<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengelola Diduga Bisnis Lapak Liar di Pasar Ciputat, Pedagang Jadi Sepi Pembeli</title><description>Lapak liar disewakan hingga Rp9 juta, akibatnya pedagang resmi sepi pembeli.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/21/338/3024368/pengelola-diduga-bisnis-lapak-liar-di-pasar-ciputat-pedagang-jadi-sepi-pembeli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/21/338/3024368/pengelola-diduga-bisnis-lapak-liar-di-pasar-ciputat-pedagang-jadi-sepi-pembeli"/><item><title>Pengelola Diduga Bisnis Lapak Liar di Pasar Ciputat, Pedagang Jadi Sepi Pembeli</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/21/338/3024368/pengelola-diduga-bisnis-lapak-liar-di-pasar-ciputat-pedagang-jadi-sepi-pembeli</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/21/338/3024368/pengelola-diduga-bisnis-lapak-liar-di-pasar-ciputat-pedagang-jadi-sepi-pembeli</guid><pubDate>Jum'at 21 Juni 2024 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/21/338/3024368/pengelola-diduga-bisnis-lapak-liar-di-pasar-ciputat-pedagang-jadi-sepi-pembeli-J5c6jYxo3D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Ciputat, Tangsel (Foto: Okezone.com/Hambali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/21/338/3024368/pengelola-diduga-bisnis-lapak-liar-di-pasar-ciputat-pedagang-jadi-sepi-pembeli-J5c6jYxo3D.jpg</image><title>Pasar Ciputat, Tangsel (Foto: Okezone.com/Hambali)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMS8xLzE4MTk5MS81L3g5MG9yZHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG SELATAN - Pedagang di Pasar Ciputat, Tangerang mengeluhkan banyaknya praktik jual-beli lapak oleh oknum pengelola. Kisarannya variatif, dari Rp5 juta hingga Rp9 juta. Kenyataan itu kian diperparah dengan sepinya pembeli yang masuk ke dalam karena terjegal para pelapak liar di luar pasar.

&quot;Kalau yang didalam ini, dijual-belikan lapak ini kita ada buktinya semua, ada. Di dalam di perjualbelikan, di luar juga diperjualbelikan. Lapak yang di dalam itu kan milik pemerintah, milik Disperindag,&quot; kata Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat, Yuli Sarlis, Jumat (21/06/24).

&quot;Kalau yang di dalam saya sudah punya beberapa bukti, ada yang Rp5 juta, ada yang Rp6 juta, ada yang Rp9 juta, dan itu lapak-lapak yang tidak boleh dijual-belikan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Genangi Jalan Aria Putra Ciputat, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Kesaksian Yuli didukung oleh adanya beberapa kuitansi milik pedagang yang membayar dengan nilai variatif. Dia pun mengakui, bahwa praktik jual-beli lapak ini sebenarnya telah berlangsung lama, namun tak ada penindakan.

&quot;Dan saya rasa Disperindag tahu, kenapa didiamkan. Dan itu dari oknum anak buahnya, UPT apa tugasnya?,&quot; tambahnya.

Pihak perkumpulan pedagang sendiri telah berkirim surat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengutarakan persoalan ini. Namun keinginan itu belum terlaksana.

&quot;Kita sudah melayangkan surat audiensi kepada Pak Kadis (Disperindag) tanggal 3 Juni, sampai sekarang belum ada tanggapan,&quot; katanya.

Salah satu pedagang sayur yang ditemui, Ida, mengeluhkan lapaknya sepi dari pembeli karena banyak pelapak liar di bagian luar pasar. Kondisi itu menurut dia seolah dibiarkan karena jumlahnya terus bertambah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gubernur Sugianto Sabran Resmikan Pasar Murah di Enam Lokasi Kotawaringin Timur

&quot;Pasar sepi karena ada pedagang di luar. Kalau kita inginnya, mau sepi mau rame bersatu (patuh aturan), yang udah terdaftar sama pemerintah. Ini mah yang di luar (lapak liar) rame, yang di dalam sepi,&quot; tuturnya.

Menurut Ida, keluhan yang sama dirasakan pedagang lainnya. Kebanyakan mereka tak berani bersuara karena khawatir usahanya terganggu.

&quot;Semua pada ngeluh yang sama, tapi kan takut-takut juga kalau bicara keluar,&quot; imbuh dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah pihak pengelola pasar maupun Disperindag Tangsel belum mau memberi keterangan atas hal ini.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMS8xLzE4MTk5MS81L3g5MG9yZHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG SELATAN - Pedagang di Pasar Ciputat, Tangerang mengeluhkan banyaknya praktik jual-beli lapak oleh oknum pengelola. Kisarannya variatif, dari Rp5 juta hingga Rp9 juta. Kenyataan itu kian diperparah dengan sepinya pembeli yang masuk ke dalam karena terjegal para pelapak liar di luar pasar.

&quot;Kalau yang didalam ini, dijual-belikan lapak ini kita ada buktinya semua, ada. Di dalam di perjualbelikan, di luar juga diperjualbelikan. Lapak yang di dalam itu kan milik pemerintah, milik Disperindag,&quot; kata Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat, Yuli Sarlis, Jumat (21/06/24).

&quot;Kalau yang di dalam saya sudah punya beberapa bukti, ada yang Rp5 juta, ada yang Rp6 juta, ada yang Rp9 juta, dan itu lapak-lapak yang tidak boleh dijual-belikan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Genangi Jalan Aria Putra Ciputat, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Kesaksian Yuli didukung oleh adanya beberapa kuitansi milik pedagang yang membayar dengan nilai variatif. Dia pun mengakui, bahwa praktik jual-beli lapak ini sebenarnya telah berlangsung lama, namun tak ada penindakan.

&quot;Dan saya rasa Disperindag tahu, kenapa didiamkan. Dan itu dari oknum anak buahnya, UPT apa tugasnya?,&quot; tambahnya.

Pihak perkumpulan pedagang sendiri telah berkirim surat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengutarakan persoalan ini. Namun keinginan itu belum terlaksana.

&quot;Kita sudah melayangkan surat audiensi kepada Pak Kadis (Disperindag) tanggal 3 Juni, sampai sekarang belum ada tanggapan,&quot; katanya.

Salah satu pedagang sayur yang ditemui, Ida, mengeluhkan lapaknya sepi dari pembeli karena banyak pelapak liar di bagian luar pasar. Kondisi itu menurut dia seolah dibiarkan karena jumlahnya terus bertambah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gubernur Sugianto Sabran Resmikan Pasar Murah di Enam Lokasi Kotawaringin Timur

&quot;Pasar sepi karena ada pedagang di luar. Kalau kita inginnya, mau sepi mau rame bersatu (patuh aturan), yang udah terdaftar sama pemerintah. Ini mah yang di luar (lapak liar) rame, yang di dalam sepi,&quot; tuturnya.

Menurut Ida, keluhan yang sama dirasakan pedagang lainnya. Kebanyakan mereka tak berani bersuara karena khawatir usahanya terganggu.

&quot;Semua pada ngeluh yang sama, tapi kan takut-takut juga kalau bicara keluar,&quot; imbuh dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah pihak pengelola pasar maupun Disperindag Tangsel belum mau memberi keterangan atas hal ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
