<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SYL ke Papua, Kementan Beli Rompi Anti Peluru</title><description>Terungkapnya pembelian rompi ini bermua ketika Jaksa KPK, Meyer Simanjuntak menanyakan Hatta soal Karina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/20/337/3023536/syl-ke-papua-kementan-beli-rompi-anti-peluru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/20/337/3023536/syl-ke-papua-kementan-beli-rompi-anti-peluru"/><item><title>SYL ke Papua, Kementan Beli Rompi Anti Peluru</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/20/337/3023536/syl-ke-papua-kementan-beli-rompi-anti-peluru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/20/337/3023536/syl-ke-papua-kementan-beli-rompi-anti-peluru</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2024 06:21 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/20/337/3023536/syl-ke-papua-kementan-beli-rompi-anti-peluru-IPmBSG29Oh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/20/337/3023536/syl-ke-papua-kementan-beli-rompi-anti-peluru-IPmBSG29Oh.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Eks Direktur Alat dan Mesin Kementerian Pertanian (Kementan), Muhammad Hatta menyatakan dirinya pernah membeli rompi anti peluru untuk mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Rompi tersebut disiapkan untuk kunjungan SYL ke Papua.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi saksi mahkota dalam sidang dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementan dengan terdakwa SYL dan eks Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono.

Terungkapnya pembelian rompi ini bermua ketika Jaksa KPK, Meyer Simanjuntak menanyakan Hatta soal Karina. Usut punya usut, Karina merupakan staf Biro Umum yang menyerahkan ke Hatta uang untuk pembelian rompi.


BACA JUGA:
 Setelah Kasdi, Kini Giliran Muhammad Hatta jadi Saksi Mahkota Kasus SYL&amp;nbsp; &amp;nbsp;


&quot;Pernahkah saksi menerima uang baik tunai maupun transferan, kemarin Karina sudah dijelaskan ada buktinya semua ya, dari Karina?,&quot; tanya Meyer di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/6/2024).

&quot;Dari Karina seingat saya pernah sekali terkait dengan pembayaran rompi anti peluru,&quot; jawab Saksi.

&quot;Rompi anti peluru, untuk siapa ini rompi anti pelurunya?,&quot; cecar Jaksa.

&quot;Untuk menteri,&quot; jawab Saksi.

&quot;Nilainya berapa?,&quot; tanya Jaksa lagi.

&quot;Itu kalau nggak salah seingat saya Rp50 juta,&quot; timpal Saksi.
Hatta menyebutkan, adanya pembelian rompi anti peluru merupakan saran dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ketika SYL akan berkunjung ke Bumi Cendrawasih itu.



&quot;Itu (rompi anti peluru) dipakai Pak Menteri pada saat itu ke Papua,&quot; kata Hatta.



Bukan hanya satu, Hatta menyebutkan pihaknya menyiapkan 3 atau 4 rompi anti peluru. Namun, ia tidak menyebutkan siapa saja yang memakai rompin tersebut.



Sekadar informasi, SYL saat ini menjadi terdakwa bersama dua anak buahnya, yakni Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Kementan, Muhammad Hatta.



Dalam surat dakwaan, diduga SYL menerima gratifikasi senilai Rp44,5 miliar. Jumlah tersebut didapatkan dari 'patungan' pejabat eselon I dan 20 persen dari anggaran di masing-masing Sekretariat, Direktorat, dan Badan pada Kementan.



</description><content:encoded>JAKARTA - Eks Direktur Alat dan Mesin Kementerian Pertanian (Kementan), Muhammad Hatta menyatakan dirinya pernah membeli rompi anti peluru untuk mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Rompi tersebut disiapkan untuk kunjungan SYL ke Papua.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi saksi mahkota dalam sidang dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementan dengan terdakwa SYL dan eks Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono.

Terungkapnya pembelian rompi ini bermua ketika Jaksa KPK, Meyer Simanjuntak menanyakan Hatta soal Karina. Usut punya usut, Karina merupakan staf Biro Umum yang menyerahkan ke Hatta uang untuk pembelian rompi.


BACA JUGA:
 Setelah Kasdi, Kini Giliran Muhammad Hatta jadi Saksi Mahkota Kasus SYL&amp;nbsp; &amp;nbsp;


&quot;Pernahkah saksi menerima uang baik tunai maupun transferan, kemarin Karina sudah dijelaskan ada buktinya semua ya, dari Karina?,&quot; tanya Meyer di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/6/2024).

&quot;Dari Karina seingat saya pernah sekali terkait dengan pembayaran rompi anti peluru,&quot; jawab Saksi.

&quot;Rompi anti peluru, untuk siapa ini rompi anti pelurunya?,&quot; cecar Jaksa.

&quot;Untuk menteri,&quot; jawab Saksi.

&quot;Nilainya berapa?,&quot; tanya Jaksa lagi.

&quot;Itu kalau nggak salah seingat saya Rp50 juta,&quot; timpal Saksi.
Hatta menyebutkan, adanya pembelian rompi anti peluru merupakan saran dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ketika SYL akan berkunjung ke Bumi Cendrawasih itu.



&quot;Itu (rompi anti peluru) dipakai Pak Menteri pada saat itu ke Papua,&quot; kata Hatta.



Bukan hanya satu, Hatta menyebutkan pihaknya menyiapkan 3 atau 4 rompi anti peluru. Namun, ia tidak menyebutkan siapa saja yang memakai rompin tersebut.



Sekadar informasi, SYL saat ini menjadi terdakwa bersama dua anak buahnya, yakni Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Kementan, Muhammad Hatta.



Dalam surat dakwaan, diduga SYL menerima gratifikasi senilai Rp44,5 miliar. Jumlah tersebut didapatkan dari 'patungan' pejabat eselon I dan 20 persen dari anggaran di masing-masing Sekretariat, Direktorat, dan Badan pada Kementan.



</content:encoded></item></channel></rss>
