<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Bupati Gunungkidul Buka Suara soal Penolakan Beach Club Raffi Ahmad, Klaim Belum Beri Izin   </title><description>Berikut sejumlah fakta pernyataan Bupati Gunungkidul:</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/14/510/3021332/5-fakta-bupati-gunungkidul-buka-suara-soal-penolakan-beach-club-raffi-ahmad-klaim-belum-beri-izin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/14/510/3021332/5-fakta-bupati-gunungkidul-buka-suara-soal-penolakan-beach-club-raffi-ahmad-klaim-belum-beri-izin"/><item><title>5 Fakta Bupati Gunungkidul Buka Suara soal Penolakan Beach Club Raffi Ahmad, Klaim Belum Beri Izin   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/14/510/3021332/5-fakta-bupati-gunungkidul-buka-suara-soal-penolakan-beach-club-raffi-ahmad-klaim-belum-beri-izin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/14/510/3021332/5-fakta-bupati-gunungkidul-buka-suara-soal-penolakan-beach-club-raffi-ahmad-klaim-belum-beri-izin</guid><pubDate>Jum'at 14 Juni 2024 07:34 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/14/510/3021332/5-fakta-bupati-gunungkidul-buka-suara-soal-penolakan-beach-club-raffi-ahmad-klaim-belum-beri-izin-ruWGhBmVvD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Raffi Ahmad dan Bupati Gunungkidul Sunaryanta. (Foto: IG suryananta.official))</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/14/510/3021332/5-fakta-bupati-gunungkidul-buka-suara-soal-penolakan-beach-club-raffi-ahmad-klaim-belum-beri-izin-ruWGhBmVvD.jpeg</image><title>Raffi Ahmad dan Bupati Gunungkidul Sunaryanta. (Foto: IG suryananta.official))</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xMy8xLzE4MTczNi81L3g5MDlsMzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA -&amp;nbsp;Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku menghormati petisi penolakan pembangunan beach club dan resort Raffi Ahmad di Pantai Krakal yang dibuat oleh organisasi peduli konservasi lingkungan hidup. Namun, dia meminta agar pemahaman menyeluruh berkaitan dengan kawasan karst yang konon menjadi dasar penolakan tersebut.

Berikut sejumlah fakta pernyataan Bupati Gunungkidul:

1. Potensi Aset

Sunaryanta menegaskan jika kawasan karst bukannya tidak bisa dimanfaatkan sebagai kawasan ekonomi. Sunaryanta mempertanyakan jika itu semua digeneralisasi sebagai kawasan dan kemudian masyarakat tidak bisa membangun maka masyarakat Gunungkidul bakal dibawa ke mana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polemik Beach Club Raffi Ahmad, Sri Sultan Tegaskan Kawasan Karst Dilindungi Tak Boleh Ada Bangunan

&quot;Gunungkidul yang memiliki potensi aset yang sangat besar seperti itu, masyarakat di sini mau makan apa?&quot; tutur dia.

2. Tata Ruang

Sunaryanta menyebutkan sudah ada ada tata ruang yang mengatur sebuah kawasan itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi ataupun tidak. Sehingga akan ada kepastian lokasi mana saja yang peruntukkannya untuk ekonomi dan lokasi mana saja untuk konservasi.

&quot;Saya katakan ini demi kepentingan yang lebih besar. Masyarakat Gunungkfdul itu yang jumlahnya 767-622 ribu orang dan itu yang lebih diselamatkan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
3. Pelajaran Bersama
Dia berpesan agar hal itu tidak terjadi di masa depan dan harus jadi pelajaran bersama. Sehingga nanti diputarbalikkan kembali sehingga menghambat investasi. Baginya, jika terjadi pro dan kontra itu adalah hal yang biasa. Namun karena tahapan sudah mendahului dan menjadi viral maka terjadi penolakan seperti ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Ketika Raffi Ahmad Umumkan Mundur dari Proyek Beach Club Gunung Kidul di Makkah

4. Belum Keluarkan Perizinan
Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum mengeluarkan perijinan berkaitan rencana investasi Rafi Ahmad tersebut. Dia juga tidak pernah mengeluarkan statetment pemerintah Gunungkidul telah mengeluarkan izin.

Terkait peletakan batu pertama, pensiunan TNI AD ini menandaskan belum dilakukan. Jika beberapa waktu lalu dirinya terlihat bersama Raffi Ahmad di lokasi yang bakal dijadian Beach Club, Sunaryanta menandaskan jika saat itu hanya ingin menikmati keindahan pemandangan Gunungkidul dari atas bukit.

