<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentrok Pelajar di Cianjur, 1 Orang Tewas Bersimbah Darah</title><description>&amp;nbsp;
Akibat kejadian tersebut, satu korban di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya alami luka cukup serius.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/16/525/3022268/bentrok-pelajar-di-cianjur-1-orang-tewas-bersimbah-darah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/16/525/3022268/bentrok-pelajar-di-cianjur-1-orang-tewas-bersimbah-darah"/><item><title>Bentrok Pelajar di Cianjur, 1 Orang Tewas Bersimbah Darah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/16/525/3022268/bentrok-pelajar-di-cianjur-1-orang-tewas-bersimbah-darah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/16/525/3022268/bentrok-pelajar-di-cianjur-1-orang-tewas-bersimbah-darah</guid><pubDate>Minggu 16 Juni 2024 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Mochamad Andi Ichsyan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/16/525/3022268/bentrok-pelajar-di-cianjur-1-orang-tewas-bersimbah-darah-Jiw9GtENzA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/16/525/3022268/bentrok-pelajar-di-cianjur-1-orang-tewas-bersimbah-darah-Jiw9GtENzA.jpg</image><title>Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>CIANJUR - Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang tengah nongkrong menjadi sasaran pembacokan komplotan pelajar yang tiba-tiba menyerang.
Akibat kejadian tersebut, satu korban di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya alami luka cukup serius.

BACA JUGA:
Sore Ini, Lalin Jalur Puncak Bogor Kembali Normal Dua Arah

Dalam rekaman video amatir terlihat warga mengevakuasi  RF (17) yang terkapar dan bersimbah darah di pinggir jalan akibat luka bacokan di bagian bahu kiri atas.
Korban mengalami luka bacokan akibat ditebas menggunakan celurit yang dilakukan komplotan pelajar lain di Kampung Bunikasih Peuntas, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat pada Kamis malam beberapa hari lalu.

BACA JUGA:
Tewaskan Belasan Orang, Gudang Gas Elpiji Terbakar di Denpasar Ternyata Ilegal

Saat kejadian korban tengah berkumpul bersama sejumlah temannya di salah satu warung. Namun, tidak lama kemudian, tiba-tiba komplotan pelajar yang berjumlah sembilan orang menggunakan sepeda motor sambi bawa celurit menyerang dan membacok korban Rizky Firmasnyah dan Fahri Gozali.
Akibat kejadian tersebut, Rizky Firmansyah mengalami luka bacok di bagian bahu kiri atas yang terkapar dan berlumuran darah. Korban yang sempat dievakuasi warga akhirnya meninggal saat perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

BACA JUGA:
Tak Ada Pembagian Hewan Kurban Langsung di Masjid Istiqlal

Untuk kepentingan pemeriksaan petugas kepolisian membawa  jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandung pada Jumat 14 Juni pagi untuk dilakukan autopsi.
Sedangkan Fahri Gozali (17) yang mengalami tiga luka bacok  di bagian tangan kanan atas sempat mendapatkan perawatan medis  di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur. Sejak Jumat pagi, korban Fahri sudah diperbolehkan pulang pihak rumah sakit.



Menurut warga yang juga saksi mata, Wiwi, penyerangan dengan membawa senjata tajam terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB. Selain itu, ia menyebutkan jika pelaku sebanyak sembilan orang dengan menggunakan tiga motor.



Sementara itu, menurut Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto, pihaknya belum bisa memastikan motif dari pelaku pembacokan tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran para pelaku yang melakukan pembacokan.

</description><content:encoded>CIANJUR - Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang tengah nongkrong menjadi sasaran pembacokan komplotan pelajar yang tiba-tiba menyerang.
Akibat kejadian tersebut, satu korban di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya alami luka cukup serius.

BACA JUGA:
Sore Ini, Lalin Jalur Puncak Bogor Kembali Normal Dua Arah

Dalam rekaman video amatir terlihat warga mengevakuasi  RF (17) yang terkapar dan bersimbah darah di pinggir jalan akibat luka bacokan di bagian bahu kiri atas.
Korban mengalami luka bacokan akibat ditebas menggunakan celurit yang dilakukan komplotan pelajar lain di Kampung Bunikasih Peuntas, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat pada Kamis malam beberapa hari lalu.

BACA JUGA:
Tewaskan Belasan Orang, Gudang Gas Elpiji Terbakar di Denpasar Ternyata Ilegal

Saat kejadian korban tengah berkumpul bersama sejumlah temannya di salah satu warung. Namun, tidak lama kemudian, tiba-tiba komplotan pelajar yang berjumlah sembilan orang menggunakan sepeda motor sambi bawa celurit menyerang dan membacok korban Rizky Firmasnyah dan Fahri Gozali.
Akibat kejadian tersebut, Rizky Firmansyah mengalami luka bacok di bagian bahu kiri atas yang terkapar dan berlumuran darah. Korban yang sempat dievakuasi warga akhirnya meninggal saat perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

BACA JUGA:
Tak Ada Pembagian Hewan Kurban Langsung di Masjid Istiqlal

Untuk kepentingan pemeriksaan petugas kepolisian membawa  jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandung pada Jumat 14 Juni pagi untuk dilakukan autopsi.
Sedangkan Fahri Gozali (17) yang mengalami tiga luka bacok  di bagian tangan kanan atas sempat mendapatkan perawatan medis  di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur. Sejak Jumat pagi, korban Fahri sudah diperbolehkan pulang pihak rumah sakit.



Menurut warga yang juga saksi mata, Wiwi, penyerangan dengan membawa senjata tajam terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB. Selain itu, ia menyebutkan jika pelaku sebanyak sembilan orang dengan menggunakan tiga motor.



Sementara itu, menurut Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto, pihaknya belum bisa memastikan motif dari pelaku pembacokan tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran para pelaku yang melakukan pembacokan.

</content:encoded></item></channel></rss>
