<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prasasti Istimewa yang Dikeluarkan Prabu Jayabaya Penguasa Kediri</title><description>Jayabaya menjadi raja terbesar di Kerajaan Kediri. Jayabaya berhasil membawa Kerajaan Kediri ke era kejaya</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/07/337/3018423/prasasti-istimewa-yang-dikeluarkan-prabu-jayabaya-penguasa-kediri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/07/337/3018423/prasasti-istimewa-yang-dikeluarkan-prabu-jayabaya-penguasa-kediri"/><item><title>Prasasti Istimewa yang Dikeluarkan Prabu Jayabaya Penguasa Kediri</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/07/337/3018423/prasasti-istimewa-yang-dikeluarkan-prabu-jayabaya-penguasa-kediri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/07/337/3018423/prasasti-istimewa-yang-dikeluarkan-prabu-jayabaya-penguasa-kediri</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2024 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/07/337/3018423/prasasti-istimewa-yang-dikeluarkan-prabu-jayabaya-penguasa-kediri-1QYFXxI9IX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/07/337/3018423/prasasti-istimewa-yang-dikeluarkan-prabu-jayabaya-penguasa-kediri-1QYFXxI9IX.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTM0OC81L3g4azc2NHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;nbsp;JAKARTA - Jayabaya menjadi raja terbesar di Kerajaan Kediri. Jayabaya berhasil membawa Kerajaan Kediri ke era kejayaan. Sosok yang bertahta usai Bameswara turun ini mendapat gelar Sosok yang bergelar Sri Maharaja Sri Warmeswara Madhus&amp;#363;dana- wat&amp;#257;r&amp;#257;nindita Suhrtsingha Parakrama Digjayottunggadewan&amp;#257;ma.
Konon di masa Prabu Jayabaya ada tiga prasasti yang diketahui peninggalannya. Tiga prasasti ini yakni Prasasti Hantang tahun 1057 Saka atau 7 September 1135 M, prasasti Talan tahun 1058 &amp;Scaron;aka atau 24 Agustus 1136 M, ,25 dan prasasti dari Desa Jepun tahun 1066 &amp;Scaron;aka atau 7 Juli 1144 M.
Dari tiga prasasti yang dikeluarkan oleh Jayabaya, konon Prasasti Hantang mempunyai keistimewaan. Sebab di prasasti itu konon ada tulisan dengan huruf kuadrat yang besar melintang di tengah cap kerajaan berupa Narasingha, yang berbunyi pangjalu jayati, atau sama dengan pangjalu menang.

BACA JUGA:
2 Senjata Pusaka Prabu Jayabaya, Setiap Satu Suro Harus Diarak

&quot;Prasasti ini memperingati pemberian anugerah raja Jayabhaya kepada Desa Hantang dengan 12 desa yang masuk dalam wilayahnya, berupa prasasti batu yang memuat pemberian hak-hak istimewa kepada penduduk Desa Hantang se-wilayahnya,&quot; demikian dikutip dari buku &quot;Sejarah Nasional Indonesia II : Zaman Kuno.

BACA JUGA:
Ramalan Jayabaya dan Gempa Megathrust yang Berpotensi Terjadi di Pulau Jawa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Adapun sebabnya pada suatu ketika penduduk Desa Hantang dengan 12 desa yang masuk dalam wilayahnya datang menghadap raja dengan perantaraan guru raja, yaitu Mpungku Naiy&amp;#257;yikadar&amp;#347;ana, dengan permohonan agar prasasti yang ada pada mereka sebagai anugerah raja yang di-dharmmakan di Gajap&amp;#257;da dan di Nagapuspa yang ditulis di atas daun lontar dipindahkan ke atas batu, dan ditambahi dengan anugerah raja Jayabaya sendiri.Permohonan itu dikabulkan raja mengingat bahwa penduduk Hantang telah memperlihatkan kebaktiannya yang sungguh-sungguh terhadap raja, dengan bukti bahwa mereka telah menyerahkan ca&amp;ntilde;cu tan pamusuh dan cancu ragadaha dan bahwa pada waktu ada usaha memisahkan diri, atau bisa dikatakan adanya perang perebutan tahta, mereka tetap setia memihak kepada raja Jayabaya.

