<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembunuh Bocah di Bekasi Sempat Berkilah Perbuatannya Didasari Sakit Hati, Langsung Terbantahkan</title><description>Namun polisi langsung membantah hal itu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/08/338/3018847/pembunuh-bocah-di-bekasi-sempat-berkilah-perbuatannya-didasari-sakit-hati-langsung-terbantahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/08/338/3018847/pembunuh-bocah-di-bekasi-sempat-berkilah-perbuatannya-didasari-sakit-hati-langsung-terbantahkan"/><item><title>Pembunuh Bocah di Bekasi Sempat Berkilah Perbuatannya Didasari Sakit Hati, Langsung Terbantahkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/08/338/3018847/pembunuh-bocah-di-bekasi-sempat-berkilah-perbuatannya-didasari-sakit-hati-langsung-terbantahkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/08/338/3018847/pembunuh-bocah-di-bekasi-sempat-berkilah-perbuatannya-didasari-sakit-hati-langsung-terbantahkan</guid><pubDate>Sabtu 08 Juni 2024 05:41 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/08/338/3018847/pembunuh-bocah-di-bekasi-sempat-berkilah-perbuatannya-didasari-sakit-hati-langsung-terbantahkan-ckDiLI2k13.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Didik Setiawan pelaku pencabulan dan pembunuhan bocah 9 tahun. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/08/338/3018847/pembunuh-bocah-di-bekasi-sempat-berkilah-perbuatannya-didasari-sakit-hati-langsung-terbantahkan-ckDiLI2k13.jpeg</image><title>Didik Setiawan pelaku pencabulan dan pembunuhan bocah 9 tahun. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNi8xLzE4MTQ4OC81L3g4enMzZDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Didik Setiawan (61) pelaku pembunuh anak berusia 9 tahun di Kota Bekasi sempat berkilah melakukan pembuatan cabul dan pembunuhannya lantaran sakit hati terhadap orang tua korban. Namun polisi langsung membantah hal itu.

&quot;Awalnya tim penyidik menanyakan alasannya dia melakukan tindak pidana kekerasan seksual atau pencabulan dan kekerasan mengakibatkan anak meninggal dunia atau pembunuhan, ini sakit hati dengan orangtuanya. Itu tidak terfaktakan,&quot; kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus, Jumat (7/6/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Keluarga Bocah 9 Tahun yang Tewas Dibunuh Berharap Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Sebab, menurut Firdaus orang tua korban tidak memiliki relasi dengan pelaku. Berbeda dengan anaknya yang diduga sudah diincar sejak awal dengan modus pendekatan.
&quot;Kalau tidak kenal dengan orang tidak kenal, anak ini tidak mungkin mengikuti atau mendatangi orang. Jadi itu tidak terfaktakan atau tidak masuk logika dari keterangan pelaku,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Pembunuh Bocah 9 Tahun di Bekasi Terindikasi Gejala Pedofil&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Polisi mengungkap motif Didik untuk mencabuli bocah itu didasari dengan fakta nafsu birahi yang tidak terpenuhi selama tujuh bulan. Sementara, pembunuhan dilakukan untuk menutupi kasus pencabulannya.

&quot;Ini dua motif yang disimpulkan terkait dgn tindak pidana yang dilakukan,&quot; tutupnya.&amp;nbsp;Dalam kesempatan yang sama, Ketua Apsifor Nathanael EJ Sumampaw memastikan kondisi psikologis pelaku relatif stabil. Artinya, pelaku mempunyai kompetensi untuk mempertanggungjawabkan tindak pidana yang dilakukannya.



&quot;Yang bersangkutan mengetahui, memahami apa yang dilakukannya, ini semua dilakukan dalam kondisi yang sadar penuh, dia juga tahu apa konsekuensinya, kemudian tindakan, akibatnya pada korban dia mengetahui,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wNi8xLzE4MTQ4OC81L3g4enMzZDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Didik Setiawan (61) pelaku pembunuh anak berusia 9 tahun di Kota Bekasi sempat berkilah melakukan pembuatan cabul dan pembunuhannya lantaran sakit hati terhadap orang tua korban. Namun polisi langsung membantah hal itu.

&quot;Awalnya tim penyidik menanyakan alasannya dia melakukan tindak pidana kekerasan seksual atau pencabulan dan kekerasan mengakibatkan anak meninggal dunia atau pembunuhan, ini sakit hati dengan orangtuanya. Itu tidak terfaktakan,&quot; kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus, Jumat (7/6/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Keluarga Bocah 9 Tahun yang Tewas Dibunuh Berharap Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Sebab, menurut Firdaus orang tua korban tidak memiliki relasi dengan pelaku. Berbeda dengan anaknya yang diduga sudah diincar sejak awal dengan modus pendekatan.
&quot;Kalau tidak kenal dengan orang tidak kenal, anak ini tidak mungkin mengikuti atau mendatangi orang. Jadi itu tidak terfaktakan atau tidak masuk logika dari keterangan pelaku,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Pembunuh Bocah 9 Tahun di Bekasi Terindikasi Gejala Pedofil&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Polisi mengungkap motif Didik untuk mencabuli bocah itu didasari dengan fakta nafsu birahi yang tidak terpenuhi selama tujuh bulan. Sementara, pembunuhan dilakukan untuk menutupi kasus pencabulannya.

&quot;Ini dua motif yang disimpulkan terkait dgn tindak pidana yang dilakukan,&quot; tutupnya.&amp;nbsp;Dalam kesempatan yang sama, Ketua Apsifor Nathanael EJ Sumampaw memastikan kondisi psikologis pelaku relatif stabil. Artinya, pelaku mempunyai kompetensi untuk mempertanggungjawabkan tindak pidana yang dilakukannya.



&quot;Yang bersangkutan mengetahui, memahami apa yang dilakukannya, ini semua dilakukan dalam kondisi yang sadar penuh, dia juga tahu apa konsekuensinya, kemudian tindakan, akibatnya pada korban dia mengetahui,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
