<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prajurit Kostrad TNI AD Tewas di Bogor, Keluarga Temukan Sejumlah Kejanggalan dan Minta Diusut</title><description>Keluarga pertanyakan penyebab kematian korban, tak yakin karena gantung diri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/10/340/3019482/prajurit-kostrad-tni-ad-tewas-di-bogor-keluarga-temukan-sejumlah-kejanggalan-dan-minta-diusut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/10/340/3019482/prajurit-kostrad-tni-ad-tewas-di-bogor-keluarga-temukan-sejumlah-kejanggalan-dan-minta-diusut"/><item><title>Prajurit Kostrad TNI AD Tewas di Bogor, Keluarga Temukan Sejumlah Kejanggalan dan Minta Diusut</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/10/340/3019482/prajurit-kostrad-tni-ad-tewas-di-bogor-keluarga-temukan-sejumlah-kejanggalan-dan-minta-diusut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/10/340/3019482/prajurit-kostrad-tni-ad-tewas-di-bogor-keluarga-temukan-sejumlah-kejanggalan-dan-minta-diusut</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2024 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Jaya Lase </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/10/340/3019482/prajurit-kostrad-tni-ad-tewas-di-bogor-keluarga-temukan-sejumlah-kejanggalan-dan-minta-diusut-SSySx5hwZP.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sarani Gea dan didampingi orangtua mendiang Prada Prima Saleh Gea di Nias Utara (MPI/Iman)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/10/340/3019482/prajurit-kostrad-tni-ad-tewas-di-bogor-keluarga-temukan-sejumlah-kejanggalan-dan-minta-diusut-SSySx5hwZP.JPG</image><title>Sarani Gea dan didampingi orangtua mendiang Prada Prima Saleh Gea di Nias Utara (MPI/Iman)</title></images><description>


NIAS &amp;ndash; Kematian Prada Prima Saleh Gea yang sebelumnya dinyatakan akibat bunuh diri dipertanyakan oleh pihak keluarga. Mereka curiga karena setelah dicek langsung jenazah prajurit Yonkes 1 Kostrad TNI Angkatan Darat Bogor itu, tak ditemukan tanda meyakinkan kalau korban gantung diri.
&amp;ldquo;Pihak keluarga saya bertanya-tanya apakah ini beneran bunuh diri atau dibunuh, jadi kita mencurigai. Kalau kami dari pihak keluarga tidak setuju kalau itu divonis langsung gantung diri,&amp;rdquo; kata Sarani Gea, kakak Prada Prima Saleh kepada wartawan di rumah duka di Desa Fulolo Salo'o, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Minggu 9 Juni 2024.
Prada Prima Saleh ditemukan tewas di OB Rumah Sakit Lapangan Yonkes Divif 1 Kostrad, Kabupaten Bogor, pada Selasa 4 Juni 2024. Kematiannya dilaporkan karena gantung diri. Tapi keluarganya tak yakin korban bunuh diri.

BACA JUGA:
 Lagi, Prajurit TNI AD Ditemukan Gantung Diri dengan Kabel Listrik

Jenazah Prima Saleh kemudian dipulangkan ke kampungnya di Nias Utara melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.
&amp;ldquo;Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, mereka menyerahkan ke saya. Dari pihak kesatuan mereka bilang tidak dapat ikut saya berangkat ke Nias, dengan alasan akan menyusul,&amp;rdquo; ujar Sarani didampingi kedua orangtuanya.
Menurutnya jenazah Prima Saleh tiba di rumah duka di Desa Fulolo Salo'o, Nias Utara, pada Rabu 5 Juni 2024.
&amp;ldquo;Itu tidak ada pengawalan sama sekali dari pihak TNI baik dari kesatuannya maupun TNI yang ada di Pulau Nias,&amp;rdquo; kata Sarani.

BACA JUGA:
Marinir Ungkap Kronologi Lettu Eko Bunuh Diri di Papua, Diduga Terlilit Utang