Selanjutnya prasasti itu berisi perincian anugerah yang pernah diterima penduduk Desa Hantang se-wilayahnya dari yang telah dicandikan di Gajapada, dan di Nagasupa. Kemudian anugerah berupa tambahan berbagai macam hak-hak istimewa dari Prabu Jayabaya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTM0OC81L3g4azc2NHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;nbsp;JAKARTA - Jayabaya menjadi raja terbesar di Kerajaan Kediri. Jayabaya berhasil membawa Kerajaan Kediri ke era kejayaan. Sosok yang bertahta usai Bameswara turun ini mendapat gelar Sosok yang bergelar Sri Maharaja Sri Warmeswara Madhus&amp;#363;dana- wat&amp;#257;r&amp;#257;nindita Suhrtsingha Parakrama Digjayottunggadewan&amp;#257;ma.
Konon di masa Prabu Jayabaya ada tiga prasasti yang diketahui peninggalannya. Tiga prasasti ini yakni Prasasti Hantang tahun 1057 Saka atau 7 September 1135 M, prasasti Talan tahun 1058 &amp;Scaron;aka atau 24 Agustus 1136 M, ,25 dan prasasti dari Desa Jepun tahun 1066 &amp;Scaron;aka atau 7 Juli 1144 M.
Dari tiga prasasti yang dikeluarkan oleh Jayabaya, konon Prasasti Hantang mempunyai keistimewaan. Sebab di prasasti itu konon ada tulisan dengan huruf kuadrat yang besar melintang di tengah cap kerajaan berupa Narasingha, yang berbunyi pangjalu jayati, atau sama dengan pangjalu menang.

BACA JUGA:
2 Senjata Pusaka Prabu Jayabaya, Setiap Satu Suro Harus Diarak

&quot;Prasasti ini memperingati pemberian anugerah raja Jayabhaya kepada Desa Hantang dengan 12 desa yang masuk dalam wilayahnya, berupa prasasti batu yang memuat pemberian hak-hak istimewa kepada penduduk Desa Hantang se-wilayahnya,&quot; demikian dikutip dari buku &quot;Sejarah Nasional Indonesia II : Zaman Kuno.

BACA JUGA:
Ramalan Jayabaya dan Gempa Megathrust yang Berpotensi Terjadi di Pulau Jawa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Adapun sebabnya pada suatu ketika penduduk Desa Hantang dengan 12 desa yang masuk dalam wilayahnya datang menghadap raja dengan perantaraan guru raja, yaitu Mpungku Naiy&amp;#257;yikadar&amp;#347;ana, dengan permohonan agar prasasti yang ada pada mereka sebagai anugerah raja yang di-dharmmakan di Gajap&amp;#257;da dan di Nagapuspa yang ditulis di atas daun lontar dipindahkan ke atas batu, dan ditambahi dengan anugerah raja Jayabaya sendiri.Permohonan itu dikabulkan raja mengingat bahwa penduduk Hantang telah memperlihatkan kebaktiannya yang sungguh-sungguh terhadap raja, dengan bukti bahwa mereka telah menyerahkan ca&amp;ntilde;cu tan pamusuh dan cancu ragadaha dan bahwa pada waktu ada usaha memisahkan diri, atau bisa dikatakan adanya perang perebutan tahta, mereka tetap setia memihak kepada raja Jayabaya.

Selanjutnya prasasti itu berisi perincian anugerah yang pernah diterima penduduk Desa Hantang se-wilayahnya dari yang telah dicandikan di Gajapada, dan di Nagasupa. Kemudian anugerah berupa tambahan berbagai macam hak-hak istimewa dari Prabu Jayabaya.

</content:encoded></item></channel></rss>
