<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sudah Turun, Kasus DBD di Jakarta Tercatat 2.900</title><description>Ada penurunan angka kasus demam berdarah (DBD) selama beberapa waktu terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/09/338/3019354/sudah-turun-kasus-dbd-di-jakarta-tercatat-2-900</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/09/338/3019354/sudah-turun-kasus-dbd-di-jakarta-tercatat-2-900"/><item><title>Sudah Turun, Kasus DBD di Jakarta Tercatat 2.900</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/09/338/3019354/sudah-turun-kasus-dbd-di-jakarta-tercatat-2-900</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/09/338/3019354/sudah-turun-kasus-dbd-di-jakarta-tercatat-2-900</guid><pubDate>Minggu 09 Juni 2024 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/09/338/3019354/sudah-turun-kasus-dbd-di-jakarta-tercatat-2-900-GmiuMj2XkE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi DBD (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/09/338/3019354/sudah-turun-kasus-dbd-di-jakarta-tercatat-2-900-GmiuMj2XkE.jpg</image><title>Ilustrasi DBD (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan  Jakarta menyebutkan ada penurunan angka kasus demam berdarah (DBD) selama beberapa waktu terakhir.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati usai menghadiri selebrasi Jakarta Berjaga dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-dunia 2024 di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (9/6/2024).

&quot;Sekarang sudah mulai menurun, terakhir 2.900 (kasus DBD) bulan Mei,&quot; ujar Ani Ruspitawati.

BACA JUGA:
Mata Air Bertuah di Candi Sumberawan Malang, Konon Bisa Sembuhkan Penyakit hingga Naik Jabatan


Ia menyebutkan salah satu upaya untuk pengendalian DBD selain yang selama ini sudah dilakukan ada pemberantasan sarang nyamuk dan 3M.

&quot;Kita mau terkait nyamuk ber-wobalchia yang nanti juga menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan angka DBD. Di list pertama ada di Jakarta Barat, kita mulai dari Kecamatan Kembangan. Saat ini, belum kita mulai, masih persiapan, semuanya siap, termasuk masyarakat siap, baru kita akan melepaskan nyamuk,&quot; jelas Ani Ruspitawati.

BACA JUGA:
Masih Syok, Siswi SMAN 61 yang Sempat Hilang Belum Bisa Dimintai Keterangan


Ia juga mengimbau masyarakat untuk hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan.

&quot;Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua orang, untuk memastikan bahwa lingkungan rumahnya, lingkungan tempat kerjanya, sekolahnya, itu tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti harus dicek kembali,&quot; kata Ani Ruspitawati.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan dengan mengkampanyekan hidup sehat 7.500 langkah jalan kaki dapat mengurangi gas buang di Jakarta.



&quot;Kami mengajak masyarakat untuk terus menggunakan transportasi publik. Tahun lalu hari lingkungan hidup kita temanya menggunakan transportasi publik dan tahun ini kami memang fokus mengajak masyarakat untuk berjalan kaki,&quot; kata Asep.

BACA JUGA:
Briptu RDW, Polisi Dibakar Polwan yang Juga Istrinya Meninggal Dunia




Ia berharap dengan kampanye 7.500 langkah setiap hari maka dapat mengurangi pencemaran udara di Jakarta.



&quot;Mudah-mudahan dengan semakin banyak kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, kemudian berjalan kaki Insya Allah udara Jakarta bisa semakin baik,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan  Jakarta menyebutkan ada penurunan angka kasus demam berdarah (DBD) selama beberapa waktu terakhir.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati usai menghadiri selebrasi Jakarta Berjaga dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-dunia 2024 di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (9/6/2024).

&quot;Sekarang sudah mulai menurun, terakhir 2.900 (kasus DBD) bulan Mei,&quot; ujar Ani Ruspitawati.

BACA JUGA:
Mata Air Bertuah di Candi Sumberawan Malang, Konon Bisa Sembuhkan Penyakit hingga Naik Jabatan


Ia menyebutkan salah satu upaya untuk pengendalian DBD selain yang selama ini sudah dilakukan ada pemberantasan sarang nyamuk dan 3M.

&quot;Kita mau terkait nyamuk ber-wobalchia yang nanti juga menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan angka DBD. Di list pertama ada di Jakarta Barat, kita mulai dari Kecamatan Kembangan. Saat ini, belum kita mulai, masih persiapan, semuanya siap, termasuk masyarakat siap, baru kita akan melepaskan nyamuk,&quot; jelas Ani Ruspitawati.

BACA JUGA:
Masih Syok, Siswi SMAN 61 yang Sempat Hilang Belum Bisa Dimintai Keterangan


Ia juga mengimbau masyarakat untuk hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan.

&quot;Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua orang, untuk memastikan bahwa lingkungan rumahnya, lingkungan tempat kerjanya, sekolahnya, itu tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti harus dicek kembali,&quot; kata Ani Ruspitawati.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan dengan mengkampanyekan hidup sehat 7.500 langkah jalan kaki dapat mengurangi gas buang di Jakarta.



&quot;Kami mengajak masyarakat untuk terus menggunakan transportasi publik. Tahun lalu hari lingkungan hidup kita temanya menggunakan transportasi publik dan tahun ini kami memang fokus mengajak masyarakat untuk berjalan kaki,&quot; kata Asep.

BACA JUGA:
Briptu RDW, Polisi Dibakar Polwan yang Juga Istrinya Meninggal Dunia




Ia berharap dengan kampanye 7.500 langkah setiap hari maka dapat mengurangi pencemaran udara di Jakarta.



&quot;Mudah-mudahan dengan semakin banyak kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, kemudian berjalan kaki Insya Allah udara Jakarta bisa semakin baik,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
