<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kecanggihan Artificial Intelligence Jadi Isu yang Diwaspadai di Pilkada</title><description>Herwyn JH Malonda menilai, penyelenggara pemilu harus jeli dalam beradaptasi dengan teknologi informasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/09/337/3019321/kecanggihan-artificial-intelligence-jadi-isu-yang-diwaspadai-di-pilkada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/09/337/3019321/kecanggihan-artificial-intelligence-jadi-isu-yang-diwaspadai-di-pilkada"/><item><title>Kecanggihan Artificial Intelligence Jadi Isu yang Diwaspadai di Pilkada</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/09/337/3019321/kecanggihan-artificial-intelligence-jadi-isu-yang-diwaspadai-di-pilkada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/09/337/3019321/kecanggihan-artificial-intelligence-jadi-isu-yang-diwaspadai-di-pilkada</guid><pubDate>Minggu 09 Juni 2024 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/09/337/3019321/kecanggihan-artificial-intelligence-jadi-isu-yang-diwaspadai-di-pilkada-3z79PcLqfM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bawaslu (Foto: Dok Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/09/337/3019321/kecanggihan-artificial-intelligence-jadi-isu-yang-diwaspadai-di-pilkada-3z79PcLqfM.jpg</image><title>Bawaslu (Foto: Dok Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap sejumlah isu-isu krusial dalam Pilkada serentak 2024 yang perlu diantisipasi. Salah satu yang perlu diantisipasi adalah kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Anggota Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda menilai, penyelenggara pemilu harus jeli dalam beradaptasi dengan teknologi informasi. Pasalnya, dia menjelaskan dengan AI semua hal bisa dipalsukan atau dibuat seperti asli.

&quot;Misal saya bicara sekarang ini, bisa saja yang tersampaikan ke publik, narasi yang berbeda lain. Itu bisa terjadi, kami coba mengantisipasi hal tersebut dengan jeli,&quot; kata Herwyn dalam keterangannya yang dikutip Minggu (9/6/2024).

BACA JUGA:
Erupsi Gunung Ibu, Letusan Capai 2.000 Meter di Atas Puncak Sore Ini


Ia berharap, KPU juga membantu untuk mendesain penguatan penggunaan teknologi informasi sehingga diperlukan adaptasi oleh pihak yang berkontestasi serta Bawaslu dalam proses mengawasi.

&quot;Harus hati-hati memang, atas kecanggihan yang ada. Jadi jangan sampai dipergunakan secara tidak bertanggung jawab,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Baru Sejam, Massa Aksi Bela Palestina Kumpulkan Donasi Rp46 Juta


Tidak hanya itu, Herwyn mengatakan, kerap kali kecanggihan ini disangkutpautkan dengan isu hoaks/ disinformasi. Dia memastikan, Bawaslu akan berupaya untuk meningkatkan kapasitas untuk menelaah kebenaran suatu informasi baik dengan aplikasi sistem informasi itu sendiri maupun kerja sama dengan berbagai pihak.

&quot;Maka itu kerja sama dengan stakeholder menekan persebaran isu hoaks/disinformasi melalui kanal media sosial sangat diperlukan. Sebab, jika tidak dapat mengancam stabilitas kondisi politik,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap sejumlah isu-isu krusial dalam Pilkada serentak 2024 yang perlu diantisipasi. Salah satu yang perlu diantisipasi adalah kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Anggota Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda menilai, penyelenggara pemilu harus jeli dalam beradaptasi dengan teknologi informasi. Pasalnya, dia menjelaskan dengan AI semua hal bisa dipalsukan atau dibuat seperti asli.

&quot;Misal saya bicara sekarang ini, bisa saja yang tersampaikan ke publik, narasi yang berbeda lain. Itu bisa terjadi, kami coba mengantisipasi hal tersebut dengan jeli,&quot; kata Herwyn dalam keterangannya yang dikutip Minggu (9/6/2024).

BACA JUGA:
Erupsi Gunung Ibu, Letusan Capai 2.000 Meter di Atas Puncak Sore Ini


Ia berharap, KPU juga membantu untuk mendesain penguatan penggunaan teknologi informasi sehingga diperlukan adaptasi oleh pihak yang berkontestasi serta Bawaslu dalam proses mengawasi.

&quot;Harus hati-hati memang, atas kecanggihan yang ada. Jadi jangan sampai dipergunakan secara tidak bertanggung jawab,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Baru Sejam, Massa Aksi Bela Palestina Kumpulkan Donasi Rp46 Juta


Tidak hanya itu, Herwyn mengatakan, kerap kali kecanggihan ini disangkutpautkan dengan isu hoaks/ disinformasi. Dia memastikan, Bawaslu akan berupaya untuk meningkatkan kapasitas untuk menelaah kebenaran suatu informasi baik dengan aplikasi sistem informasi itu sendiri maupun kerja sama dengan berbagai pihak.

&quot;Maka itu kerja sama dengan stakeholder menekan persebaran isu hoaks/disinformasi melalui kanal media sosial sangat diperlukan. Sebab, jika tidak dapat mengancam stabilitas kondisi politik,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
