<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Kembali Usut Kematian Akseyna, Begini Reaksi UI</title><description>UI&amp;nbsp;siap memberikan bantuan ke pihak kepolisian baik data hingga jika diperlukan pemeriksaan saksi kembali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/338/3018300/polisi-kembali-usut-kematian-akseyna-begini-reaksi-ui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/06/338/3018300/polisi-kembali-usut-kematian-akseyna-begini-reaksi-ui"/><item><title>Polisi Kembali Usut Kematian Akseyna, Begini Reaksi UI</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/338/3018300/polisi-kembali-usut-kematian-akseyna-begini-reaksi-ui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/06/338/3018300/polisi-kembali-usut-kematian-akseyna-begini-reaksi-ui</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/338/3018300/polisi-kembali-usut-kematian-akseyna-begini-reaksi-ui-7To0ysy6Si.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKP mayat Akseyna ditemukan di Danau UI (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/338/3018300/polisi-kembali-usut-kematian-akseyna-begini-reaksi-ui-7To0ysy6Si.jpg</image><title>TKP mayat Akseyna ditemukan di Danau UI (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMS8xLzE2NDgzMy81L3g4am52cTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Misteri kematian Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori alias Ace yang sudah sekitar sembilan tahun berlalu tak kunjung terungkap akan kembali disidik polisi.
Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset Universitas Indonesia, Dedi Priadi mempersilakan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian Akseyna.
Ia pun siap memberikan bantuan ke pihak kepolisian baik data hingga jika diperlukan pemeriksaan saksi kembali. &quot;Silakan saja,&quot; kata Dedi saat ditemui di kawasan UI, Kamis (6/6/2024).
Dedi mengatakan bahwa penyidik belum berkomunikasi dengan pihak kampus. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa UI akan membantu penyidik untuk kasus yang telah berlangsung sembilan tahun itu.

BACA JUGA:
Polisi Kembali Lanjutkan Penyidikan Kematian Akseyna Usai 9 Tahun Tak Kunjung Terungkap

&quot;Kalau memang ada dari UI saksinya ya pakai aja nggak masalah,&quot; tambahnya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana membeberkan jajaran Satreskrim masih berupaya mengungkap kematian Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori alias Ace yang sudah sekitar sembilan tahun berlalu tak kunjung terungkap.

BACA JUGA:
 Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UM di Indekos, Begini Cara Pelaku Habisi Korbannya

Arya menyebut pihaknya baru melakukan audiensi dengan UI dan keluarga korban. Menurutnya proses penyidikan tak dilakukan dari awal melainkan tinggal melanjutkan.
&quot;Yang kita sampaikan adalah kejadian ini sudah memakan waktu kurang lebih 9 tahun. Cuma dalam prosesnya, tentu penyidikan di awal ini tidak sempurna, itu lah sebabnya masih belum terungkap, maka kita berupaya menyempurnakan dengan mengoreksi penyidikan terdahulu dengan keadaan sekarang,&quot; kata Arya kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Rabu (5/6/2024).Arya menambahkan Satreskrim Polres Metro Depok juga menggunakan ahli-ahli dari UI yang akan didatangkan untuk menambah masukan bagi polisi dalam mengungkap kasus kematian Akseyna.

&quot;Kemarin juga sudah disampaikan ada beberapa poin dari pihak keluarga yang mempertanyakan hal-hal yang belum ditanyakan kepada saksi, misalnya gitu, dan apakah akan kita panggil kembali saksi-saksi yang sebelumnya kita periksa, itu mungkin saja terjadi, untuk memperkaya pengetahuan dari penyidikan ini sehingga kita bisa menarik satu konklusi dalam melanjutkan penyidikan ini ke tahap berikutnya,&quot; ucapnya.

