<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yordania: Israel Jadi Negara Paria, Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata dan Bunuh Warga Sipil Tanpa Pandang Bulu</title><description>'Daftar Hitam' ini diperuntukkan bagi negara-negara yang telah melakukan pelanggaran berat terhadap anak-anak</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/21/18/3024147/yordania-israel-jadi-negara-paria-gunakan-kelaparan-sebagai-senjata-dan-bunuh-warga-sipil-tanpa-pandang-bulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/21/18/3024147/yordania-israel-jadi-negara-paria-gunakan-kelaparan-sebagai-senjata-dan-bunuh-warga-sipil-tanpa-pandang-bulu"/><item><title>Yordania: Israel Jadi Negara Paria, Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata dan Bunuh Warga Sipil Tanpa Pandang Bulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/21/18/3024147/yordania-israel-jadi-negara-paria-gunakan-kelaparan-sebagai-senjata-dan-bunuh-warga-sipil-tanpa-pandang-bulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/21/18/3024147/yordania-israel-jadi-negara-paria-gunakan-kelaparan-sebagai-senjata-dan-bunuh-warga-sipil-tanpa-pandang-bulu</guid><pubDate>Jum'at 21 Juni 2024 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/21/18/3024147/yordania-israel-jadi-negara-paria-gunakan-kelaparan-sebagai-senjata-dan-bunuh-warga-sipil-tanpa-pandang-bulu-M9u2lpv2CF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yordania: Israel jadi negara paria, gunakan kelaparan sebagai senjata dan bunuh warga sipil tanpa pandang bulu (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/21/18/3024147/yordania-israel-jadi-negara-paria-gunakan-kelaparan-sebagai-senjata-dan-bunuh-warga-sipil-tanpa-pandang-bulu-M9u2lpv2CF.jpg</image><title>Yordania: Israel jadi negara paria, gunakan kelaparan sebagai senjata dan bunuh warga sipil tanpa pandang bulu (Foto: AFP)</title></images><description>YORDANIA - Menteri Luar Negeri Ayman al-Safadi telah membahas perang yang sedang berlangsung di Gaza dengan diplomat utama Uni Eropa (UE).

&amp;ldquo;Al-Safadi menekankan, selama panggilan telepon dengan Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan UE Josep Borrell, bahwa kejahatan perang yang didokumentasikan oleh banyak laporan internasional membuktikan bahwa Israel telah menjadi negara paria, yang menggunakan kelaparan sebagai senjatanya, dan membunuh warga sipil tanpa pandang bulu, dan PBB memasukkan mereka ke dalam daftar tersebut,&amp;rdquo; kata Kementerian Luar Negeri Yordania dalam sebuah postingan di X.


BACA JUGA:
Israel Gempur Kamp-Kamp di Tengah Gaza, Perdalam Invasi ke Rafah

'Daftar Hitam' ini diperuntukkan bagi negara-negara yang telah melakukan pelanggaran berat terhadap anak-anak. Namun reaksi internasional terhadap kejahatan ini masih belum mencapai pencegahan yang diperlukan untuk mengekang ekstremisme pemerintah Israel dan menghentikan pembantaian yang dilakukannya.


BACA JUGA:
PBB: Penggunaan Bom Berat oleh Israel di Jalur Gaza Tunjukkan Pelanggaran Berulang Terhadap Hukum Perang

Seperti diketahui, Israel terus membombardir Gaza dari semua penjuru. Beberapa serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah dan utara semalam hingga Kamis (20/6/2024) menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Sementara tank terus masuk memperdalam invasi mereka ke Rafah di selatan.

Pesawat-pesawat Israel menyerang sebuah rumah di kamp Al-Nuseirat, menewaskan dua orang dan melukai 12 lainnya, sementara tank-tank menyerang daerah di kamp Al-Maghazi dan Al-Bureij, melukai banyak orang lainnya. Nuseirat, Maghazi dan Bureij adalah tiga dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza.

Di Deir al-Balah, sebuah kota yang dipenuhi pengungsi di Jalur Gaza tengah, serangan udara Israel menewaskan seorang warga Palestina dan melukai beberapa lainnya pada Kamis (20/6/2024).
Pada Kamis (20/6/2024) malam, serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza menewaskan tujuh warga Palestina. Belum ada komentar langsung dari militer Israel.



