<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinasti Politik Baru Kala Mpu Sindok Berkuasa di Mataram Era Jawa Timur</title><description>Naiknya Mpu Sindok mewariskan dinasti politik baru yakni Dinasti Isana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/10/337/3019462/dinasti-politik-baru-kala-mpu-sindok-berkuasa-di-mataram-era-jawa-timur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/10/337/3019462/dinasti-politik-baru-kala-mpu-sindok-berkuasa-di-mataram-era-jawa-timur"/><item><title>Dinasti Politik Baru Kala Mpu Sindok Berkuasa di Mataram Era Jawa Timur</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/10/337/3019462/dinasti-politik-baru-kala-mpu-sindok-berkuasa-di-mataram-era-jawa-timur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/10/337/3019462/dinasti-politik-baru-kala-mpu-sindok-berkuasa-di-mataram-era-jawa-timur</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 05:52 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/10/337/3019462/dinasti-politik-baru-kala-mpu-sindok-berkuasa-di-mataram-era-jawa-timur-w0pInlGWGO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/10/337/3019462/dinasti-politik-baru-kala-mpu-sindok-berkuasa-di-mataram-era-jawa-timur-w0pInlGWGO.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wOS82Ni8xODE1OTMvNS94OTAwaW9t&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dinasti politik baru muncul kala Mpu Sindok naik tahta di Kerajaan Mataram. Saat itu Mpu Sindok naik tahta menggantikan Dyah Wawa, Raja Mataram sebelumnya yang mangkat usai peristiwa letusan dahsyat Gunung Merapi.
Naiknya Mpu Sindok mewariskan dinasti politik baru yakni Dinasti Isana. Wangsa Isana dijumpai dalam Prasasti Pucangan yang berangka tahun 1041 M atas nama Airlangga (raja Kahuripan yang mengaku sebagai keturunan Mpu Sindok). Prasasti ini yang melahirkan pendapat tentang munculnya dinasti baru sebagai kelanjutan Dinasti Sanjaya.
Cikal bakal Dinasti Isana ditempati oleh Mpu Sindok. la memiliki putri bernama Sri Isanatunggawijaya yang menikah dengan pangeran Bali bernama Sri Lokapala. Dari perkawinan tersebut melahirkan Makutawangsawardhana yang kemudian memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu Airlangga.

BACA JUGA:
Ini Alasan Kerajaan Mataram Kuno Berpindah Ibu Kota ke Timur

&quot;Sementara ayah Airlangga adalah Udayana Warmadewa (raja Bali). Dalam beberapa prasasti, nama Mahendradatta atau Gunapriya Dharmapatni disebut lebih dulu sebelum suaminya,&quot; demikian dikutip dari buku &quot;13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa&quot;.
Hal ini mengesankan bahwa kedudukan Mahendradatta lebih tinggi daripada Udayana. Mungkin saat itu Bali merupakan neger bawahan Jawa. Penaklukan Bali diperkirakan terjadi pada zaman pemerintahan Dyah Balitung (sekitar tahun 890-900 M).

BACA JUGA:
Ternyata Masyarakat Sejak Zaman Mataram Kuno Sudah Dimintai Pajak, Begini Sistemnya

Prasasti Pucangan juga menyebutkan seorang raja bernama Dharmawangsa Teguh, mertua sekaligus kerabat Airlangga. Para sejarawan cenderung sepakat bahwa Dharmawangsa Teguh merupakan putra Makutawangsawardhana.

Prasasti Sirah Keting memperkuat pendapat dengan menyebut Dharmawangsa Teguh dengan nama Sri Maharaja Isana Dharmawangsa. Dengan demikian, Dharmawangsa dapat dipastikan sebagai keturunan Mpu Sindok, meskipun Prasasti Pucangan tidak menyebutnya dengan pasti.

Adapun anggota Dinasti Isana, antara lain sebagai berikut. Sri Maharaja Rake Hino Sri Isana Wikramadharmottunggadewa, Sri Isanatunggawijaya (istri Sri Lokapala, Bali), Sri Makutawangsawardhana, Dharmawangsa Teguh, yang juga pernah jadi Raja Mataram era Jawa Timur.

