<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Banjir dan Longsor Terjang Nias Barat, 4 Ribu Jiwa Terdampak</title><description>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat, banjir dan tanah longsor terjadi pukul 18.00 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/18/608/3022861/banjir-dan-longsor-terjang-nias-barat-4-ribu-jiwa-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/18/608/3022861/banjir-dan-longsor-terjang-nias-barat-4-ribu-jiwa-terdampak"/><item><title> Banjir dan Longsor Terjang Nias Barat, 4 Ribu Jiwa Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/18/608/3022861/banjir-dan-longsor-terjang-nias-barat-4-ribu-jiwa-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/18/608/3022861/banjir-dan-longsor-terjang-nias-barat-4-ribu-jiwa-terdampak</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2024 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/18/608/3022861/banjir-dan-longsor-terjang-nias-barat-4-ribu-jiwa-terdampak-NcMpVs1T7p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Nias Barat (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/18/608/3022861/banjir-dan-longsor-terjang-nias-barat-4-ribu-jiwa-terdampak-NcMpVs1T7p.jpg</image><title>Banjir di Nias Barat (Foto: BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTg1Ny81L3g5MGgzbjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Banjir dan tanah longsor dipicu curah hujan yang tinggi di sertai angin kencang yang terus menerus mengakibatkan debit air meningkat melebihi daya tampung sungai Moro&amp;rsquo;o di Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara pada Minggu (16/6/2024)
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat, banjir dan tanah longsor terjadi pukul 18.00 WIB.
&quot;Pasca bencana menyebabkan sebanyak 1.000 Kepala Keluarga atau 4.000 jiwa terdampak. Kerugian materil 1.000 unit rumah terdampak. Perkebunan, dan area persawahan mengalami kerusakan,&quot; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (18/6/2024).

BACA JUGA:
Peternak Kambing Ini Banjir Pembeli, Sukses Kembangkan Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Adapun wilayah terdampak meliputi Desa Simae&amp;rsquo;asi, Iraonogambo, Sisobambowo, Sisarahili di Kecamatan mandrehe. Desa Lolohio, Iraonogeba, Ononamolo II, Lasarabagawu, Sisobandrao di Kecamatan Mandrehe Barat. Desa Sisobambowo, Lologundre, Iraonogaila, Ono waembo, Tiga Serangkai di Kecamatan Lahomi. Desa Lahagu di Kecamatan Mandrehe Utara. Desa Ono Zalukhu You, Hilisoromi dan Lasarabahili di Kecamatan Moro&amp;rsquo;o.
Penanganan banjir dan tanah longsor BPBD Kabupaten Nias Barat Melakukan kaji cepat dan melakukan perbaikan kerusakan tebing aliran sungai, jembatan dan bahu jalan. Kondisi terkini banjir berangsur surut.

BACA JUGA:
Proyek Pengendalian Rob di Semarang Rampung Agustus, Bisa Tahan Banjir 30 Tahun
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika wilayah Kabupaten Nias Barat berpotensi curah hujan lebat ke depan.

Hujan lebat ini berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas sehari-hari.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan menghindari daerah rawan bencana selama periode tersebut.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTg1Ny81L3g5MGgzbjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Banjir dan tanah longsor dipicu curah hujan yang tinggi di sertai angin kencang yang terus menerus mengakibatkan debit air meningkat melebihi daya tampung sungai Moro&amp;rsquo;o di Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara pada Minggu (16/6/2024)
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat, banjir dan tanah longsor terjadi pukul 18.00 WIB.
&quot;Pasca bencana menyebabkan sebanyak 1.000 Kepala Keluarga atau 4.000 jiwa terdampak. Kerugian materil 1.000 unit rumah terdampak. Perkebunan, dan area persawahan mengalami kerusakan,&quot; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (18/6/2024).

BACA JUGA:
Peternak Kambing Ini Banjir Pembeli, Sukses Kembangkan Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Adapun wilayah terdampak meliputi Desa Simae&amp;rsquo;asi, Iraonogambo, Sisobambowo, Sisarahili di Kecamatan mandrehe. Desa Lolohio, Iraonogeba, Ononamolo II, Lasarabagawu, Sisobandrao di Kecamatan Mandrehe Barat. Desa Sisobambowo, Lologundre, Iraonogaila, Ono waembo, Tiga Serangkai di Kecamatan Lahomi. Desa Lahagu di Kecamatan Mandrehe Utara. Desa Ono Zalukhu You, Hilisoromi dan Lasarabahili di Kecamatan Moro&amp;rsquo;o.
Penanganan banjir dan tanah longsor BPBD Kabupaten Nias Barat Melakukan kaji cepat dan melakukan perbaikan kerusakan tebing aliran sungai, jembatan dan bahu jalan. Kondisi terkini banjir berangsur surut.

BACA JUGA:
Proyek Pengendalian Rob di Semarang Rampung Agustus, Bisa Tahan Banjir 30 Tahun
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika wilayah Kabupaten Nias Barat berpotensi curah hujan lebat ke depan.

Hujan lebat ini berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas sehari-hari.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan menghindari daerah rawan bencana selama periode tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
