<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kabupaten Ende NTT Dilanda Longsor, Empat Warga Tewas Tertimbun   </title><description>Hujan dengan intensitas yang tinggi disertai durasi yang cukup lama menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Ende&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/07/337/3018676/kabupaten-ende-ntt-dilanda-longsor-empat-warga-tewas-tertimbun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/07/337/3018676/kabupaten-ende-ntt-dilanda-longsor-empat-warga-tewas-tertimbun"/><item><title> Kabupaten Ende NTT Dilanda Longsor, Empat Warga Tewas Tertimbun   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/07/337/3018676/kabupaten-ende-ntt-dilanda-longsor-empat-warga-tewas-tertimbun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/07/337/3018676/kabupaten-ende-ntt-dilanda-longsor-empat-warga-tewas-tertimbun</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2024 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/07/337/3018676/kabupaten-ende-ntt-dilanda-longsor-empat-warga-tewas-tertimbun-19aMSeGZvh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/07/337/3018676/kabupaten-ende-ntt-dilanda-longsor-empat-warga-tewas-tertimbun-19aMSeGZvh.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Hujan dengan intensitas yang tinggi disertai durasi yang cukup lama menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebanyak empat jiwa meninggal dunia akibat peristiwa yang terjadi pada Jumat (7/6/2024) pukul 06.00 WITA

Tanah longsor ini terjadi di Kelurahan Rewarangga yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA:
Cuaca Tak Mendukung, Pencarian Korban Longsor di Lereng Semeru Dihentikan Sementara

&quot;Tercatat sebanyak satu KK/ empat jiwa meninggal dunia, satu rumah rusak berat dan dua rumah terancam akibat bencana tanah longsor ini,&quot; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya.

Menurut laporan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur masih akan dilanda hujan lebat dengan status waspada hari ini.

BPBD Kabupaten Ende dan BPBD Provinsi Nusa Tenggara hingga saat ini masih terus melakukan koordinasi dan monitoring dampak tanah longsor ini ke aparat kelurahan di daerah terdampak.

BACA JUGA:
Tertutup Longsor, Akses Jalan Raya Malang-Lumajang via Piket Nol Terputus

</description><content:encoded>

JAKARTA - Hujan dengan intensitas yang tinggi disertai durasi yang cukup lama menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebanyak empat jiwa meninggal dunia akibat peristiwa yang terjadi pada Jumat (7/6/2024) pukul 06.00 WITA

Tanah longsor ini terjadi di Kelurahan Rewarangga yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA:
Cuaca Tak Mendukung, Pencarian Korban Longsor di Lereng Semeru Dihentikan Sementara

&quot;Tercatat sebanyak satu KK/ empat jiwa meninggal dunia, satu rumah rusak berat dan dua rumah terancam akibat bencana tanah longsor ini,&quot; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya.

Menurut laporan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur masih akan dilanda hujan lebat dengan status waspada hari ini.

BPBD Kabupaten Ende dan BPBD Provinsi Nusa Tenggara hingga saat ini masih terus melakukan koordinasi dan monitoring dampak tanah longsor ini ke aparat kelurahan di daerah terdampak.

BACA JUGA:
Tertutup Longsor, Akses Jalan Raya Malang-Lumajang via Piket Nol Terputus

</content:encoded></item></channel></rss>
