<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amandemen UUD 1945 Sudah Direstui Jokowi, MPR Ambil Langkah Serius</title><description>Amandemen UUD 1945 dinilai sebuah keniscayaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/09/337/3019245/amandemen-uud-1945-sudah-direstui-jokowi-mpr-ambil-langkah-serius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/09/337/3019245/amandemen-uud-1945-sudah-direstui-jokowi-mpr-ambil-langkah-serius"/><item><title>Amandemen UUD 1945 Sudah Direstui Jokowi, MPR Ambil Langkah Serius</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/09/337/3019245/amandemen-uud-1945-sudah-direstui-jokowi-mpr-ambil-langkah-serius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/09/337/3019245/amandemen-uud-1945-sudah-direstui-jokowi-mpr-ambil-langkah-serius</guid><pubDate>Minggu 09 Juni 2024 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/09/337/3019245/amandemen-uud-1945-sudah-direstui-jokowi-mpr-ambil-langkah-serius-uiFDZ3lo3Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fadel Muhammad (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/09/337/3019245/amandemen-uud-1945-sudah-direstui-jokowi-mpr-ambil-langkah-serius-uiFDZ3lo3Y.jpg</image><title>Fadel Muhammad (MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMy8xLzE3Njg0OS81L3g4czM1YXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad mengatakan wacana amandemen UUD 1945 telah mendapat restu atau lampu hijau dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). MPR mulai serius mengambil langkah amanedemen dengan menampung dulu masukan dari seluruh elemen masyarakat.

Fadel menceritakan, wacana ini sebenarnya sudah disampaikan kepada Presiden Jokowi beberapa tahun silam. Namun, saat itu, Presiden meminta agar pimpinan MPR menahan diri untuk menggulirkan wacana tersebut lantaran situasi Covid-19 melanda Tanah Air kala itu.


&quot;Presiden Jokowi mengatakan keadaan tidak terlalu bagus. Kita mengalami covid, keadaan seperti begini jangan nanti timbul kegaduhan. Maka akhirnya kami menahan diri,&quot; kata Fadel dikutip Minggu (9/6/2024).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Amandemen UUD 1945 Tak Bisa Dilakukan MPR Periode Sekarang

Kendati demikian, dia memastikan bahwa Presiden Jokowi saat ini sudah memberikan lampu hijau kepada pimpinan MPR untuk kembali menggulirkan wacana tersebut di hadapan publik.


&quot;Sudah (dapat lampu hijau). Dia prinsipnya, jangan yang lalu, bikin kegaduhan gitu,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kabinet Gemoy Prabowo-Gibran, Yusril Bilang UU Harus Diamandemen

Melihat adanya restu dari Kepala Negara, pimpinan MPR akhirnya melakukan silaturahmi kebangsaan dengan mantan Presiden, Wakil Presiden, pimpinan partai politik hingga organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk mendapat masukan-masukan atas wacana amandemen UUD 1945 ini.


&quot;Amandemen UUD 1945 ini sebuah keniscayaan. Tinggal kita meneliti mana-mana yang sudah tidak sesuai. Jadi amandemen Kelima lah bahasa kasarnya. (Wacana) ini diperlukan untuk perbaikan Bangsa ini ke depan,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMy8xLzE3Njg0OS81L3g4czM1YXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad mengatakan wacana amandemen UUD 1945 telah mendapat restu atau lampu hijau dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). MPR mulai serius mengambil langkah amanedemen dengan menampung dulu masukan dari seluruh elemen masyarakat.

Fadel menceritakan, wacana ini sebenarnya sudah disampaikan kepada Presiden Jokowi beberapa tahun silam. Namun, saat itu, Presiden meminta agar pimpinan MPR menahan diri untuk menggulirkan wacana tersebut lantaran situasi Covid-19 melanda Tanah Air kala itu.


&quot;Presiden Jokowi mengatakan keadaan tidak terlalu bagus. Kita mengalami covid, keadaan seperti begini jangan nanti timbul kegaduhan. Maka akhirnya kami menahan diri,&quot; kata Fadel dikutip Minggu (9/6/2024).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Amandemen UUD 1945 Tak Bisa Dilakukan MPR Periode Sekarang

Kendati demikian, dia memastikan bahwa Presiden Jokowi saat ini sudah memberikan lampu hijau kepada pimpinan MPR untuk kembali menggulirkan wacana tersebut di hadapan publik.


&quot;Sudah (dapat lampu hijau). Dia prinsipnya, jangan yang lalu, bikin kegaduhan gitu,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kabinet Gemoy Prabowo-Gibran, Yusril Bilang UU Harus Diamandemen

Melihat adanya restu dari Kepala Negara, pimpinan MPR akhirnya melakukan silaturahmi kebangsaan dengan mantan Presiden, Wakil Presiden, pimpinan partai politik hingga organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk mendapat masukan-masukan atas wacana amandemen UUD 1945 ini.


&quot;Amandemen UUD 1945 ini sebuah keniscayaan. Tinggal kita meneliti mana-mana yang sudah tidak sesuai. Jadi amandemen Kelima lah bahasa kasarnya. (Wacana) ini diperlukan untuk perbaikan Bangsa ini ke depan,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
