<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BPIP: Idul Adha Diharapkan Dapat Hilangkan Ego Setiap Individu</title><description>&quot;Idul Adha adalah salah satu cara untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional,&quot; ujarnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/18/337/3022642/kepala-bpip-idul-adha-diharapkan-dapat-hilangkan-ego-setiap-individu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/18/337/3022642/kepala-bpip-idul-adha-diharapkan-dapat-hilangkan-ego-setiap-individu"/><item><title>Kepala BPIP: Idul Adha Diharapkan Dapat Hilangkan Ego Setiap Individu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/18/337/3022642/kepala-bpip-idul-adha-diharapkan-dapat-hilangkan-ego-setiap-individu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/18/337/3022642/kepala-bpip-idul-adha-diharapkan-dapat-hilangkan-ego-setiap-individu</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2024 00:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/18/337/3022642/kepala-bpip-idul-adha-diharapkan-kurban-dapat-hilangkan-ego-setiap-individu-auvFpg9xBb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/18/337/3022642/kepala-bpip-idul-adha-diharapkan-kurban-dapat-hilangkan-ego-setiap-individu-auvFpg9xBb.jpg</image><title>Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, mengikuti kegiatan penyerahan hewan kurban dari BPIP sekaligus penyembelihan hewan kurban dalam perayaan hari raya Idul Adha 2024 di Kantor Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Jakarta Pusat, Senin (17/6/2024).
LKKNU menyelenggarakan kurban dengan total 23 hewan, terdiri dari 18 ekor kambing dan 5 ekor sapi. Di mana Yudian Wahyudi menegaskan bahwa semangat Idul Adha dapat dianggap sebagai salah satu cara untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional dalam konteks kebangsaan.
&quot;Idul Adha adalah salah satu cara untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional,&quot; ujarnya.
Menurutnya, berpartisipasi dalam penyembelihan hewan kurban mencerminkan komitmen untuk mendorong rekonsiliasi nasional melalui semangat Idul Adha.

BACA JUGA:
Penyaluran Gas pada LIbur Idul Adha Dipastikan Aman

Ia berharap, momen Idul Adha 2024 yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban dapat diartikan sebagai upaya untuk menghilangkan ego dalam diri masing-masing individu.
&quot;(Idul Adha 1445 H) diharapkan (kurban) dapat menghilangkan ego setiap individu,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Idul Adha 2024, Optimalkan Penyaluran Hewan Kurban Cegah Stunting di Daerah Tertinggal

Ia menyatakan bahwa dalam ibadah kurban terdapat dua semangat yang terkait dengan aspek horizontal. Yaitu, hubungan dengan kelestarian alam dan hubungan dengan manusia (masyarakat).
&quot;Beribadah kepada Allah memiliki dua aspek horizontal, yaitu hubungan dengan alam dan dengan manusia,&quot; ujarnya.Yudian Wahyudi menjelaskan, kurban adalah simbol keikhlasan. Namun dengan catatan, praktik ini tidak boleh merusak keberlanjutan ekosistem hewan yang disembelih.
&quot;(Maka itu) memilih hewan kurban yang sudah lanjut usia. Ini untuk menjaga kelangsungan proses perkembangbiakan mereka. Dengan berkurban, kita juga berperan dalam menjaga kelestarian alam,&quot; katanya.
Ibadah kurban berfungsi sebagai sarana untuk berbagi, yang mencerminkan semangat gotong royong di dalamnya. &quot;Ini juga sebagai lambang berbagi, memberikan sesuatu yang sangat berharga, yaitu daging. Secara tradisional, Idul Adha merupakan bagian dari semangat gotong-royong.&quot;, jelasnya.
Prof Yudian menekankan bahwa momen Idul Adha 2024 bukan sekadar ritual keagamaan. Tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai keikhlasan dan saling berbagi dalam masyarakat.
Pembina Jemaah LKKNU, KH Sultonul Huda menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan mendukung kegiatan penyembelihan hewan kurban dengan tema &amp;ldquo;Jamaah LKKNU Qurban Kemenangan.&amp;rdquo;
&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah ikut serta dalam mensukseskan acara berbagi kurban tahun ini. Terutama BPIP yang sudah menyerahkan hewan kurbannya kepada kami, Terima kasih juga kepada Prof. Yudian atas perkenan kehadirannya dalam prosesi penyembelihan. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, mengikuti kegiatan penyerahan hewan kurban dari BPIP sekaligus penyembelihan hewan kurban dalam perayaan hari raya Idul Adha 2024 di Kantor Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Jakarta Pusat, Senin (17/6/2024).
LKKNU menyelenggarakan kurban dengan total 23 hewan, terdiri dari 18 ekor kambing dan 5 ekor sapi. Di mana Yudian Wahyudi menegaskan bahwa semangat Idul Adha dapat dianggap sebagai salah satu cara untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional dalam konteks kebangsaan.
&quot;Idul Adha adalah salah satu cara untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional,&quot; ujarnya.
Menurutnya, berpartisipasi dalam penyembelihan hewan kurban mencerminkan komitmen untuk mendorong rekonsiliasi nasional melalui semangat Idul Adha.

BACA JUGA:
Penyaluran Gas pada LIbur Idul Adha Dipastikan Aman

Ia berharap, momen Idul Adha 2024 yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban dapat diartikan sebagai upaya untuk menghilangkan ego dalam diri masing-masing individu.
&quot;(Idul Adha 1445 H) diharapkan (kurban) dapat menghilangkan ego setiap individu,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Idul Adha 2024, Optimalkan Penyaluran Hewan Kurban Cegah Stunting di Daerah Tertinggal

Ia menyatakan bahwa dalam ibadah kurban terdapat dua semangat yang terkait dengan aspek horizontal. Yaitu, hubungan dengan kelestarian alam dan hubungan dengan manusia (masyarakat).
&quot;Beribadah kepada Allah memiliki dua aspek horizontal, yaitu hubungan dengan alam dan dengan manusia,&quot; ujarnya.Yudian Wahyudi menjelaskan, kurban adalah simbol keikhlasan. Namun dengan catatan, praktik ini tidak boleh merusak keberlanjutan ekosistem hewan yang disembelih.
&quot;(Maka itu) memilih hewan kurban yang sudah lanjut usia. Ini untuk menjaga kelangsungan proses perkembangbiakan mereka. Dengan berkurban, kita juga berperan dalam menjaga kelestarian alam,&quot; katanya.
Ibadah kurban berfungsi sebagai sarana untuk berbagi, yang mencerminkan semangat gotong royong di dalamnya. &quot;Ini juga sebagai lambang berbagi, memberikan sesuatu yang sangat berharga, yaitu daging. Secara tradisional, Idul Adha merupakan bagian dari semangat gotong-royong.&quot;, jelasnya.
Prof Yudian menekankan bahwa momen Idul Adha 2024 bukan sekadar ritual keagamaan. Tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai keikhlasan dan saling berbagi dalam masyarakat.
Pembina Jemaah LKKNU, KH Sultonul Huda menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan mendukung kegiatan penyembelihan hewan kurban dengan tema &amp;ldquo;Jamaah LKKNU Qurban Kemenangan.&amp;rdquo;
&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah ikut serta dalam mensukseskan acara berbagi kurban tahun ini. Terutama BPIP yang sudah menyerahkan hewan kurbannya kepada kami, Terima kasih juga kepada Prof. Yudian atas perkenan kehadirannya dalam prosesi penyembelihan. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
