<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selama Idul Adha, Gangguan Keamanan Turun 23,26 Persen</title><description>Di sisi lain Trunoyudo memerinci tren kejahatan yang terjadi pada Senin 17 Juni 2024 sebanyak 848 kasus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/18/337/3022868/selama-idul-adha-gangguan-keamanan-turun-23-26-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/18/337/3022868/selama-idul-adha-gangguan-keamanan-turun-23-26-persen"/><item><title>Selama Idul Adha, Gangguan Keamanan Turun 23,26 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/18/337/3022868/selama-idul-adha-gangguan-keamanan-turun-23-26-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/18/337/3022868/selama-idul-adha-gangguan-keamanan-turun-23-26-persen</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2024 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/18/337/3022868/selama-idul-adha-gangguan-keamanan-turun-23-26-persen-iWNUT4aPuU.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/18/337/3022868/selama-idul-adha-gangguan-keamanan-turun-23-26-persen-iWNUT4aPuU.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - Polri mengungkap angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menurun saat Hari Raya Iduladha Senin 17 Juni 2024, jika dibanding hari sebelumnya, Minggu, 16 Juni 2024.

&quot;Trend gangguan keamanan secara kuantitas mengalami turun sebanyak 276 kasus 23,26 persen, pada Minggu, 16 Juni 2024 terjadi sebanyak 1.160 kasus, sedangkan pada Senin, 17 Juni 2024 terjadi sebanyak 890 kasus,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi, Selasa (18/6/2024).

Di sisi lain Trunoyudo memerinci tren kejahatan yang terjadi  pada Senin 17 Juni 2024 sebanyak 848 kasus. Di antaranya, tindak pidana ringan (tipiring) 15 kasus, dan gangguan lainnya 27 kejadian.


BACA JUGA:
Tim SAR Berjibaku Cari Jasad Bunga yang Tenggalam saat Idul Adha di Kali Adem Jakut


Angka tersebut, kata Trunoyudo, mengalami penurunan sebanyak 23,28 persen jika dibandingkan Minggu 16 Juni 2024.

&quot;Pada hari Minggu, 16 Juni 2024 terjadi sebanyak 1.098 kasus, sedangkan pada hari Senin, 17 Juni 2024 terjadi sebanyak 848 kasus,&quot; katanya.

Rinciannya, gangguan kejahatan konvensional sebanyak 800 kasus, kejahatan transnasional 41 kasus. Lalu, kejahatan terhadap kekayaan negara tujuh kasus. Namun Trunoyudo tak memerinci soal kasus tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Polri mengungkap angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menurun saat Hari Raya Iduladha Senin 17 Juni 2024, jika dibanding hari sebelumnya, Minggu, 16 Juni 2024.

&quot;Trend gangguan keamanan secara kuantitas mengalami turun sebanyak 276 kasus 23,26 persen, pada Minggu, 16 Juni 2024 terjadi sebanyak 1.160 kasus, sedangkan pada Senin, 17 Juni 2024 terjadi sebanyak 890 kasus,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi, Selasa (18/6/2024).

Di sisi lain Trunoyudo memerinci tren kejahatan yang terjadi  pada Senin 17 Juni 2024 sebanyak 848 kasus. Di antaranya, tindak pidana ringan (tipiring) 15 kasus, dan gangguan lainnya 27 kejadian.


BACA JUGA:
Tim SAR Berjibaku Cari Jasad Bunga yang Tenggalam saat Idul Adha di Kali Adem Jakut


Angka tersebut, kata Trunoyudo, mengalami penurunan sebanyak 23,28 persen jika dibandingkan Minggu 16 Juni 2024.

&quot;Pada hari Minggu, 16 Juni 2024 terjadi sebanyak 1.098 kasus, sedangkan pada hari Senin, 17 Juni 2024 terjadi sebanyak 848 kasus,&quot; katanya.

Rinciannya, gangguan kejahatan konvensional sebanyak 800 kasus, kejahatan transnasional 41 kasus. Lalu, kejahatan terhadap kekayaan negara tujuh kasus. Namun Trunoyudo tak memerinci soal kasus tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
