<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km</title><description>Letusan awan panas Gunung Merapi meluncur setinggi 1,5 km.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/19/337/3023019/gunung-merapi-erupsi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-5-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/19/337/3023019/gunung-merapi-erupsi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-5-km"/><item><title>Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/19/337/3023019/gunung-merapi-erupsi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-5-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/19/337/3023019/gunung-merapi-erupsi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-5-km</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2024 00:43 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/19/337/3023019/gunung-merapi-erupsi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-5-km-eXXTKFecTT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi erupsi (Foto: BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/19/337/3023019/gunung-merapi-erupsi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-5-km-eXXTKFecTT.jpg</image><title>Gunung Merapi erupsi (Foto: BPPTKG)</title></images><description>JAKARTA - Gunung Merapi kembali erupsi pada Selasa (18/6/2024) pukul 20.55 WIB. Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan awan panas meluncur setinggi 1,5 km.

&quot;Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung #Merapi tanggal 18 Juni 2024 pada pukul 20:55 WIB dengan Amplitudo max 37 mm, durasi 149.52 detik, estimasi jarak luncur 1.500 meter ke Kali Bebeng/Krasak, arah angin ke Barat Daya,&quot; tulis BPPTKG dalam media sosialnya.

BACA JUGA:
Toko Kayu di Sleman Terbakar Hebat saat Ditinggal Tidur Pengelolanya


Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan. BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer (Km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau hingga radius 3 km dari puncak.

&quot;Dari data pemantauan, suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,&quot; tulis BPPTKG.

BACA JUGA:
Tragis, Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 3 Gedung Gym


BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar dan Awan Panas Guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Merapi kembali erupsi pada Selasa (18/6/2024) pukul 20.55 WIB. Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan awan panas meluncur setinggi 1,5 km.

&quot;Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung #Merapi tanggal 18 Juni 2024 pada pukul 20:55 WIB dengan Amplitudo max 37 mm, durasi 149.52 detik, estimasi jarak luncur 1.500 meter ke Kali Bebeng/Krasak, arah angin ke Barat Daya,&quot; tulis BPPTKG dalam media sosialnya.

BACA JUGA:
Toko Kayu di Sleman Terbakar Hebat saat Ditinggal Tidur Pengelolanya


Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan. BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer (Km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau hingga radius 3 km dari puncak.

&quot;Dari data pemantauan, suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,&quot; tulis BPPTKG.

BACA JUGA:
Tragis, Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 3 Gedung Gym


BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar dan Awan Panas Guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.</content:encoded></item></channel></rss>
