<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Melanda Dua Desa di Kubu Raya Kalbar, 5.075 Jiwa Terdampak</title><description>Dua desa yang masih tergenang ialah Desa Retok dan Desa Kuala Mandor A yang berada di wilayah Kecamatan Kuala Mandor B.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/340/3017916/banjir-melanda-dua-desa-di-kubu-raya-kalbar-5-075-jiwa-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/06/340/3017916/banjir-melanda-dua-desa-di-kubu-raya-kalbar-5-075-jiwa-terdampak"/><item><title>Banjir Melanda Dua Desa di Kubu Raya Kalbar, 5.075 Jiwa Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/340/3017916/banjir-melanda-dua-desa-di-kubu-raya-kalbar-5-075-jiwa-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/06/340/3017916/banjir-melanda-dua-desa-di-kubu-raya-kalbar-5-075-jiwa-terdampak</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 05:59 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/340/3017916/banjir-melanda-dua-desa-di-kubu-raya-kalbar-5-075-jiwa-terdampak-ct7OQQYkeo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Kalbar (Foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/340/3017916/banjir-melanda-dua-desa-di-kubu-raya-kalbar-5-075-jiwa-terdampak-ct7OQQYkeo.jpg</image><title>Banjir di Kalbar (Foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 5.075 jiwa terdampak banjir yang masih melanda dua desa di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, hingga Rabu 5 Juni 2024.

Sebelumnya, banjir melanda lima desa sejak Minggu 12 Mei 2024 di Kecamatan Sungai Ambawang, Rasau Jaya dan Kuala Mandor B. adapun keenam desa tersebut ialah Desa Pasak Piang, Mega Timur, Retok, Rasau Jaya Umum dan Kuala Mandor A.

&quot;Dari peritstiwa itu dilaporkan terdapat 32 kepala keluarga mengungsi secara mandiri ke tempat kerabat yang lebih aman, namun pada hari ini semua sudah kembali ke rumah masing &amp;ndash; masing,&quot; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis (6/6/2024).

BACA JUGA:
Longsor Lumajang, Dua Orang Meninggal dan 2 Masih Hilang


Kondisi terkini, dua desa yang masih tergenang ialah Desa Retok dan Desa Kuala Mandor A yang berada di wilayah Kecamatan Kuala Mandor B.

Sebanyak 215 kepala keluarga atau 689 jiwa warga Desa Retok masih terendam banjir dengan ketinggian mencapai 180 sentimeter. Sedangkan di Desa Kuala Mandor A terdapat 1.152 kepala keluarga atau 4.326 jiwa turut terendam banjir dengan tinggi hingga 170 sentimeter.

BACA JUGA:
Prakiraan Cuaca Jabodetabek: Hujan Singkat Disertai Petir Guyur Bogor


Sehingga, total terdampak banjir di dua desa yakni Desa Retok dan Desa Kuala Mandor A sebanyak 5.075 jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya telah melakukan penanganan darurat seperti pendataan, evakuasi korban, dan juga monitoring.


BPBD Kabupaten Kubu Raya terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat untuk penanganan lebih lanjut karena Kabupaten Kubu Raya dilalui sejumlah sungai yang memiliki hulu di beberapa wilayah tetangga. BPBD juga berikan bantuan permakanan kepada warga yang terdampak, baik yang mengungsi ataupun bertahan di rumah masing &amp;ndash; masing.



Saat ini, Dinas Kesehatan masih melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pun langsung melakukan penanganan terkait dokumen kependudukan yang rusak.

BACA JUGA:
Gempa M4,5 Guncang Nias Selatan




Untuk antisipasi kemungkinan terjadinya banjir, BPBD melalui jejaring pihak kecamatan, desa dan destana (desa angguh bencana) untuk menginformasikan kepada warga agar berhati-hati kemungkinan potensi cuaca buruk



</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 5.075 jiwa terdampak banjir yang masih melanda dua desa di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, hingga Rabu 5 Juni 2024.

Sebelumnya, banjir melanda lima desa sejak Minggu 12 Mei 2024 di Kecamatan Sungai Ambawang, Rasau Jaya dan Kuala Mandor B. adapun keenam desa tersebut ialah Desa Pasak Piang, Mega Timur, Retok, Rasau Jaya Umum dan Kuala Mandor A.

&quot;Dari peritstiwa itu dilaporkan terdapat 32 kepala keluarga mengungsi secara mandiri ke tempat kerabat yang lebih aman, namun pada hari ini semua sudah kembali ke rumah masing &amp;ndash; masing,&quot; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis (6/6/2024).

BACA JUGA:
Longsor Lumajang, Dua Orang Meninggal dan 2 Masih Hilang


Kondisi terkini, dua desa yang masih tergenang ialah Desa Retok dan Desa Kuala Mandor A yang berada di wilayah Kecamatan Kuala Mandor B.

Sebanyak 215 kepala keluarga atau 689 jiwa warga Desa Retok masih terendam banjir dengan ketinggian mencapai 180 sentimeter. Sedangkan di Desa Kuala Mandor A terdapat 1.152 kepala keluarga atau 4.326 jiwa turut terendam banjir dengan tinggi hingga 170 sentimeter.

BACA JUGA:
Prakiraan Cuaca Jabodetabek: Hujan Singkat Disertai Petir Guyur Bogor


Sehingga, total terdampak banjir di dua desa yakni Desa Retok dan Desa Kuala Mandor A sebanyak 5.075 jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya telah melakukan penanganan darurat seperti pendataan, evakuasi korban, dan juga monitoring.


BPBD Kabupaten Kubu Raya terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat untuk penanganan lebih lanjut karena Kabupaten Kubu Raya dilalui sejumlah sungai yang memiliki hulu di beberapa wilayah tetangga. BPBD juga berikan bantuan permakanan kepada warga yang terdampak, baik yang mengungsi ataupun bertahan di rumah masing &amp;ndash; masing.



Saat ini, Dinas Kesehatan masih melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pun langsung melakukan penanganan terkait dokumen kependudukan yang rusak.

BACA JUGA:
Gempa M4,5 Guncang Nias Selatan




Untuk antisipasi kemungkinan terjadinya banjir, BPBD melalui jejaring pihak kecamatan, desa dan destana (desa angguh bencana) untuk menginformasikan kepada warga agar berhati-hati kemungkinan potensi cuaca buruk



</content:encoded></item></channel></rss>
