tubuhnya di semak-semak pinggiran Kali Pitara, Depok.
Peristiwa itu viral di media sosial X, yang mana video dugaan bullying hingga kekerasan itu diunggah akun @depok24jam_ pada Selasa 4 Mei 2024. Dugaan bullying itu diduga terjadi pada Minggu, 2 Juni 2024.
Terdapat dua video yang menggambarkan dugaan aksi bullying tersebut terhadap korban, di mana aksi itu dilakukan di semak-semak pinggiran kali Pitara, Depok. Setidaknya, ada 2 orang yang diduga melakukan dugaan kekerasan terhadap korban, sedangkan ada 1 orang lagi melakukan perekaman terhadap aksi tersebut sambil tertawa-tawa.
Saat menerima perlakuan bullyng dengan cara dipukuli, diinjaki, dan dijambaki itu, korban AU tampak tak melakukan perlawanan apa pun.
&quot;Kasus bullying yang melibatkan siswi sekolah kembali terjadi di Kota Depok. Kali ini korbannya adalah AU, siswi kelas 6 madrasah ibtidaiyah (MI) di kawasan Pitara, oleh pelaku siswi SMPN di kawasan Cipayung dan SMP swasta di Pitara,&quot; tulis admin @depok24jam_ sebagaimana dilihat pada Selasa 4 Juni 2024.</description><content:encoded>DEPOK - Seorang siswi SD berinisial AU (12) menjadi korban bullying atau perundungan dan penganiayaan di Pancoran Mas, Kota Depok beberapa waktu lalu dan videonya viral di media sosial.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan bahwa kejadian itu berawal korban AU hendak menjadi adek-adekan atau geng dari kedua pelaku anak berurusan dengan hukum (ABH).
&quot;Jadi kita mengetahui pertama kali kasusnya itu dari medsos. Itu ada video, ada perempuan yang dipukul. nah ternyata setelah kita dalami, ini ada chat melalui WA kepada korban untuk datang,&quot; kata Arya kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Rabu 5 Juni 2024.

BACA JUGA:
Polisi Tangkap Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya di Lampung

&quot;Jadi chatnya kurang lebih begini 'kalo mau jadi adek-adekan istilah adek angkat, harus berantem dulu'. nah terus korban tak menanggapi, didiamkan saja tapi habis terus diajak ketemu dan saat ketemu dipukuli,&quot; tambahnya.
Arya menjelaskan bahwa dulu dikenal senior-junior, tetapi sekarang dikenal sebagai 'adek-adekan'.
&quot;Jadi ini tuh jaman dulu kayak senior junior, kalo kamu mau masuk grup, tapi sekarang bilangnya adek-adekan gitu ya, kayak 'kamu harus mengalami ini dulu' gitu, pokoknya ada basisnya. Nah basisnya ini lah yang memukuli korban,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Buruh Bakal Geruduk Istana Hari Ini, Tolak Tapera!

Arya mengatakan bahwa korban ABH dipukuli dua pelaku hingga mengeluh sakit. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 1 Juni 2024, dan paman korban membuat laporan ke Polres Metro Depok pada Senin 3 Juni 2024.
&quot;Setelah itu kita ambil keterangan, klarifikasi, dan kita sudah mengetahui pelakunya dan pelakunya sudah kita jemput ke sini. Hanya tinggal satu orang lagi yang belum kita dapat yaitu yang memvideokan, itu akan kita kenakan sebagai salah satu pelaku pembully-an ini,&quot; ucapnya.Sebagai informasi, dua pelaku ABH telah diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Metro Depok dan satu orang yang berperan sebagai pengambil video tengah dalam pencarian.
Sebelumnya, seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, AU diduga menjadi korban bullying oleh dua bocah perempuan berinisial S dan E yang telah duduk di bangku SMP di Depok. Korban dipukuli, diinjaki, dan dijambaki oleh dua bocah SMP tersebut hingga memar dan lebam-lebam sekujur tubuhnya di semak-semak pinggiran Kali Pitara, Depok.
Peristiwa itu viral di media sosial X, yang mana video dugaan bullying hingga kekerasan itu diunggah akun @depok24jam_ pada Selasa 4 Mei 2024. Dugaan bullying itu diduga terjadi pada Minggu, 2 Juni 2024.
Terdapat dua video yang menggambarkan dugaan aksi bullying tersebut terhadap korban, di mana aksi itu dilakukan di semak-semak pinggiran kali Pitara, Depok. Setidaknya, ada 2 orang yang diduga melakukan dugaan kekerasan terhadap korban, sedangkan ada 1 orang lagi melakukan perekaman terhadap aksi tersebut sambil tertawa-tawa.
Saat menerima perlakuan bullyng dengan cara dipukuli, diinjaki, dan dijambaki itu, korban AU tampak tak melakukan perlawanan apa pun.
&quot;Kasus bullying yang melibatkan siswi sekolah kembali terjadi di Kota Depok. Kali ini korbannya adalah AU, siswi kelas 6 madrasah ibtidaiyah (MI) di kawasan Pitara, oleh pelaku siswi SMPN di kawasan Cipayung dan SMP swasta di Pitara,&quot; tulis admin @depok24jam_ sebagaimana dilihat pada Selasa 4 Juni 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
