<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Nelayan Hilang Saat Menjaring Ikat di Laut, Diduga Dihantam Badai</title><description>Dua nelayan tenggelam Perairan Tanjung Kedabu Desa Tanah Merah, Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/21/340/3024418/dua-nelayan-hilang-saat-menjaring-ikat-di-laut-diduga-dihantam-badai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/21/340/3024418/dua-nelayan-hilang-saat-menjaring-ikat-di-laut-diduga-dihantam-badai"/><item><title>Dua Nelayan Hilang Saat Menjaring Ikat di Laut, Diduga Dihantam Badai</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/21/340/3024418/dua-nelayan-hilang-saat-menjaring-ikat-di-laut-diduga-dihantam-badai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/21/340/3024418/dua-nelayan-hilang-saat-menjaring-ikat-di-laut-diduga-dihantam-badai</guid><pubDate>Jum'at 21 Juni 2024 19:19 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/21/340/3024418/dua-nelayan-hilang-saat-menjaring-ikat-di-laut-diduga-dihantam-badai-thrkEs5PZ6.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/21/340/3024418/dua-nelayan-hilang-saat-menjaring-ikat-di-laut-diduga-dihantam-badai-thrkEs5PZ6.JPG</image><title></title></images><description>PEKANBARU &amp;ndash; Dua nelayan tenggelam Perairan Tanjung Kedabu Desa Tanah Merah, Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Korban hilang saat tengah menjaring ikan di laut.

Rekan sesama nelayan sendiri saat kejadian hanya menemukan kapal korban terombang ambing di tengah laut. Kedua korban adalah  bernaa  Bacok (42) warga Tanah Merah, bersama saudaranya Wandi (37).

&amp;ldquo;Kita mendapat laporan terkait dua nelayan hilang di  Perairan Tanjung Kedabu dari Kepala Desa Tanah Merah Bapak Amansyah. Tim sudah ke lokasi untuk melakukan pencaharian,&amp;rdquo; kata Humas Kantor Basarnas Pekanbaru, Kukuh, Jumat (21/6/2024).


BACA JUGA:
 Nelayan Lebak Dihebohkan Kapal Asing Terdampar di Perairan Panyaungan&amp;nbsp;


Dijelaskannya bahwa Jumat (21/6/2024) sekitar pukul 3.00 WIB, sejumlah nelayan termasuk dua korban menjaring ikan di tengah laut. Kemudian tiba tiba cuaca di tengah laut memburuk. Di mana terjadi badai. Para nelayanpun bertahan di tengah badai. Setelah badai berlalu, para nelayan mencari keberadaan teman teman mereka sesama nelayan.

Ternyata hanya keduanya saja yang tidak tampak. Rekan - rekan korban hanya menemukan perahu beserta alat menjaring ikan. Mereka berusaha mencari keduanya, namun tidak ditemukan. Kasus inipun dilaporkan ke pihak berwenang.

&amp;ldquo;Mudah &amp;ndash; mudahan mereka segera ditemukan,&amp;rdquo; harap Kukuh.

</description><content:encoded>PEKANBARU &amp;ndash; Dua nelayan tenggelam Perairan Tanjung Kedabu Desa Tanah Merah, Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Korban hilang saat tengah menjaring ikan di laut.

Rekan sesama nelayan sendiri saat kejadian hanya menemukan kapal korban terombang ambing di tengah laut. Kedua korban adalah  bernaa  Bacok (42) warga Tanah Merah, bersama saudaranya Wandi (37).

&amp;ldquo;Kita mendapat laporan terkait dua nelayan hilang di  Perairan Tanjung Kedabu dari Kepala Desa Tanah Merah Bapak Amansyah. Tim sudah ke lokasi untuk melakukan pencaharian,&amp;rdquo; kata Humas Kantor Basarnas Pekanbaru, Kukuh, Jumat (21/6/2024).


BACA JUGA:
 Nelayan Lebak Dihebohkan Kapal Asing Terdampar di Perairan Panyaungan&amp;nbsp;


Dijelaskannya bahwa Jumat (21/6/2024) sekitar pukul 3.00 WIB, sejumlah nelayan termasuk dua korban menjaring ikan di tengah laut. Kemudian tiba tiba cuaca di tengah laut memburuk. Di mana terjadi badai. Para nelayanpun bertahan di tengah badai. Setelah badai berlalu, para nelayan mencari keberadaan teman teman mereka sesama nelayan.

Ternyata hanya keduanya saja yang tidak tampak. Rekan - rekan korban hanya menemukan perahu beserta alat menjaring ikan. Mereka berusaha mencari keduanya, namun tidak ditemukan. Kasus inipun dilaporkan ke pihak berwenang.

&amp;ldquo;Mudah &amp;ndash; mudahan mereka segera ditemukan,&amp;rdquo; harap Kukuh.

</content:encoded></item></channel></rss>
