<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Sarijo, Anggota TNI Asal Bantul Tak Malu Usaha Sampingan Jualan Sate Kronyos</title><description>Memiliki kehidupan yang mapan, berkecukupan dan bisa membahagiakan anak, istri adalah impian semua laki-laki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/16/510/3022266/kisah-sarijo-anggota-tni-asal-bantul-tak-malu-usaha-sampingan-jualan-sate-kronyos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/16/510/3022266/kisah-sarijo-anggota-tni-asal-bantul-tak-malu-usaha-sampingan-jualan-sate-kronyos"/><item><title>Kisah Sarijo, Anggota TNI Asal Bantul Tak Malu Usaha Sampingan Jualan Sate Kronyos</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/16/510/3022266/kisah-sarijo-anggota-tni-asal-bantul-tak-malu-usaha-sampingan-jualan-sate-kronyos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/16/510/3022266/kisah-sarijo-anggota-tni-asal-bantul-tak-malu-usaha-sampingan-jualan-sate-kronyos</guid><pubDate>Minggu 16 Juni 2024 18:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yohanes Demo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/16/510/3022266/kisah-sarijo-anggota-tni-asal-bantul-tak-malu-usaha-sampingan-jualan-sate-kronyos-3friqpkzUb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sarijo, anggota TNI penjual sate kronyos (Foto: Yohanes Demo) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/16/510/3022266/kisah-sarijo-anggota-tni-asal-bantul-tak-malu-usaha-sampingan-jualan-sate-kronyos-3friqpkzUb.jpg</image><title>Sarijo, anggota TNI penjual sate kronyos (Foto: Yohanes Demo) </title></images><description>BANTUL - Memiliki kehidupan yang mapan, berkecukupan dan bisa membahagiakan anak, istri adalah impian semua laki-laki. Tak jarang, seorang kepala keluarga rela melakukan apapun untuk mewujudkan cita-cita itu.
Hal itu pulalah yang dilakukan oleh Sarijo. Pria yang berprofesi sebagai anggota TNI yang kini bertugas di Koramil Panggang, Gunungkidul itu rela berjualan sate kronyos di sela-sela tugasnya sebagai abdi negara.

BACA JUGA:
Ratusan Prajurit TNI AU Dapat Penghargaan, Kasau Ingatkan Alutsista Canggih Segera Tiba

Profesi sebagai penjual sate kronyos itu sudah dilakoni Serda Sarijo sejak tahun 2017 silam. Setiap hari, sepulang dinas, Sarijo berkeliling menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi mencari titik keramaian untuk menjajakan dagangannya.&amp;nbsp;
Awalnya, Sarijo sempat grogi saat berjualan atau melayani pembeli. Akan tetapi, seiring waktu, ia semakin terbiasa dan luwes melayani pembeli yang kian banyak.
&quot;Ya awalnya grogi, tapi setelah seminggu saya jualan sudah biasa,&quot; katanya ditemui disela-sela aktivitasnya berjualan di JJLS, Baros, Hargosari, Kretek, Bantul, Minggu (16/6/2024).
Sarijo mengaku sudah menjadi anggota TNI sejak tahun 1996. Kini, diusianya yang ke 50 tahun, Sarijo mulai berfikir untuk mencari kesibukan ketika saatnya pensiun.
&quot;Awalnya untuk persiapan masa pensiun, biar ketika saya pensiun tetap ada penghasilan dan pekerjaan,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Sore Ini, Lalin Jalur Puncak Bogor Kembali Normal Dua Arah


Semua itu, kata dia, tak lain agar bisa membahagiakan istri dan ketiga anaknya. Terlebih, apa yang dia lakukan tidak merugikan orang lain, dan usahanya halal.

&quot;Kenapa harus malu, asalkan halal, tidak mencuri,&quot; katanya.
Untuk lokasi berjualan, Sarijo awalnya berpindah-pindah. Namun, saking banyaknya pembeli, sekarang ia lebih sering berjualan di depan Kantor Kapanewon, Panggang. Setiap harinya, sepulang berdinas, mulai pukul 14.30 WIB, ia akan mempersiapkan dagangan dengan gerobak motor.
&quot;Jadi yang nyiapin semuanya istri, saya tinggal masukin ke gerobak yang buat keliling,&quot; tuturnya.
Sarijo yang kini tinggal di Dusun Potrobayan, Kalurahan Srihardono, Pundong, Bantul itu mengaku dalam sehari bisa menghabiskan 300-400 tusuk sate kronyos. Satu tusuk sate, ia jual dengan harga Rp2 ribu saja.

