<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usul Banyak Perubahan, Menlu AS Tekan Hamas Hentikan Tawar-menawar Soal Gencatan Senjata Gaza</title><description>Dia mengatakan kepada wartawan di Doha bahwa beberapa perubahan dapat diterapkan dan yang lainnya tidak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/13/18/3021113/usul-banyak-perubahan-menlu-as-tekan-hamas-hentikan-tawar-menawar-soal-gencatan-senjata-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/13/18/3021113/usul-banyak-perubahan-menlu-as-tekan-hamas-hentikan-tawar-menawar-soal-gencatan-senjata-gaza"/><item><title>Usul Banyak Perubahan, Menlu AS Tekan Hamas Hentikan Tawar-menawar Soal Gencatan Senjata Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/13/18/3021113/usul-banyak-perubahan-menlu-as-tekan-hamas-hentikan-tawar-menawar-soal-gencatan-senjata-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/13/18/3021113/usul-banyak-perubahan-menlu-as-tekan-hamas-hentikan-tawar-menawar-soal-gencatan-senjata-gaza</guid><pubDate>Kamis 13 Juni 2024 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/13/18/3021113/usul-banyak-perubahan-menlu-as-tekan-hamas-hentikan-tawar-menawar-soal-gencatan-senjata-gaza-rP7YQIcupA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu AS tekan Hamas hentikan tawar-menawar soal gencatan senjata Gaza (Foto: Albanian Daily News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/13/18/3021113/usul-banyak-perubahan-menlu-as-tekan-hamas-hentikan-tawar-menawar-soal-gencatan-senjata-gaza-rP7YQIcupA.jpg</image><title>Menlu AS tekan Hamas hentikan tawar-menawar soal gencatan senjata Gaza (Foto: Albanian Daily News)</title></images><description>GAZA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan kepada Hamas bahwa ini adalah waktunya untuk menghentikan tawar-menawar. Hal ini ditegaskan Blinken setelah para pemimpinnya mengusulkan banyak perubahan pada rencana gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera.
Dia mengatakan kepada wartawan di Doha bahwa beberapa perubahan dapat diterapkan dan yang lainnya tidak, namun AS dan mediator Qatar serta Mesir akan mencoba untuk mencapai kesepakatan ini.

BACA JUGA:
Israel Sebut Hamas Tolak Elemen Penting Resolusi Gencatan Senjata Gaza yang Disahkan DK PBB

Saat tiba di Qatar, terlihat pelukan dan senyuman Blinken ketika bertemu dengan Perdana Menteri (PM)&amp;nbsp; Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani.

BACA JUGA:
Hamas Berupaya Keras Hentikan Perang Secara Permanen Sebagai Respons Resolusi Gencatan Senjata Gaza yang Disahkan PBB

Negaranya adalah pemain kunci dalam krisis ini, setelah menjadi tuan rumah kantor politik Hamas selama lebih dari satu dekade dan menjadi saluran negosiasi dengan Israel.
Blinken tampak jengkel ketika dia mengatakan pada konferensi pers bersama bahwa mereka telah membahas perubahan yang diminta Hamas terhadap proposal gencatan senjata yang didukung AS.
&amp;ldquo;Sebuah kesepakatan telah dibahas yang hampir sama dengan proposal yang diajukan Hamas pada tanggal 6 Mei, sebuah kesepakatan yang didukung oleh seluruh dunia, yang telah diterima oleh Israel, dan Hamas dapat menjawabnya dengan satu kata ya,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;ldquo;Sebaliknya, Hamas menunggu hampir dua minggu dan kemudian mengusulkan lebih banyak perubahan, yang beberapa di antaranya melampaui posisi yang telah diambil dan diterima sebelumnya. Akibatnya, perang yang dimulai Hamas akan terus berlanjut, lebih banyak orang akan menderita, dan rakyat Palestina akan menderita. menderita, lebih banyak orang Israel yang akan menderita,&amp;rdquo; lanjutnya.Blinken tidak menjelaskan perubahan apa yang menurutnya diminta oleh Hamas, begitu pula pernyataan singkat yang dikeluarkan oleh kelompok itu sendiri pada Selasa (11/6/2024) malam.

Namun pernyataan tersebut menegaskan kembali tuntutan atas apa yang disebut Hamas sebagai penghentian total agresi yang sedang berlangsung terhadap Gaza dan penarikan penuh pasukan Israel.

