<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Militer Israel Tingkatkan Kesiapan Perang Lawan Hizbullah di Lebanon</title><description>Wali Kota Haifa Yona Yahav mengatakan video Hizbullah adalah teror psikologis terhadap penduduk Haifa dan wilayah utara.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/19/18/3023084/militer-israel-tingkatkan-kesiapan-perang-lawan-hizbullah-di-lebanon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/19/18/3023084/militer-israel-tingkatkan-kesiapan-perang-lawan-hizbullah-di-lebanon"/><item><title>Militer Israel Tingkatkan Kesiapan Perang Lawan Hizbullah di Lebanon</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/19/18/3023084/militer-israel-tingkatkan-kesiapan-perang-lawan-hizbullah-di-lebanon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/19/18/3023084/militer-israel-tingkatkan-kesiapan-perang-lawan-hizbullah-di-lebanon</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2024 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/19/18/3023084/militer-israel-tingkatkan-kesiapan-perang-lawan-hizbullah-di-lebanon-s0fjnR4p0o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Militer Israel tingkatkan kesiapan perang lawan Hizbullah di Lebanon (Foto: CNN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/19/18/3023084/militer-israel-tingkatkan-kesiapan-perang-lawan-hizbullah-di-lebanon-s0fjnR4p0o.jpg</image><title>Militer Israel tingkatkan kesiapan perang lawan Hizbullah di Lebanon (Foto: CNN)</title></images><description>ISRAEL &amp;ndash; Israel telah bersiap menghadapi kemungkinan kegagalan upaya diplomatik untuk mengurangi permusuhan dengan Hizbullah. militer Israel juga mengatakan mereka telah menyetujui dan memvalidasi rencana operasional untuk serangan di Lebanon dan membuat keputusan untuk meningkatkan kesiapan pasukan di lapangan.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah pernyataan mengatakan rencana tersebut disetujui oleh komandan Komando Utara dan kepala Direktorat Operasi selama penilaian situasi bersama untuk mempersiapkan kelanjutan pertempuran.

BACA JUGA:
AS Berusaha Keras Cegah Perang yang Lebih Besar Antara Israel dan Hizbullah

Keputusan ini diambil setelah Hizbullah menerbitkan video berdurasi 9 menit 31 detik yang menurut mereka merupakan rekaman yang dikumpulkan dari pesawat pengintainya di lokasi-lokasi di Israel. Termasuk pelabuhan laut dan udara kota Haifa. Haifa berjarak 27 km (17 mil) dari perbatasan Lebanon.


BACA JUGA:
Hizbullah Rilis Video Rekaman Pesawat Pengintainya Tunjukkan Lokasi-Lokasi Israel, Termasuk Pelabuhan Laut dan Udara&amp;nbsp;

Wali Kota Haifa Yona Yahav mengatakan video Hizbullah adalah teror psikologis terhadap penduduk Haifa dan wilayah utara.


Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz pada Selasa (18/6/2024) memperingatkan bahwa keputusan perang habis-habisan dengan Hizbullah akan segera diambil, bahkan ketika Amerika Serikat (AS) berusaha mencegah eskalasi apa pun.
Meski persetujuan atas rencana operasional tersebut tidak berarti perang antara Israel dan Hizbullah akan segera terjadi, namun hal ini menandakan bahwa Israel bermaksud siap menghadapi skenario seperti itu.
Hizbullah telah menembakkan lebih dari 5.000 roket, rudal, dan drone ke Israel utara sejak 7 Oktober, mengklaim bahwa serangan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.



Hizbullah pernah mengatakan di masa lalu bahwa mereka hanya akan berhenti menembaki Israel jika Israel menghentikan perang di Gaza.



Sementara itu, Israel telah melakukan ratusan serangan di Lebanon dan mengevakuasi sekitar 60.000 penduduk dari perbatasan utara. Lebih dari 90.000 warga Lebanon juga telah meninggalkan rumah mereka di daerah tersebut.



Amerika Serikat (AS) telah berupaya melakukan jalur diplomatik untuk menghindari perang yang lebih luas yang dapat menyebar ke wilayah tersebut, dengan mengirim utusan khusus Amos Hochstein ke Israel dan Lebanon minggu ini untuk mencoba meredakan ketegangan.

</description><content:encoded>ISRAEL &amp;ndash; Israel telah bersiap menghadapi kemungkinan kegagalan upaya diplomatik untuk mengurangi permusuhan dengan Hizbullah. militer Israel juga mengatakan mereka telah menyetujui dan memvalidasi rencana operasional untuk serangan di Lebanon dan membuat keputusan untuk meningkatkan kesiapan pasukan di lapangan.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah pernyataan mengatakan rencana tersebut disetujui oleh komandan Komando Utara dan kepala Direktorat Operasi selama penilaian situasi bersama untuk mempersiapkan kelanjutan pertempuran.

BACA JUGA:
AS Berusaha Keras Cegah Perang yang Lebih Besar Antara Israel dan Hizbullah

Keputusan ini diambil setelah Hizbullah menerbitkan video berdurasi 9 menit 31 detik yang menurut mereka merupakan rekaman yang dikumpulkan dari pesawat pengintainya di lokasi-lokasi di Israel. Termasuk pelabuhan laut dan udara kota Haifa. Haifa berjarak 27 km (17 mil) dari perbatasan Lebanon.


BACA JUGA:
Hizbullah Rilis Video Rekaman Pesawat Pengintainya Tunjukkan Lokasi-Lokasi Israel, Termasuk Pelabuhan Laut dan Udara&amp;nbsp;

Wali Kota Haifa Yona Yahav mengatakan video Hizbullah adalah teror psikologis terhadap penduduk Haifa dan wilayah utara.


Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz pada Selasa (18/6/2024) memperingatkan bahwa keputusan perang habis-habisan dengan Hizbullah akan segera diambil, bahkan ketika Amerika Serikat (AS) berusaha mencegah eskalasi apa pun.
Meski persetujuan atas rencana operasional tersebut tidak berarti perang antara Israel dan Hizbullah akan segera terjadi, namun hal ini menandakan bahwa Israel bermaksud siap menghadapi skenario seperti itu.
Hizbullah telah menembakkan lebih dari 5.000 roket, rudal, dan drone ke Israel utara sejak 7 Oktober, mengklaim bahwa serangan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.



Hizbullah pernah mengatakan di masa lalu bahwa mereka hanya akan berhenti menembaki Israel jika Israel menghentikan perang di Gaza.



Sementara itu, Israel telah melakukan ratusan serangan di Lebanon dan mengevakuasi sekitar 60.000 penduduk dari perbatasan utara. Lebih dari 90.000 warga Lebanon juga telah meninggalkan rumah mereka di daerah tersebut.



Amerika Serikat (AS) telah berupaya melakukan jalur diplomatik untuk menghindari perang yang lebih luas yang dapat menyebar ke wilayah tersebut, dengan mengirim utusan khusus Amos Hochstein ke Israel dan Lebanon minggu ini untuk mencoba meredakan ketegangan.

</content:encoded></item></channel></rss>
