<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kompolnas Sudah Minta Audit Investigatif Terhadap Kasus Pembunuhan Vina Cirebon   </title><description>Yusuf Warsyim memastikan pihaknya telah meminta untuk dilakukan audit investigatif terhadap kasus pembunuhan Vina&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/20/337/3023977/kompolnas-sudah-minta-audit-investigatif-terhadap-kasus-pembunuhan-vina-cirebon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/20/337/3023977/kompolnas-sudah-minta-audit-investigatif-terhadap-kasus-pembunuhan-vina-cirebon"/><item><title> Kompolnas Sudah Minta Audit Investigatif Terhadap Kasus Pembunuhan Vina Cirebon   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/20/337/3023977/kompolnas-sudah-minta-audit-investigatif-terhadap-kasus-pembunuhan-vina-cirebon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/20/337/3023977/kompolnas-sudah-minta-audit-investigatif-terhadap-kasus-pembunuhan-vina-cirebon</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2024 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/20/337/3023977/kompolnas-sudah-minta-audit-investigatif-terhadap-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-c2wfwK4UeC.png" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Kompolnas, Yusuf di acara Talkshow Interupsi iNews TV (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/20/337/3023977/kompolnas-sudah-minta-audit-investigatif-terhadap-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-c2wfwK4UeC.png</image><title>Anggota Kompolnas, Yusuf di acara Talkshow Interupsi iNews TV (foto: dok ist)</title></images><description>

JAKARTA - Anggota Kompolnas, Yusuf Warsyim memastikan pihaknya telah meminta untuk dilakukan audit investigatif terhadap kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon yang terjadi pada 2016 lalu.

Yusuf juga memastikan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung sejak tanggal 28 Mei lalu. Bahkan, Kompolnas melihat apakah ada kelemahan-kelemahan di dalam penyidikan oleh Kepolisian delapan tahun lalu terhadap kasus ini.

&amp;ldquo;Kami sendiri kan sudah melakukan pemantauan langsung tanggal 28 Mei. Baru hari ini juga kami sudah langsung lagi memantau langsung kalau 28 Mei itu fokus kami ke penyidikan 8 tahun yang lalu, apakah ada kelemahan-kelemahan,&amp;rdquo; ujar Yusuf dalam program talkshow Interupsi di iNews TV yang dipandu jurnalis senior Ariyo Ardi, Kamis (20/6/2024) malam.

BACA JUGA:
 6 Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Akan Ajukan PK ke MK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Yusuf pun mengatakan, pihaknya telah memberikan saran agar dilakukan audit sehingga penyidikan kasus pembunuhan Vina ini tetap mengedepankan profesionalitas dan akuntabilitas.

&amp;ldquo;Dari hasil klasifikasi kami kan kami sudah memberikan saran untuk dilakukan audit investigatif atas penyidikan yang lalu, untuk memastikan bagaimana profesionalitas dan akuntabilitasnya,&amp;rdquo; papar Yusuf.

Sementara itu, Yusuf mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan penyidikan khususnya terkait Pegi Setiawan alias Pegi Perong yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGA:
LPSK Sebut Laporan Iptu Rudiana, Ayah Eki di Kasus Vina Cirebon Tidak Lazim

&amp;ldquo;Persoalan yang kedua yaitu penyidikan terhadap penetapan PS yang telah ditangkap. Kami sendiri hari ini fokus pemantauan di situ, kami menindaklanjuti bagaimana alat bukti yang lalu, bagaimana pemeriksaan sampai perpanjangan di masa tahanan,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Pada pendalaman pendalaman langsung kami sudah mendapatkan alat bukti yang sudah didapatkan penyidik, berkas PS sudah dilihat, kemudian termasuk sebutan &amp;lsquo;perong&amp;rsquo; itu. berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan hingga hari ini memang iya terlihat ada bukti yang mengarah kesana. Kami hari ini mendalami bukti yang diberikan oleh penyidik. Salah satunya terkait sebutan Perong alias Pegi, memang terlihat disitu,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Anggota Kompolnas, Yusuf Warsyim memastikan pihaknya telah meminta untuk dilakukan audit investigatif terhadap kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon yang terjadi pada 2016 lalu.

Yusuf juga memastikan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung sejak tanggal 28 Mei lalu. Bahkan, Kompolnas melihat apakah ada kelemahan-kelemahan di dalam penyidikan oleh Kepolisian delapan tahun lalu terhadap kasus ini.

&amp;ldquo;Kami sendiri kan sudah melakukan pemantauan langsung tanggal 28 Mei. Baru hari ini juga kami sudah langsung lagi memantau langsung kalau 28 Mei itu fokus kami ke penyidikan 8 tahun yang lalu, apakah ada kelemahan-kelemahan,&amp;rdquo; ujar Yusuf dalam program talkshow Interupsi di iNews TV yang dipandu jurnalis senior Ariyo Ardi, Kamis (20/6/2024) malam.

BACA JUGA:
 6 Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Akan Ajukan PK ke MK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Yusuf pun mengatakan, pihaknya telah memberikan saran agar dilakukan audit sehingga penyidikan kasus pembunuhan Vina ini tetap mengedepankan profesionalitas dan akuntabilitas.

&amp;ldquo;Dari hasil klasifikasi kami kan kami sudah memberikan saran untuk dilakukan audit investigatif atas penyidikan yang lalu, untuk memastikan bagaimana profesionalitas dan akuntabilitasnya,&amp;rdquo; papar Yusuf.

Sementara itu, Yusuf mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan penyidikan khususnya terkait Pegi Setiawan alias Pegi Perong yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGA:
LPSK Sebut Laporan Iptu Rudiana, Ayah Eki di Kasus Vina Cirebon Tidak Lazim

&amp;ldquo;Persoalan yang kedua yaitu penyidikan terhadap penetapan PS yang telah ditangkap. Kami sendiri hari ini fokus pemantauan di situ, kami menindaklanjuti bagaimana alat bukti yang lalu, bagaimana pemeriksaan sampai perpanjangan di masa tahanan,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Pada pendalaman pendalaman langsung kami sudah mendapatkan alat bukti yang sudah didapatkan penyidik, berkas PS sudah dilihat, kemudian termasuk sebutan &amp;lsquo;perong&amp;rsquo; itu. berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan hingga hari ini memang iya terlihat ada bukti yang mengarah kesana. Kami hari ini mendalami bukti yang diberikan oleh penyidik. Salah satunya terkait sebutan Perong alias Pegi, memang terlihat disitu,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