Hamas mengatakan pada Selasa (11/6/2024) bahwa mereka siap untuk menangani secara positif proses tersebut tetapi menekankan perlunya Israel menyetujui gencatan senjata permanen dan penarikan penuh dari Gaza.

Pemerintah Israel tidak berkomentar, namun seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan tanggapan kelompok bersenjata Palestina merupakan penolakan.

PM Israel Benjamin Netanyahu belum secara terbuka mendukung proposal tersebut, yang menurut Presiden AS Joe Biden telah ditawarkan oleh negara tersebut ketika ia menguraikannya 12 hari lalu.

Namun Blinken mengatakan Netanyahu telah menegaskan kembali komitmennya dalam pertemuan di Yerusalem pada Senin (10/6/2024).

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) juga mengeluarkan resolusi yang mendukung usulan tersebut pada hari itu, sehingga menambah tekanan diplomatik yang dilakukan Washington.

</description><content:encoded>GAZA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan kepada Hamas bahwa ini adalah waktunya untuk menghentikan tawar-menawar. Hal ini ditegaskan Blinken setelah para pemimpinnya mengusulkan banyak perubahan pada rencana gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera.
Dia mengatakan kepada wartawan di Doha bahwa beberapa perubahan dapat diterapkan dan yang lainnya tidak, namun AS dan mediator Qatar serta Mesir akan mencoba untuk mencapai kesepakatan ini.

BACA JUGA:
Israel Sebut Hamas Tolak Elemen Penting Resolusi Gencatan Senjata Gaza yang Disahkan DK PBB

Saat tiba di Qatar, terlihat pelukan dan senyuman Blinken ketika bertemu dengan Perdana Menteri (PM)&amp;nbsp; Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani.

BACA JUGA:
Hamas Berupaya Keras Hentikan Perang Secara Permanen Sebagai Respons Resolusi Gencatan Senjata Gaza yang Disahkan PBB

Negaranya adalah pemain kunci dalam krisis ini, setelah menjadi tuan rumah kantor politik Hamas selama lebih dari satu dekade dan menjadi saluran negosiasi dengan Israel.
Blinken tampak jengkel ketika dia mengatakan pada konferensi pers bersama bahwa mereka telah membahas perubahan yang diminta Hamas terhadap proposal gencatan senjata yang didukung AS.
&amp;ldquo;Sebuah kesepakatan telah dibahas yang hampir sama dengan proposal yang diajukan Hamas pada tanggal 6 Mei, sebuah kesepakatan yang didukung oleh seluruh dunia, yang telah diterima oleh Israel, dan Hamas dapat menjawabnya dengan satu kata ya,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;ldquo;Sebaliknya, Hamas menunggu hampir dua minggu dan kemudian mengusulkan lebih banyak perubahan, yang beberapa di antaranya melampaui posisi yang telah diambil dan diterima sebelumnya. Akibatnya, perang yang dimulai Hamas akan terus berlanjut, lebih banyak orang akan menderita, dan rakyat Palestina akan menderita. menderita, lebih banyak orang Israel yang akan menderita,&amp;rdquo; lanjutnya.Blinken tidak menjelaskan perubahan apa yang menurutnya diminta oleh Hamas, begitu pula pernyataan singkat yang dikeluarkan oleh kelompok itu sendiri pada Selasa (11/6/2024) malam.

Namun pernyataan tersebut menegaskan kembali tuntutan atas apa yang disebut Hamas sebagai penghentian total agresi yang sedang berlangsung terhadap Gaza dan penarikan penuh pasukan Israel.

Hamas mengatakan pada Selasa (11/6/2024) bahwa mereka siap untuk menangani secara positif proses tersebut tetapi menekankan perlunya Israel menyetujui gencatan senjata permanen dan penarikan penuh dari Gaza.

Pemerintah Israel tidak berkomentar, namun seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan tanggapan kelompok bersenjata Palestina merupakan penolakan.

PM Israel Benjamin Netanyahu belum secara terbuka mendukung proposal tersebut, yang menurut Presiden AS Joe Biden telah ditawarkan oleh negara tersebut ketika ia menguraikannya 12 hari lalu.

Namun Blinken mengatakan Netanyahu telah menegaskan kembali komitmennya dalam pertemuan di Yerusalem pada Senin (10/6/2024).

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) juga mengeluarkan resolusi yang mendukung usulan tersebut pada hari itu, sehingga menambah tekanan diplomatik yang dilakukan Washington.

</content:encoded></item></channel></rss>