Media Hamas melaporkan serangan udara lainnya terhadap sebuah rumah di sebelah barat kota itu menewaskan seorang jurnalis TV Al-Aqsa yang dikelola Hamas. Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengatakan tembakan Israel telah menewaskan 152 jurnalis sejak 7 Oktober.



Militer Israel mengatakan pada Rabu (19/6/2024) bahwa pasukannya melanjutkan operasi mereka di wilayah kantong tersebut dengan menargetkan militan dan infrastruktur militer dalam apa yang mereka gambarkan sebagai kegiatan yang tepat dan berbasis intelijen.



Lebih dari delapan bulan setelah perang di Gaza, kemajuan Israel kini terfokus pada dua wilayah terakhir yang belum diserbu pasukannya. Yakni Rafah di tepi selatan Gaza dan wilayah sekitar Deir al-Balah di tengah. Operasi tersebut telah memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi sejak bulan Mei, sebagian besar sudah mengungsi dari wilayah lain di wilayah kantong tersebut.

</description><content:encoded>YORDANIA - Menteri Luar Negeri Ayman al-Safadi telah membahas perang yang sedang berlangsung di Gaza dengan diplomat utama Uni Eropa (UE).

&amp;ldquo;Al-Safadi menekankan, selama panggilan telepon dengan Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan UE Josep Borrell, bahwa kejahatan perang yang didokumentasikan oleh banyak laporan internasional membuktikan bahwa Israel telah menjadi negara paria, yang menggunakan kelaparan sebagai senjatanya, dan membunuh warga sipil tanpa pandang bulu, dan PBB memasukkan mereka ke dalam daftar tersebut,&amp;rdquo; kata Kementerian Luar Negeri Yordania dalam sebuah postingan di X.


BACA JUGA:
Israel Gempur Kamp-Kamp di Tengah Gaza, Perdalam Invasi ke Rafah

'Daftar Hitam' ini diperuntukkan bagi negara-negara yang telah melakukan pelanggaran berat terhadap anak-anak. Namun reaksi internasional terhadap kejahatan ini masih belum mencapai pencegahan yang diperlukan untuk mengekang ekstremisme pemerintah Israel dan menghentikan pembantaian yang dilakukannya.


BACA JUGA:
PBB: Penggunaan Bom Berat oleh Israel di Jalur Gaza Tunjukkan Pelanggaran Berulang Terhadap Hukum Perang

Seperti diketahui, Israel terus membombardir Gaza dari semua penjuru. Beberapa serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah dan utara semalam hingga Kamis (20/6/2024) menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Sementara tank terus masuk memperdalam invasi mereka ke Rafah di selatan.

Pesawat-pesawat Israel menyerang sebuah rumah di kamp Al-Nuseirat, menewaskan dua orang dan melukai 12 lainnya, sementara tank-tank menyerang daerah di kamp Al-Maghazi dan Al-Bureij, melukai banyak orang lainnya. Nuseirat, Maghazi dan Bureij adalah tiga dari delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza.

Di Deir al-Balah, sebuah kota yang dipenuhi pengungsi di Jalur Gaza tengah, serangan udara Israel menewaskan seorang warga Palestina dan melukai beberapa lainnya pada Kamis (20/6/2024).
Pada Kamis (20/6/2024) malam, serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza menewaskan tujuh warga Palestina. Belum ada komentar langsung dari militer Israel.



Media Hamas melaporkan serangan udara lainnya terhadap sebuah rumah di sebelah barat kota itu menewaskan seorang jurnalis TV Al-Aqsa yang dikelola Hamas. Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengatakan tembakan Israel telah menewaskan 152 jurnalis sejak 7 Oktober.



Militer Israel mengatakan pada Rabu (19/6/2024) bahwa pasukannya melanjutkan operasi mereka di wilayah kantong tersebut dengan menargetkan militan dan infrastruktur militer dalam apa yang mereka gambarkan sebagai kegiatan yang tepat dan berbasis intelijen.



Lebih dari delapan bulan setelah perang di Gaza, kemajuan Israel kini terfokus pada dua wilayah terakhir yang belum diserbu pasukannya. Yakni Rafah di tepi selatan Gaza dan wilayah sekitar Deir al-Balah di tengah. Operasi tersebut telah memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi sejak bulan Mei, sebagian besar sudah mengungsi dari wilayah lain di wilayah kantong tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
