<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral, Perkelahian Pelajar SMP di Jembatan Layang Tol Semarang-Demak</title><description>Beberapa pelajar terlibat perkelahian yang ditonton oleh temannya hingga mereka bergulat di jalanan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/512/3017904/viral-perkelahian-pelajar-smp-di-jembatan-layang-tol-semarang-demak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/06/512/3017904/viral-perkelahian-pelajar-smp-di-jembatan-layang-tol-semarang-demak"/><item><title>Viral, Perkelahian Pelajar SMP di Jembatan Layang Tol Semarang-Demak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/512/3017904/viral-perkelahian-pelajar-smp-di-jembatan-layang-tol-semarang-demak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/06/512/3017904/viral-perkelahian-pelajar-smp-di-jembatan-layang-tol-semarang-demak</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Sukma Wijaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/512/3017904/viral-perkelahian-pelajar-smp-di-jembatan-layang-tol-semarang-demak-Gg8Yox9Q1e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral perkelahian pelajar (Foto: Tangkapan layar media sosial/Sukma Wijaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/512/3017904/viral-perkelahian-pelajar-smp-di-jembatan-layang-tol-semarang-demak-Gg8Yox9Q1e.jpg</image><title>Viral perkelahian pelajar (Foto: Tangkapan layar media sosial/Sukma Wijaya)</title></images><description>DEMAK - Aksi perkelahian pelajar SMP asal Demak di atas jembatan layang jalan Tol Semarang-Demak kawasan Desa Kedunguter-Dukun viral di media sosial. Meski tidak terjadi luka serius, namun aksi perkelahian ini cukup mengundang keprihatinan warga.

Beberapa pelajar terlibat perkelahian yang ditonton oleh temannya hingga mereka bergulat di jalanan.

Kapolsek Karangtengah Iptu Setiyo mengatakan, pelajar yang terlibat dalam perkelahian yang viral di media sosial diduga pelajar SMP dari Kecamatan Sayung dan Kecamatan Demak. Lantaran tempat kejadian perkara (TKP) perkelahian atau bulliying terjadi di atas jembatan layang jalan Tol Semarang-Demak tepatnya kawasan perbatasan Desa Kedunguter dengan Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, pihaknya pun menelusuri kasus ini.

BACA JUGA:
Listrik Padam di Sumatera, Warga Kelimpungan Lilin Habis Diborong


Selanjutnya, kepolisian mengunjungi sekolah-sekolah untuk melakukan penyuluhan tentang dampak negatif aksi perkelahian dan bulliying kepada para pelajar.

Kepala SMP Negeri 1 Karangtengah, Endang Sulistyowati mengatakan, meski pelajar yang terlibat perkelahian atau bulliying bukan siswanya, namun dia berharap para guru dan orangtua siswa saling mengawasi putra-putrinya.

BACA JUGA:
Kasus Kerangkeng Manusia, Eks Bupati Langkat Dituntut 14 Tahun Penjara


Perkelahian atau bulliying terjadi akibat kurang pengawasan di lingkungan sekolah dan di rumah. Sementara bapak-ibu guru hanya mengawasi siswanya dari pukul 7 pagi sampai pukul 14 siang. Endang pun berharap ada kerja sama secara intensif antar guru dan orangtua agar putra-putrinya tidak menjadi pelaku atau korban bulliying.
</description><content:encoded>DEMAK - Aksi perkelahian pelajar SMP asal Demak di atas jembatan layang jalan Tol Semarang-Demak kawasan Desa Kedunguter-Dukun viral di media sosial. Meski tidak terjadi luka serius, namun aksi perkelahian ini cukup mengundang keprihatinan warga.

Beberapa pelajar terlibat perkelahian yang ditonton oleh temannya hingga mereka bergulat di jalanan.

Kapolsek Karangtengah Iptu Setiyo mengatakan, pelajar yang terlibat dalam perkelahian yang viral di media sosial diduga pelajar SMP dari Kecamatan Sayung dan Kecamatan Demak. Lantaran tempat kejadian perkara (TKP) perkelahian atau bulliying terjadi di atas jembatan layang jalan Tol Semarang-Demak tepatnya kawasan perbatasan Desa Kedunguter dengan Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, pihaknya pun menelusuri kasus ini.

BACA JUGA:
Listrik Padam di Sumatera, Warga Kelimpungan Lilin Habis Diborong


Selanjutnya, kepolisian mengunjungi sekolah-sekolah untuk melakukan penyuluhan tentang dampak negatif aksi perkelahian dan bulliying kepada para pelajar.

Kepala SMP Negeri 1 Karangtengah, Endang Sulistyowati mengatakan, meski pelajar yang terlibat perkelahian atau bulliying bukan siswanya, namun dia berharap para guru dan orangtua siswa saling mengawasi putra-putrinya.

BACA JUGA:
Kasus Kerangkeng Manusia, Eks Bupati Langkat Dituntut 14 Tahun Penjara


Perkelahian atau bulliying terjadi akibat kurang pengawasan di lingkungan sekolah dan di rumah. Sementara bapak-ibu guru hanya mengawasi siswanya dari pukul 7 pagi sampai pukul 14 siang. Endang pun berharap ada kerja sama secara intensif antar guru dan orangtua agar putra-putrinya tidak menjadi pelaku atau korban bulliying.
</content:encoded></item></channel></rss>
