<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis, Pedagang Hewan Kurban Tewas Diseruduk Sapi Berukuran Jumbo</title><description>&amp;nbsp;
&quot;Jadi almarhum itu tukar tambah sapi dari dusun Ngalang Ombo,&quot; tutur Dwi, Minggu (9/6/2024) malam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/09/510/3019350/tragis-pedagang-hewan-kurban-tewas-diseruduk-sapi-berukuran-jumbo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/09/510/3019350/tragis-pedagang-hewan-kurban-tewas-diseruduk-sapi-berukuran-jumbo"/><item><title>Tragis, Pedagang Hewan Kurban Tewas Diseruduk Sapi Berukuran Jumbo</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/09/510/3019350/tragis-pedagang-hewan-kurban-tewas-diseruduk-sapi-berukuran-jumbo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/09/510/3019350/tragis-pedagang-hewan-kurban-tewas-diseruduk-sapi-berukuran-jumbo</guid><pubDate>Minggu 09 Juni 2024 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/09/510/3019350/tragis-pedagang-hewan-kurban-tewas-diseruduk-sapi-berukuran-jumbo-2JPuXbmXTh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sapi menyeruduk orang hingga tewas (Foto: Erfan Erlin) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/09/510/3019350/tragis-pedagang-hewan-kurban-tewas-diseruduk-sapi-berukuran-jumbo-2JPuXbmXTh.jpg</image><title>Sapi menyeruduk orang hingga tewas (Foto: Erfan Erlin) </title></images><description>GUNUNGKIDUL - Nasib apes dialami Sugianta, lelaki berumur 40 tahun asal padukuhan Ngasem Kelurahan Botol Dayaan Kapanewon Rongkop Gunungkidul. Lelaki yang berprofesi sebagai pedagang hewan ternak ini tewas diseruduk sapi kurban yang baru saja dibelinya.

Dukuh Ngasem, Dwi Astriningsih ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 6 Juni 2024 petang saat adzan maghrib. Di mana, saat itu korban baru saja pulang mengambil sapi dari Dusun Ngalang Ombo semanu Gunungkidul.

&quot;Jadi almarhum itu tukar tambah sapi dari dusun Ngalang Ombo,&quot; tutur Dwi, Minggu (9/6/2024) malam.

BACA JUGA:
Masih Syok, Siswi SMAN 61 yang Sempat Hilang Belum Bisa Dimintai Keterangan


Dwi menuturkan, saat itu korban bersama sopir truk baru saja sampai di rumah. Korban kemudian naik ke atas bak truk dan sopir masih berada di kabin. Berdasarkan penuturan orang yang berada di atas gunung dekat lokasi kejadian, sapi tersebut kaget ketika korban tiba-tiba muncul di atas bak truk.

Kemungkinan besar sapi kaget dan merasa terancam sehingga langsung menyeruduk korban. Korban terpental dan terbentur dengan kayu bak truk sementara sapi terus memburunya dan menekan-nekan tubuh korban. Korban yang mendapat serangan mendadak langsung berteriak minta tolong.

&quot;Sopir dan tetangganya langsung naik ke bak truk,&quot; ujar dia.

BACA JUGA:
Massa Aksi Bela Palestina Kumpulkan Donasi Rp325 Juta dalam 3 Jam


Saat itu, korban dalam posisi terjerembab dan sudah tak sadarkan diri. Keluarga yang melihat peristiwa tersebut langsung membawa korban ke rumah sakit meskipun sejatinya sejak di rumah ciri-ciri korban sudah menunjukkan meninggal dunia.

Namun, untuk meyakinkan terhadap keluarganya maka korban dibawa ke Rumah Sakit Pelita Husada Semanu. Pihak Rumah Sakit pun menyatakan korban sudah meninggal dunia ketika tiba. Jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

&quot;Almarhum dimakamkan Jumat (7/6/2024) kemarin,&quot; ujar dia.

Berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit korban mengalami cedera patah tulang rusuk dan mengenai organ dalam. Di dada korban juga terdapat luka goresan namun tidak mengeluarkan darah. Luka korban memang cukup parah karena sapi tersebut ukurannya cukup besar.

BACA JUGA:
6 Desa Jadi Prioritas Penanganan Dampak Bencana Erupsi Gunung Ibu




Harga sapi tersebut dibeli dengan merogoh kocek Rp38 juta. Dan jika dilihat ataupun ditimbang kemungkinan besar sapi tersebut lebih dari 1 ton beratnya. Sampai saat ini sapi tersebut masih di kandang milik korban dan rencananya ingin segera dijual.



&quot;Sapi itu rencananya untuk dijual kembali keesokan harinya pada saat pasaran hewan semanu,&quot; tambahnya.

</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL - Nasib apes dialami Sugianta, lelaki berumur 40 tahun asal padukuhan Ngasem Kelurahan Botol Dayaan Kapanewon Rongkop Gunungkidul. Lelaki yang berprofesi sebagai pedagang hewan ternak ini tewas diseruduk sapi kurban yang baru saja dibelinya.

Dukuh Ngasem, Dwi Astriningsih ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 6 Juni 2024 petang saat adzan maghrib. Di mana, saat itu korban baru saja pulang mengambil sapi dari Dusun Ngalang Ombo semanu Gunungkidul.

&quot;Jadi almarhum itu tukar tambah sapi dari dusun Ngalang Ombo,&quot; tutur Dwi, Minggu (9/6/2024) malam.

BACA JUGA:
Masih Syok, Siswi SMAN 61 yang Sempat Hilang Belum Bisa Dimintai Keterangan


Dwi menuturkan, saat itu korban bersama sopir truk baru saja sampai di rumah. Korban kemudian naik ke atas bak truk dan sopir masih berada di kabin. Berdasarkan penuturan orang yang berada di atas gunung dekat lokasi kejadian, sapi tersebut kaget ketika korban tiba-tiba muncul di atas bak truk.

Kemungkinan besar sapi kaget dan merasa terancam sehingga langsung menyeruduk korban. Korban terpental dan terbentur dengan kayu bak truk sementara sapi terus memburunya dan menekan-nekan tubuh korban. Korban yang mendapat serangan mendadak langsung berteriak minta tolong.

&quot;Sopir dan tetangganya langsung naik ke bak truk,&quot; ujar dia.

BACA JUGA:
Massa Aksi Bela Palestina Kumpulkan Donasi Rp325 Juta dalam 3 Jam


Saat itu, korban dalam posisi terjerembab dan sudah tak sadarkan diri. Keluarga yang melihat peristiwa tersebut langsung membawa korban ke rumah sakit meskipun sejatinya sejak di rumah ciri-ciri korban sudah menunjukkan meninggal dunia.

Namun, untuk meyakinkan terhadap keluarganya maka korban dibawa ke Rumah Sakit Pelita Husada Semanu. Pihak Rumah Sakit pun menyatakan korban sudah meninggal dunia ketika tiba. Jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

&quot;Almarhum dimakamkan Jumat (7/6/2024) kemarin,&quot; ujar dia.

Berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit korban mengalami cedera patah tulang rusuk dan mengenai organ dalam. Di dada korban juga terdapat luka goresan namun tidak mengeluarkan darah. Luka korban memang cukup parah karena sapi tersebut ukurannya cukup besar.

BACA JUGA:
6 Desa Jadi Prioritas Penanganan Dampak Bencana Erupsi Gunung Ibu




Harga sapi tersebut dibeli dengan merogoh kocek Rp38 juta. Dan jika dilihat ataupun ditimbang kemungkinan besar sapi tersebut lebih dari 1 ton beratnya. Sampai saat ini sapi tersebut masih di kandang milik korban dan rencananya ingin segera dijual.



&quot;Sapi itu rencananya untuk dijual kembali keesokan harinya pada saat pasaran hewan semanu,&quot; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