BACA JUGA:
Copot Afriansyah Noor dari Jabatan Sekjen, PBB: Untuk Kepentingan Konsolidasi Internal Partai

Tak ada hari libur baginya. Hanya saja, ketika ada tugas dalam kedinasan yang belum selesai, ia tidak berjualan seperti biasanya. &quot;Tetap bagi saya yang utama adalah dinas. Pimpinan juga memaklumi, pesannya ya yang paling utama dinas,&quot; paparnya.
Sementara, salah seorang pembeli, Dwiningsih Handayani warga Bantul mengaku sate kronyos buatan Sarijo memiliki rasa yang nikmat. Pedas, gurih dan manis bercampur menjadi satu rasa yang enak di dalam mulut.
&quot;Saya baru pertama kali coba, soalnya saya biasanya enggak suka sama wanginya. Tapi tadi ini dari wanginya sudah enak, gurih, pedas, asin campur jadi satu, enak,&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Taman Margasatwa Ragunan Tetap Buka Seperti Biasa saat Perayaan Idul Adha 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tak hanya itu, Dwi mengaku tidak menyukai sate kronyos karena biasanya saat dimakan akan meninggalkan sisa lemak yang menempel di mulut. Tetapi, sate kronyos buatan Sarijo sama sekali tidak menempel, meski kandungan lemaknya sangat banyak.



&quot;Kalau lemak itu kan biasanya suka nempel di mulut, ya. Tapi ini enggak, selain nikmat juga enggak nempel,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>BANTUL - Memiliki kehidupan yang mapan, berkecukupan dan bisa membahagiakan anak, istri adalah impian semua laki-laki. Tak jarang, seorang kepala keluarga rela melakukan apapun untuk mewujudkan cita-cita itu.
Hal itu pulalah yang dilakukan oleh Sarijo. Pria yang berprofesi sebagai anggota TNI yang kini bertugas di Koramil Panggang, Gunungkidul itu rela berjualan sate kronyos di sela-sela tugasnya sebagai abdi negara.

BACA JUGA:
Ratusan Prajurit TNI AU Dapat Penghargaan, Kasau Ingatkan Alutsista Canggih Segera Tiba

Profesi sebagai penjual sate kronyos itu sudah dilakoni Serda Sarijo sejak tahun 2017 silam. Setiap hari, sepulang dinas, Sarijo berkeliling menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi mencari titik keramaian untuk menjajakan dagangannya.&amp;nbsp;
Awalnya, Sarijo sempat grogi saat berjualan atau melayani pembeli. Akan tetapi, seiring waktu, ia semakin terbiasa dan luwes melayani pembeli yang kian banyak.
&quot;Ya awalnya grogi, tapi setelah seminggu saya jualan sudah biasa,&quot; katanya ditemui disela-sela aktivitasnya berjualan di JJLS, Baros, Hargosari, Kretek, Bantul, Minggu (16/6/2024).
Sarijo mengaku sudah menjadi anggota TNI sejak tahun 1996. Kini, diusianya yang ke 50 tahun, Sarijo mulai berfikir untuk mencari kesibukan ketika saatnya pensiun.
&quot;Awalnya untuk persiapan masa pensiun, biar ketika saya pensiun tetap ada penghasilan dan pekerjaan,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Sore Ini, Lalin Jalur Puncak Bogor Kembali Normal Dua Arah


Semua itu, kata dia, tak lain agar bisa membahagiakan istri dan ketiga anaknya. Terlebih, apa yang dia lakukan tidak merugikan orang lain, dan usahanya halal.

&quot;Kenapa harus malu, asalkan halal, tidak mencuri,&quot; katanya.
Untuk lokasi berjualan, Sarijo awalnya berpindah-pindah. Namun, saking banyaknya pembeli, sekarang ia lebih sering berjualan di depan Kantor Kapanewon, Panggang. Setiap harinya, sepulang berdinas, mulai pukul 14.30 WIB, ia akan mempersiapkan dagangan dengan gerobak motor.
&quot;Jadi yang nyiapin semuanya istri, saya tinggal masukin ke gerobak yang buat keliling,&quot; tuturnya.
Sarijo yang kini tinggal di Dusun Potrobayan, Kalurahan Srihardono, Pundong, Bantul itu mengaku dalam sehari bisa menghabiskan 300-400 tusuk sate kronyos. Satu tusuk sate, ia jual dengan harga Rp2 ribu saja.

BACA JUGA:
Copot Afriansyah Noor dari Jabatan Sekjen, PBB: Untuk Kepentingan Konsolidasi Internal Partai

Tak ada hari libur baginya. Hanya saja, ketika ada tugas dalam kedinasan yang belum selesai, ia tidak berjualan seperti biasanya. &quot;Tetap bagi saya yang utama adalah dinas. Pimpinan juga memaklumi, pesannya ya yang paling utama dinas,&quot; paparnya.
Sementara, salah seorang pembeli, Dwiningsih Handayani warga Bantul mengaku sate kronyos buatan Sarijo memiliki rasa yang nikmat. Pedas, gurih dan manis bercampur menjadi satu rasa yang enak di dalam mulut.
&quot;Saya baru pertama kali coba, soalnya saya biasanya enggak suka sama wanginya. Tapi tadi ini dari wanginya sudah enak, gurih, pedas, asin campur jadi satu, enak,&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Taman Margasatwa Ragunan Tetap Buka Seperti Biasa saat Perayaan Idul Adha 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tak hanya itu, Dwi mengaku tidak menyukai sate kronyos karena biasanya saat dimakan akan meninggalkan sisa lemak yang menempel di mulut. Tetapi, sate kronyos buatan Sarijo sama sekali tidak menempel, meski kandungan lemaknya sangat banyak.



&quot;Kalau lemak itu kan biasanya suka nempel di mulut, ya. Tapi ini enggak, selain nikmat juga enggak nempel,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