&quot;Kita itu hanya ingin melihat Gunungkidul dari atas gunung. Ternyata indah to,&quot; tambahnya.
5. Pro Investasi



Sunaryanta menegaskan jika pemerintahannya itu pro dengan investasi. Namun investasinya adalah yang sesuai dengan koridor dan peraturan perundangan yang berlaku. Dia meminta kepada investor untuk menaatinya.



Sunaryanta mengakui ada beberapa pihak yang telah menanamkan investasinya di Gunungkidul dan memiliki lahan di wilayah ini. Oleh karenanya pihaknya mendorong agar segera terjadi pembangunan sehingga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.



&quot;Saya selalu berpesan agar 80% hingga 90% tenaga kerjanya diambilkan oleh warga sekitar, &quot;ujarnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xMy8xLzE4MTczNi81L3g5MDlsMzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA -&amp;nbsp;Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku menghormati petisi penolakan pembangunan beach club dan resort Raffi Ahmad di Pantai Krakal yang dibuat oleh organisasi peduli konservasi lingkungan hidup. Namun, dia meminta agar pemahaman menyeluruh berkaitan dengan kawasan karst yang konon menjadi dasar penolakan tersebut.

Berikut sejumlah fakta pernyataan Bupati Gunungkidul:

1. Potensi Aset

Sunaryanta menegaskan jika kawasan karst bukannya tidak bisa dimanfaatkan sebagai kawasan ekonomi. Sunaryanta mempertanyakan jika itu semua digeneralisasi sebagai kawasan dan kemudian masyarakat tidak bisa membangun maka masyarakat Gunungkidul bakal dibawa ke mana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polemik Beach Club Raffi Ahmad, Sri Sultan Tegaskan Kawasan Karst Dilindungi Tak Boleh Ada Bangunan

&quot;Gunungkidul yang memiliki potensi aset yang sangat besar seperti itu, masyarakat di sini mau makan apa?&quot; tutur dia.

2. Tata Ruang

Sunaryanta menyebutkan sudah ada ada tata ruang yang mengatur sebuah kawasan itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi ataupun tidak. Sehingga akan ada kepastian lokasi mana saja yang peruntukkannya untuk ekonomi dan lokasi mana saja untuk konservasi.

&quot;Saya katakan ini demi kepentingan yang lebih besar. Masyarakat Gunungkfdul itu yang jumlahnya 767-622 ribu orang dan itu yang lebih diselamatkan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
3. Pelajaran Bersama
Dia berpesan agar hal itu tidak terjadi di masa depan dan harus jadi pelajaran bersama. Sehingga nanti diputarbalikkan kembali sehingga menghambat investasi. Baginya, jika terjadi pro dan kontra itu adalah hal yang biasa. Namun karena tahapan sudah mendahului dan menjadi viral maka terjadi penolakan seperti ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Ketika Raffi Ahmad Umumkan Mundur dari Proyek Beach Club Gunung Kidul di Makkah

4. Belum Keluarkan Perizinan
Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum mengeluarkan perijinan berkaitan rencana investasi Rafi Ahmad tersebut. Dia juga tidak pernah mengeluarkan statetment pemerintah Gunungkidul telah mengeluarkan izin.

Terkait peletakan batu pertama, pensiunan TNI AD ini menandaskan belum dilakukan. Jika beberapa waktu lalu dirinya terlihat bersama Raffi Ahmad di lokasi yang bakal dijadian Beach Club, Sunaryanta menandaskan jika saat itu hanya ingin menikmati keindahan pemandangan Gunungkidul dari atas bukit.

&quot;Kita itu hanya ingin melihat Gunungkidul dari atas gunung. Ternyata indah to,&quot; tambahnya.
5. Pro Investasi



Sunaryanta menegaskan jika pemerintahannya itu pro dengan investasi. Namun investasinya adalah yang sesuai dengan koridor dan peraturan perundangan yang berlaku. Dia meminta kepada investor untuk menaatinya.



Sunaryanta mengakui ada beberapa pihak yang telah menanamkan investasinya di Gunungkidul dan memiliki lahan di wilayah ini. Oleh karenanya pihaknya mendorong agar segera terjadi pembangunan sehingga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.



&quot;Saya selalu berpesan agar 80% hingga 90% tenaga kerjanya diambilkan oleh warga sekitar, &quot;ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