Sebagai informasi, Akseyna ditemukan tidak bernyawa mengambang di Danau Kenanga, UI pada 2015 silam sekitar 1 meter dari tepian danau dengan kedalaman 1,5 meter. Sementara dalam tas yang dipakai Akseyna ditemukan sejumlah batu dan luka lebam pada tubuh.

Sementara Ayah Akseyna, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Mardoto sejak awal menyebut pihak keluarga sangat berharap kasusnya segera terungkap tuntas.

Menurutnya pihak keluarga sudah tidak menerima perkembangan kasus kematian anaknya sejak beberapa tahun lalu. Dia hanya menerima janji bahwa polisi akan menuntaskan kasusnya saja.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMS8xLzE2NDgzMy81L3g4am52cTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Misteri kematian Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori alias Ace yang sudah sekitar sembilan tahun berlalu tak kunjung terungkap akan kembali disidik polisi.
Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset Universitas Indonesia, Dedi Priadi mempersilakan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian Akseyna.
Ia pun siap memberikan bantuan ke pihak kepolisian baik data hingga jika diperlukan pemeriksaan saksi kembali. &quot;Silakan saja,&quot; kata Dedi saat ditemui di kawasan UI, Kamis (6/6/2024).
Dedi mengatakan bahwa penyidik belum berkomunikasi dengan pihak kampus. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa UI akan membantu penyidik untuk kasus yang telah berlangsung sembilan tahun itu.

BACA JUGA:
Polisi Kembali Lanjutkan Penyidikan Kematian Akseyna Usai 9 Tahun Tak Kunjung Terungkap

&quot;Kalau memang ada dari UI saksinya ya pakai aja nggak masalah,&quot; tambahnya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana membeberkan jajaran Satreskrim masih berupaya mengungkap kematian Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori alias Ace yang sudah sekitar sembilan tahun berlalu tak kunjung terungkap.

BACA JUGA:
 Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UM di Indekos, Begini Cara Pelaku Habisi Korbannya

Arya menyebut pihaknya baru melakukan audiensi dengan UI dan keluarga korban. Menurutnya proses penyidikan tak dilakukan dari awal melainkan tinggal melanjutkan.
&quot;Yang kita sampaikan adalah kejadian ini sudah memakan waktu kurang lebih 9 tahun. Cuma dalam prosesnya, tentu penyidikan di awal ini tidak sempurna, itu lah sebabnya masih belum terungkap, maka kita berupaya menyempurnakan dengan mengoreksi penyidikan terdahulu dengan keadaan sekarang,&quot; kata Arya kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Rabu (5/6/2024).Arya menambahkan Satreskrim Polres Metro Depok juga menggunakan ahli-ahli dari UI yang akan didatangkan untuk menambah masukan bagi polisi dalam mengungkap kasus kematian Akseyna.

&quot;Kemarin juga sudah disampaikan ada beberapa poin dari pihak keluarga yang mempertanyakan hal-hal yang belum ditanyakan kepada saksi, misalnya gitu, dan apakah akan kita panggil kembali saksi-saksi yang sebelumnya kita periksa, itu mungkin saja terjadi, untuk memperkaya pengetahuan dari penyidikan ini sehingga kita bisa menarik satu konklusi dalam melanjutkan penyidikan ini ke tahap berikutnya,&quot; ucapnya.

Sebagai informasi, Akseyna ditemukan tidak bernyawa mengambang di Danau Kenanga, UI pada 2015 silam sekitar 1 meter dari tepian danau dengan kedalaman 1,5 meter. Sementara dalam tas yang dipakai Akseyna ditemukan sejumlah batu dan luka lebam pada tubuh.

Sementara Ayah Akseyna, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Mardoto sejak awal menyebut pihak keluarga sangat berharap kasusnya segera terungkap tuntas.

Menurutnya pihak keluarga sudah tidak menerima perkembangan kasus kematian anaknya sejak beberapa tahun lalu. Dia hanya menerima janji bahwa polisi akan menuntaskan kasusnya saja.

</content:encoded></item></channel></rss>
