<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelombang Panas di Delhi Picu Permintaan Listrik Melonjak hingga Pecahkan Rekor Tertinggi 8.467 MW</title><description>Suhu berkisar antara 44-45C di kota dan wilayah lain di India utara selama berminggu-minggu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/20/18/3023532/gelombang-panas-di-delhi-picu-permintaan-listrik-melonjak-hingga-pecahkan-rekor-tertinggi-8-467-mw</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/20/18/3023532/gelombang-panas-di-delhi-picu-permintaan-listrik-melonjak-hingga-pecahkan-rekor-tertinggi-8-467-mw"/><item><title>Gelombang Panas di Delhi Picu Permintaan Listrik Melonjak hingga Pecahkan Rekor Tertinggi 8.467 MW</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/20/18/3023532/gelombang-panas-di-delhi-picu-permintaan-listrik-melonjak-hingga-pecahkan-rekor-tertinggi-8-467-mw</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/20/18/3023532/gelombang-panas-di-delhi-picu-permintaan-listrik-melonjak-hingga-pecahkan-rekor-tertinggi-8-467-mw</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2024 06:08 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/20/18/3023532/gelombang-panas-di-delhi-picu-permintaan-listrik-melonjak-hingga-pecahkan-rekor-tertinggi-8-467-mw-XC4JMD6gTX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gelombang panas di Delhi picu permintaan listrik melonjak hingga picu pecahkan rekor tertinggi (Foto: CNBC TV18)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/20/18/3023532/gelombang-panas-di-delhi-picu-permintaan-listrik-melonjak-hingga-pecahkan-rekor-tertinggi-8-467-mw-XC4JMD6gTX.jpg</image><title>Gelombang panas di Delhi picu permintaan listrik melonjak hingga picu pecahkan rekor tertinggi (Foto: CNBC TV18)</title></images><description>INDIA - Ibu kota India, Delhi, terguncang akibat gelombang panas berkepanjangan yang menyebabkan permintaan listrik melonjak hingga mencapai rekor 8.647 megawatt (MW) pada minggu ini.
Suhu berkisar antara 44-45C di kota dan wilayah lain di India utara selama berminggu-minggu.
Meluasnya penggunaan peralatan pendingin seperti AC telah memberikan tekanan pada sumber daya, yang menyebabkan seringnya pemadaman listrik di Delhi.


BACA JUGA:
Gelombang Panas Tewaskan 56 Orang di India, Catat 25.000 Kasus Heat Stroke dari Maret hingga Mei

Rekor tertinggi di ibu kota pada Selasa (18/6/2024) terjadi sehari setelah India bagian utara mencatat konsumsi listrik puncak sebesar 89.000 MW.

BACA JUGA:
India Dilanda Gelombang Panas Parah, Suhu Hampir Mencapai 50 Derajat C

Permintaan listrik di Delhi telah memecahkan banyak rekor pada musim ini, yang pertama pada tanggal 22 Mei ketika mencapai 8.000 MW.
Pada Senin (17/6/2024), bandara kota tersebut mengalami pemadaman listrik yang berlangsung beberapa menit dan berdampak pada layanan di terminal.
Dikutip BBC, gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan penumpang berdiri dalam antrean panjang di konter check-in sementara staf maskapai menunggu komputer mereka menyala kembali.
Kota ini juga sedang berjuang melawan krisis air yang parah. Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan massa yang memegang ember memadati truk air.Departemen cuaca mengatakan gelombang panas di India utara kemungkinan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Lusinan orang telah meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan panas sejak bulan Maret, ketika musim panas tiba.

Pada minggu pertama bulan Juni, lebih dari 50 orang tewas akibat panas dalam kurun waktu tiga hari di negara bagian utara Uttar Pradesh dan negara bagian timur laut Odisha (sebelumnya Orissa).

Musim panas di India biasanya panas dan lembap, namun tahun ini, panasnya sangat parah dengan gelombang panas yang lebih lama, lebih intens, dan sering terjadi.

Pada Selasa (18/6/2024), departemen cuaca mengatakan negara itu juga kemungkinan akan menerima curah hujan di bawah normal pada bulan Juni.

</description><content:encoded>INDIA - Ibu kota India, Delhi, terguncang akibat gelombang panas berkepanjangan yang menyebabkan permintaan listrik melonjak hingga mencapai rekor 8.647 megawatt (MW) pada minggu ini.
Suhu berkisar antara 44-45C di kota dan wilayah lain di India utara selama berminggu-minggu.
Meluasnya penggunaan peralatan pendingin seperti AC telah memberikan tekanan pada sumber daya, yang menyebabkan seringnya pemadaman listrik di Delhi.


BACA JUGA:
Gelombang Panas Tewaskan 56 Orang di India, Catat 25.000 Kasus Heat Stroke dari Maret hingga Mei

Rekor tertinggi di ibu kota pada Selasa (18/6/2024) terjadi sehari setelah India bagian utara mencatat konsumsi listrik puncak sebesar 89.000 MW.

BACA JUGA:
India Dilanda Gelombang Panas Parah, Suhu Hampir Mencapai 50 Derajat C

Permintaan listrik di Delhi telah memecahkan banyak rekor pada musim ini, yang pertama pada tanggal 22 Mei ketika mencapai 8.000 MW.
Pada Senin (17/6/2024), bandara kota tersebut mengalami pemadaman listrik yang berlangsung beberapa menit dan berdampak pada layanan di terminal.
Dikutip BBC, gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan penumpang berdiri dalam antrean panjang di konter check-in sementara staf maskapai menunggu komputer mereka menyala kembali.
Kota ini juga sedang berjuang melawan krisis air yang parah. Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan massa yang memegang ember memadati truk air.Departemen cuaca mengatakan gelombang panas di India utara kemungkinan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Lusinan orang telah meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan panas sejak bulan Maret, ketika musim panas tiba.

Pada minggu pertama bulan Juni, lebih dari 50 orang tewas akibat panas dalam kurun waktu tiga hari di negara bagian utara Uttar Pradesh dan negara bagian timur laut Odisha (sebelumnya Orissa).

Musim panas di India biasanya panas dan lembap, namun tahun ini, panasnya sangat parah dengan gelombang panas yang lebih lama, lebih intens, dan sering terjadi.

Pada Selasa (18/6/2024), departemen cuaca mengatakan negara itu juga kemungkinan akan menerima curah hujan di bawah normal pada bulan Juni.

</content:encoded></item></channel></rss>