Kemudian ada Mahendradatta, istri Udayana Marwadewa, Bali, dan terakhir Airlangga atau Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa (putra Mahendradatta dan Udayana).

Setelah sekian lama bertahta pada akhirnya Mpu Sindok mangkat atau meninggal dunia pada 947 M. Jasadnya dicandikan di Isanabajra atau Isanabhawana. Sepeninggal Mpu Sindok, Sri Isanatunggawijaya yang menikah dengan Sri Lokapala dari Bali tersebut naik takhta sebagai raja Medang periode Jawa Timur.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wOS82Ni8xODE1OTMvNS94OTAwaW9t&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dinasti politik baru muncul kala Mpu Sindok naik tahta di Kerajaan Mataram. Saat itu Mpu Sindok naik tahta menggantikan Dyah Wawa, Raja Mataram sebelumnya yang mangkat usai peristiwa letusan dahsyat Gunung Merapi.
Naiknya Mpu Sindok mewariskan dinasti politik baru yakni Dinasti Isana. Wangsa Isana dijumpai dalam Prasasti Pucangan yang berangka tahun 1041 M atas nama Airlangga (raja Kahuripan yang mengaku sebagai keturunan Mpu Sindok). Prasasti ini yang melahirkan pendapat tentang munculnya dinasti baru sebagai kelanjutan Dinasti Sanjaya.
Cikal bakal Dinasti Isana ditempati oleh Mpu Sindok. la memiliki putri bernama Sri Isanatunggawijaya yang menikah dengan pangeran Bali bernama Sri Lokapala. Dari perkawinan tersebut melahirkan Makutawangsawardhana yang kemudian memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu Airlangga.

BACA JUGA:
Ini Alasan Kerajaan Mataram Kuno Berpindah Ibu Kota ke Timur

&quot;Sementara ayah Airlangga adalah Udayana Warmadewa (raja Bali). Dalam beberapa prasasti, nama Mahendradatta atau Gunapriya Dharmapatni disebut lebih dulu sebelum suaminya,&quot; demikian dikutip dari buku &quot;13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa&quot;.
Hal ini mengesankan bahwa kedudukan Mahendradatta lebih tinggi daripada Udayana. Mungkin saat itu Bali merupakan neger bawahan Jawa. Penaklukan Bali diperkirakan terjadi pada zaman pemerintahan Dyah Balitung (sekitar tahun 890-900 M).

BACA JUGA:
Ternyata Masyarakat Sejak Zaman Mataram Kuno Sudah Dimintai Pajak, Begini Sistemnya

Prasasti Pucangan juga menyebutkan seorang raja bernama Dharmawangsa Teguh, mertua sekaligus kerabat Airlangga. Para sejarawan cenderung sepakat bahwa Dharmawangsa Teguh merupakan putra Makutawangsawardhana.

Prasasti Sirah Keting memperkuat pendapat dengan menyebut Dharmawangsa Teguh dengan nama Sri Maharaja Isana Dharmawangsa. Dengan demikian, Dharmawangsa dapat dipastikan sebagai keturunan Mpu Sindok, meskipun Prasasti Pucangan tidak menyebutnya dengan pasti.

Adapun anggota Dinasti Isana, antara lain sebagai berikut. Sri Maharaja Rake Hino Sri Isana Wikramadharmottunggadewa, Sri Isanatunggawijaya (istri Sri Lokapala, Bali), Sri Makutawangsawardhana, Dharmawangsa Teguh, yang juga pernah jadi Raja Mataram era Jawa Timur.

Kemudian ada Mahendradatta, istri Udayana Marwadewa, Bali, dan terakhir Airlangga atau Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa (putra Mahendradatta dan Udayana).

Setelah sekian lama bertahta pada akhirnya Mpu Sindok mangkat atau meninggal dunia pada 947 M. Jasadnya dicandikan di Isanabajra atau Isanabhawana. Sepeninggal Mpu Sindok, Sri Isanatunggawijaya yang menikah dengan Sri Lokapala dari Bali tersebut naik takhta sebagai raja Medang periode Jawa Timur.

</content:encoded></item></channel></rss>
