<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Serangan Siber Selalu Terjadi di Dunia, Kita Siapkan Antisipasinya</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan serangan siber selalu terjadi di Dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/24/337/3025552/wapres-serangan-siber-selalu-terjadi-di-dunia-kita-siapkan-antisipasinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/24/337/3025552/wapres-serangan-siber-selalu-terjadi-di-dunia-kita-siapkan-antisipasinya"/><item><title>Wapres: Serangan Siber Selalu Terjadi di Dunia, Kita Siapkan Antisipasinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/24/337/3025552/wapres-serangan-siber-selalu-terjadi-di-dunia-kita-siapkan-antisipasinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/24/337/3025552/wapres-serangan-siber-selalu-terjadi-di-dunia-kita-siapkan-antisipasinya</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2024 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/24/337/3025552/wapres-serangan-siber-selalu-terjadi-di-dunia-kita-siapkan-antisipasinya-nNNVwXtkdD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/24/337/3025552/wapres-serangan-siber-selalu-terjadi-di-dunia-kita-siapkan-antisipasinya-nNNVwXtkdD.jpg</image><title>Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan serangan siber selalu terjadi di Dunia. Bahkan, Indonesia juga mengalami serangan siber beberapa hari terakhir. Dia memastikan pemerintah telah menyiapkan antisipasi-ansipasi-antisipasinya.

Wapres mengungkapkan hal ini saat diminta respon terkait Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya, Jawa Timur, mengalami serangan siber. Pelaku dilaporkan menyerang PDNS 2 menggunakan randomware jenis Branchiper dan meminta tebusan sebesar USD 8 juta atau setara Rp131,3 triliun.

&quot;Yang diutamakan kita itu kan mengembalikan, menormalkan keadaan ya. Dan alhamdulillah sekarang sudah normal,&quot; kata Wapres usai menghadiri Pembukaan Rakornas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2024, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jl. BSD Grand Boulevard Nomor 1, Pagedangan, Tangerang, Banten, Senin (24/6/2024).


BACA JUGA:
Server PDN Sempat Down, Ditjen Imigrasi Pastikan Sistem Perlintasan di Bandara dan Pelabuhan Sudah Pulih


Upaya pemulihan Pusat Data Nasional ini terus dilakukan bersama BSSN, Polri, Kementerian/Lembaga terkait, Telkom dan mitra penyelenggara lainnya. Untuk saat ini, pusat pelayanan imigrasi sudah berjalan normal untuk keperluan izin tinggal, pengurusan visa, dan lainnya.

&quot;Sebabnya apa terjadi, ini sedang dilakukan oleh pihak Kominfo dan juga BSSN dan dari pihak keamanan sedang mencari sebabnya,&quot; kata Wapres.

&quot;Dan kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Oleh karena itu, kita sedang menyiapkan antisipasi-antisipasinya. Dan memang ini selalu terjadi, di dunia ini selalu terjadi,&quot; tambahnya.
Wapres pun memastikan pemerintah akan memperkuat Pusat Data Nasional untuk melindungi kerahasiaan negara, masyarakat dan menjaga pelayanan publik agar tidak terganggu.



&quot;Oleh karena itu kita akan memperkuat untuk melindungi juga kerahasiaan negara, kerahasiaan masyarakat juga pelayanan publik jangan sampai terganggu. Pemerintah akan terus berusaha,&quot; ujar Wapres.



&quot;Karena itu pemerintah untuk membuat satu data nasional, ini supaya tidak tercecer kemana-mana. Karena itu, gangguan ini menjadi satu pelajaran yang berharga untuk kita mengantisipasi dan tidak boleh lagi terjadi di masa yang akan datang,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan serangan siber selalu terjadi di Dunia. Bahkan, Indonesia juga mengalami serangan siber beberapa hari terakhir. Dia memastikan pemerintah telah menyiapkan antisipasi-ansipasi-antisipasinya.

Wapres mengungkapkan hal ini saat diminta respon terkait Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya, Jawa Timur, mengalami serangan siber. Pelaku dilaporkan menyerang PDNS 2 menggunakan randomware jenis Branchiper dan meminta tebusan sebesar USD 8 juta atau setara Rp131,3 triliun.

&quot;Yang diutamakan kita itu kan mengembalikan, menormalkan keadaan ya. Dan alhamdulillah sekarang sudah normal,&quot; kata Wapres usai menghadiri Pembukaan Rakornas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2024, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jl. BSD Grand Boulevard Nomor 1, Pagedangan, Tangerang, Banten, Senin (24/6/2024).


BACA JUGA:
Server PDN Sempat Down, Ditjen Imigrasi Pastikan Sistem Perlintasan di Bandara dan Pelabuhan Sudah Pulih


Upaya pemulihan Pusat Data Nasional ini terus dilakukan bersama BSSN, Polri, Kementerian/Lembaga terkait, Telkom dan mitra penyelenggara lainnya. Untuk saat ini, pusat pelayanan imigrasi sudah berjalan normal untuk keperluan izin tinggal, pengurusan visa, dan lainnya.

&quot;Sebabnya apa terjadi, ini sedang dilakukan oleh pihak Kominfo dan juga BSSN dan dari pihak keamanan sedang mencari sebabnya,&quot; kata Wapres.

&quot;Dan kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Oleh karena itu, kita sedang menyiapkan antisipasi-antisipasinya. Dan memang ini selalu terjadi, di dunia ini selalu terjadi,&quot; tambahnya.
Wapres pun memastikan pemerintah akan memperkuat Pusat Data Nasional untuk melindungi kerahasiaan negara, masyarakat dan menjaga pelayanan publik agar tidak terganggu.



&quot;Oleh karena itu kita akan memperkuat untuk melindungi juga kerahasiaan negara, kerahasiaan masyarakat juga pelayanan publik jangan sampai terganggu. Pemerintah akan terus berusaha,&quot; ujar Wapres.



&quot;Karena itu pemerintah untuk membuat satu data nasional, ini supaya tidak tercecer kemana-mana. Karena itu, gangguan ini menjadi satu pelajaran yang berharga untuk kita mengantisipasi dan tidak boleh lagi terjadi di masa yang akan datang,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