Sarani mengatakan saat jenazah tiba di rumah, seseorang menghubunginya.
&amp;ldquo;Dia mengatakan bahwa mengenai kantong kresek berisi baju jenazah saat korban melakukan gantung diri itu jangan dibuka dan menyarankan untuk menyerahkan ke komandannya saat tiba di rumah,&amp;rdquo; cerita Sarani.
Karena tak percaya begitu saja, pihak keluarga kemudian membuka peti jenazah dan mengecek langsung kondisi jasad Prima Saleh.
&amp;ldquo;Saat tiba di rumah, keluarga membuka peti jenazah tanpa diketahui oleh pihak TNI.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Putus Cinta dan Gagal Menikah, Pemuda di Riau Tewas Gantung Diri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Setelah memeriksa langsung jenazah Prima, pihak keluarga menemukan kejanggalan di bagian leher korban, bekas tali terlilit seperti kalung sehingga sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan korban yang gantung diri.
Korban yang selama ini diketahui sebagai anak penurut tidak diyakini oleh keluarga berani melakukan bunuh diri.Keluarga curiga tewasnya korban ini diduga dibunuh dengan cara dicekik atau diikat lehernya dengan tali.
Penguburan jenazah prajurit elite TNI itu tak dilakukan secara militer. Pihak keluarga mengatakan pemulangan jenazah juga tak ada pengawalan TNI.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polisi Militer Nias di Gunungsitoli dan segera melaporkan juga ke jajaran kesatuannya di Bogor agar kematian Prada Prima diusut.
Atas kejadian dan kecurigaan tersebut, pihak keluarga berharap ada keadilan hukum dan dibuka sebenar-benarnya motif dari tewasnya Prima Saleh.</description><content:encoded>


NIAS &amp;ndash; Kematian Prada Prima Saleh Gea yang sebelumnya dinyatakan akibat bunuh diri dipertanyakan oleh pihak keluarga. Mereka curiga karena setelah dicek langsung jenazah prajurit Yonkes 1 Kostrad TNI Angkatan Darat Bogor itu, tak ditemukan tanda meyakinkan kalau korban gantung diri.
&amp;ldquo;Pihak keluarga saya bertanya-tanya apakah ini beneran bunuh diri atau dibunuh, jadi kita mencurigai. Kalau kami dari pihak keluarga tidak setuju kalau itu divonis langsung gantung diri,&amp;rdquo; kata Sarani Gea, kakak Prada Prima Saleh kepada wartawan di rumah duka di Desa Fulolo Salo'o, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Minggu 9 Juni 2024.
Prada Prima Saleh ditemukan tewas di OB Rumah Sakit Lapangan Yonkes Divif 1 Kostrad, Kabupaten Bogor, pada Selasa 4 Juni 2024. Kematiannya dilaporkan karena gantung diri. Tapi keluarganya tak yakin korban bunuh diri.

BACA JUGA:
 Lagi, Prajurit TNI AD Ditemukan Gantung Diri dengan Kabel Listrik

Jenazah Prima Saleh kemudian dipulangkan ke kampungnya di Nias Utara melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.
&amp;ldquo;Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, mereka menyerahkan ke saya. Dari pihak kesatuan mereka bilang tidak dapat ikut saya berangkat ke Nias, dengan alasan akan menyusul,&amp;rdquo; ujar Sarani didampingi kedua orangtuanya.
Menurutnya jenazah Prima Saleh tiba di rumah duka di Desa Fulolo Salo'o, Nias Utara, pada Rabu 5 Juni 2024.
&amp;ldquo;Itu tidak ada pengawalan sama sekali dari pihak TNI baik dari kesatuannya maupun TNI yang ada di Pulau Nias,&amp;rdquo; kata Sarani.

BACA JUGA:
Marinir Ungkap Kronologi Lettu Eko Bunuh Diri di Papua, Diduga Terlilit Utang

Sarani mengatakan saat jenazah tiba di rumah, seseorang menghubunginya.
&amp;ldquo;Dia mengatakan bahwa mengenai kantong kresek berisi baju jenazah saat korban melakukan gantung diri itu jangan dibuka dan menyarankan untuk menyerahkan ke komandannya saat tiba di rumah,&amp;rdquo; cerita Sarani.
Karena tak percaya begitu saja, pihak keluarga kemudian membuka peti jenazah dan mengecek langsung kondisi jasad Prima Saleh.
&amp;ldquo;Saat tiba di rumah, keluarga membuka peti jenazah tanpa diketahui oleh pihak TNI.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Putus Cinta dan Gagal Menikah, Pemuda di Riau Tewas Gantung Diri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Setelah memeriksa langsung jenazah Prima, pihak keluarga menemukan kejanggalan di bagian leher korban, bekas tali terlilit seperti kalung sehingga sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan korban yang gantung diri.
Korban yang selama ini diketahui sebagai anak penurut tidak diyakini oleh keluarga berani melakukan bunuh diri.Keluarga curiga tewasnya korban ini diduga dibunuh dengan cara dicekik atau diikat lehernya dengan tali.
Penguburan jenazah prajurit elite TNI itu tak dilakukan secara militer. Pihak keluarga mengatakan pemulangan jenazah juga tak ada pengawalan TNI.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polisi Militer Nias di Gunungsitoli dan segera melaporkan juga ke jajaran kesatuannya di Bogor agar kematian Prada Prima diusut.
Atas kejadian dan kecurigaan tersebut, pihak keluarga berharap ada keadilan hukum dan dibuka sebenar-benarnya motif dari tewasnya Prima Saleh.</content:encoded></item></channel></rss>
