<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jembatan Bambu Rusak Parah, Warga Pekon Kedaung Terpaksa Menyeberangi Sungai</title><description>&quot;Kami sangat kesulitan untuk mengangkut hasil bumi,&quot; kata dia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/23/340/3024848/jembatan-bambu-rusak-parah-warga-pekon-kedaung-terpaksa-menyeberangi-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/23/340/3024848/jembatan-bambu-rusak-parah-warga-pekon-kedaung-terpaksa-menyeberangi-sungai"/><item><title>Jembatan Bambu Rusak Parah, Warga Pekon Kedaung Terpaksa Menyeberangi Sungai</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/23/340/3024848/jembatan-bambu-rusak-parah-warga-pekon-kedaung-terpaksa-menyeberangi-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/23/340/3024848/jembatan-bambu-rusak-parah-warga-pekon-kedaung-terpaksa-menyeberangi-sungai</guid><pubDate>Minggu 23 Juni 2024 03:25 WIB</pubDate><dc:creator>Indra Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/23/340/3024848/jembatan-bambu-rusak-parah-warga-pekon-kedaung-terpaksa-menyeberangi-sungai-dk814EUQUz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jembatan rusak di Pringsewu (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/23/340/3024848/jembatan-bambu-rusak-parah-warga-pekon-kedaung-terpaksa-menyeberangi-sungai-dk814EUQUz.jpg</image><title>Jembatan rusak di Pringsewu (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMi8xLzE4MjAxOC81L3g5MHF2cTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PRINGSEWU - Kondisi jembatan penghubung di Pekon Kedaung, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, sangat memprihatinkan.
Jembatan yang biasanya digunakan untuk mengangkut hasil bumi seperti padi, cokelat, dan cengkeh, kini tidak lagi dapat dilewati. Pengendara motor dan mobil terpaksa menyeberangi sungai karena jembatan bambu tersebut telah rusak parah, Sabtu 22 Juni 2024.
Heri, salah satu warga Kedaung, mengatakan bahwa jembatan yang terbuat dari bambu ini sudah tidak bisa dilewati lagi.
&quot;Kami sangat kesulitan untuk mengangkut hasil bumi,&quot; kata dia.

BACA JUGA:
Warga Padang Digegerkan Penemuan Mayat Wanita di Kolong Jembatan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Zairoh Anggota Badan Hukum Perwakilan (BHP) Pekon Kedaung mengungkapkan bahwa jembatan tersebut rusak akibat banjir bandang. Warga setempat telah berusaha memperbaikinya secara swadaya selama empat tahun terakhir.

BACA JUGA:
Jembatan Nogososro Jadi Solusi Banjir di Wilayah Tlogosari dan Muktiharjo, Segini Budget-nya!

Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari pemerintah Kabupaten Pringsewu maupun pemerintah Provinsi Lampung. &quot;Kami meminta kepada pemangku kebijakan untuk datang ke lokasi dan melihat penderitaan kami. Jika hujan turun, empat pedukuhan di Pekon Kedaung akan terisolir,&quot; tegas salah satu anggota BHP.
Kondisi ini menjadi keluhan utama warga yang berharap adanya perhatian dan tindakan cepat dari pihak berwenang untuk memperbaiki jembatan tersebut. Mereka khawatir situasi ini akan semakin parah, terutama saat musim hujan tiba.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMi8xLzE4MjAxOC81L3g5MHF2cTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PRINGSEWU - Kondisi jembatan penghubung di Pekon Kedaung, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, sangat memprihatinkan.
Jembatan yang biasanya digunakan untuk mengangkut hasil bumi seperti padi, cokelat, dan cengkeh, kini tidak lagi dapat dilewati. Pengendara motor dan mobil terpaksa menyeberangi sungai karena jembatan bambu tersebut telah rusak parah, Sabtu 22 Juni 2024.
Heri, salah satu warga Kedaung, mengatakan bahwa jembatan yang terbuat dari bambu ini sudah tidak bisa dilewati lagi.
&quot;Kami sangat kesulitan untuk mengangkut hasil bumi,&quot; kata dia.

BACA JUGA:
Warga Padang Digegerkan Penemuan Mayat Wanita di Kolong Jembatan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Zairoh Anggota Badan Hukum Perwakilan (BHP) Pekon Kedaung mengungkapkan bahwa jembatan tersebut rusak akibat banjir bandang. Warga setempat telah berusaha memperbaikinya secara swadaya selama empat tahun terakhir.

BACA JUGA:
Jembatan Nogososro Jadi Solusi Banjir di Wilayah Tlogosari dan Muktiharjo, Segini Budget-nya!

Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari pemerintah Kabupaten Pringsewu maupun pemerintah Provinsi Lampung. &quot;Kami meminta kepada pemangku kebijakan untuk datang ke lokasi dan melihat penderitaan kami. Jika hujan turun, empat pedukuhan di Pekon Kedaung akan terisolir,&quot; tegas salah satu anggota BHP.
Kondisi ini menjadi keluhan utama warga yang berharap adanya perhatian dan tindakan cepat dari pihak berwenang untuk memperbaiki jembatan tersebut. Mereka khawatir situasi ini akan semakin parah, terutama saat musim hujan tiba.
</content:encoded></item></channel></rss>
