<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geger, Warga Ruteng Temukan Mayat Bocah 4 Tahun Terapung di Sungai</title><description>Martinus Ronal ayah dari korban mengisahkan kalau anaknya telah hilang dari rumah sejak Selasa (18/6/2024), pukul 09.30.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/18/340/3022916/geger-warga-ruteng-temukan-mayat-bocah-4-tahun-terapung-di-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/18/340/3022916/geger-warga-ruteng-temukan-mayat-bocah-4-tahun-terapung-di-sungai"/><item><title>Geger, Warga Ruteng Temukan Mayat Bocah 4 Tahun Terapung di Sungai</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/18/340/3022916/geger-warga-ruteng-temukan-mayat-bocah-4-tahun-terapung-di-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/18/340/3022916/geger-warga-ruteng-temukan-mayat-bocah-4-tahun-terapung-di-sungai</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2024 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iren Leleng</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/18/340/3022916/geger-warga-ruteng-temukan-mayat-bocah-4-tahun-terapung-di-sungai-x8MsrAGmG4.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/18/340/3022916/geger-warga-ruteng-temukan-mayat-bocah-4-tahun-terapung-di-sungai-x8MsrAGmG4.JPG</image><title></title></images><description>RUTENG - Sosok mayat bocah berjenis kelamin laki - laki (4) tahun ditemukan oleh warga Ruteng, Langke Rembong, Manggarai , Nusa Tenggara Timur (NTT) terapung di sungai, tepatnya di bawa kolong jembatan dekat Gereja Katedral Ruteng. Selasa, (18/06/2024).

Mayat bocah itu pertama kali ditemukan oleh Deni warga Ruteng, pada Selasa (18/6/2024) siang sekitar pukul 12.30 wita dalam keadaan terapung dan tidak bernyawa.

Martinus Ronal ayah dari korban mengisahkan kalau anaknya telah hilang dari rumah sejak Selasa (18/6/2024), pukul 09.30.

Martinus menjelaskan bahwa, pada saat anaknya (AF) menghilang dari rumah, dirinya tidak berada dirumah, karena sedang melakukan aktivitasnya sehari-hari sebagai kepala rumah tangga.


BACA JUGA:
Heboh Penemuan Mayat Pria Mengapung di Sungai Bango, Awalnya Dikira Boneka&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Dikatakan Martinus bahwa, AF keluar dari rumah melalui pintu belakang, dan mengunci pintu dari luar.

Martinus menduga, anaknya AF  jalan melalui kali Wae Locak, yang berada di belakang rumah Martinus, hingga akhirnya ditemukan tidak bernyawa di kolong jembatan samping kiri Gereja Katedral baru.

&quot;Dari tadi saya cari anak saya pak, saat dia sudah menghilang dari rumah. Di belakang kali pun saya cari, namun tidak ditemukan. Karena tidak ditemukan, saya pun lari ke rumah adat (mbaru gendang) Rowang meminta gong untuk melakukan pencarian menggunakan adat Manggarai dengan memukul gong.&amp;rdquo;
</description><content:encoded>RUTENG - Sosok mayat bocah berjenis kelamin laki - laki (4) tahun ditemukan oleh warga Ruteng, Langke Rembong, Manggarai , Nusa Tenggara Timur (NTT) terapung di sungai, tepatnya di bawa kolong jembatan dekat Gereja Katedral Ruteng. Selasa, (18/06/2024).

Mayat bocah itu pertama kali ditemukan oleh Deni warga Ruteng, pada Selasa (18/6/2024) siang sekitar pukul 12.30 wita dalam keadaan terapung dan tidak bernyawa.

Martinus Ronal ayah dari korban mengisahkan kalau anaknya telah hilang dari rumah sejak Selasa (18/6/2024), pukul 09.30.

Martinus menjelaskan bahwa, pada saat anaknya (AF) menghilang dari rumah, dirinya tidak berada dirumah, karena sedang melakukan aktivitasnya sehari-hari sebagai kepala rumah tangga.


BACA JUGA:
Heboh Penemuan Mayat Pria Mengapung di Sungai Bango, Awalnya Dikira Boneka&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Dikatakan Martinus bahwa, AF keluar dari rumah melalui pintu belakang, dan mengunci pintu dari luar.

Martinus menduga, anaknya AF  jalan melalui kali Wae Locak, yang berada di belakang rumah Martinus, hingga akhirnya ditemukan tidak bernyawa di kolong jembatan samping kiri Gereja Katedral baru.

&quot;Dari tadi saya cari anak saya pak, saat dia sudah menghilang dari rumah. Di belakang kali pun saya cari, namun tidak ditemukan. Karena tidak ditemukan, saya pun lari ke rumah adat (mbaru gendang) Rowang meminta gong untuk melakukan pencarian menggunakan adat Manggarai dengan memukul gong.&amp;rdquo;
</content:encoded></item></channel></rss>
