<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Benda Langit Diduga Meteor Jatuh di Depok, BRIN Angkat Bicara</title><description>Diketahui dugaan meteor jatuh itu ramai menjadi perbincangan di jagat media sosial (medsos).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/24/338/3025362/heboh-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-depok-brin-angkat-bicara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/24/338/3025362/heboh-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-depok-brin-angkat-bicara"/><item><title>Heboh Benda Langit Diduga Meteor Jatuh di Depok, BRIN Angkat Bicara</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/24/338/3025362/heboh-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-depok-brin-angkat-bicara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/24/338/3025362/heboh-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-depok-brin-angkat-bicara</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2024 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/24/338/3025362/heboh-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-depok-brin-angkat-bicara-VbauKVO4EF.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/24/338/3025362/heboh-benda-langit-diduga-meteor-jatuh-di-depok-brin-angkat-bicara-VbauKVO4EF.JPG</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>DEPOK - Peneliti Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Thomas Djamaludin buka suara terkait peristiwa benda diduga meteor jatuh melintas membuat geger warga Depok, Jawa Barat.

Diketahui dugaan meteor jatuh itu ramai menjadi perbincangan di jagat media sosial (medsos).

Prof. Thomas mengatakan itu hal yang biasa dikarenakan di sekitar bumi banyak batuan sisa pembentukan tata surya.


BACA JUGA:
Waspada! BMKG: Indonesia Berpotensi Alami Kekeringan Meteorologis


&quot;Saya hanya mendapat info dari media. Meteor hal yang biasa karena di sekitar bumi banyak batuan sisa pembentukan tata surya. Ketika batuan tersebut berpapasan dengan bumi, batuan tersebut terbakar di atmosfer,&quot; kata Prof. Thomas saat dikonfirmasi, Senin (24/6/2024).

Prof. Thomas membeberkan ciri-ciri dari meteor yakni warnanya bergantung dari komposisi kimia yang terbakar. Menurutnya warna hijau berasal dari unsur magnesium yang terkandung.
&quot;Warna meteor bergantung komposisi kimia yang terbakar. Warna hijau berasal dari unsur magnesium yang terkandung pada batuan meteor,&quot; ujarnya.



Lebih lanjut, Prof. Thomas tak bisa memastikan kesaksian warga Depok yang ramai di medsos kecuali disertai foto atau video. Namun, Ia memastikan meteor merupakan benda terang yang melintas dengan kecepatan tinggi.



&quot;Saya tidak bisa memastikan kesaksian warga, kecuali bila laporan warga disertai dengan foto/video. Benda terang yang melintas cepat,&quot; ungkapnya.





</description><content:encoded>DEPOK - Peneliti Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Thomas Djamaludin buka suara terkait peristiwa benda diduga meteor jatuh melintas membuat geger warga Depok, Jawa Barat.

Diketahui dugaan meteor jatuh itu ramai menjadi perbincangan di jagat media sosial (medsos).

Prof. Thomas mengatakan itu hal yang biasa dikarenakan di sekitar bumi banyak batuan sisa pembentukan tata surya.


BACA JUGA:
Waspada! BMKG: Indonesia Berpotensi Alami Kekeringan Meteorologis


&quot;Saya hanya mendapat info dari media. Meteor hal yang biasa karena di sekitar bumi banyak batuan sisa pembentukan tata surya. Ketika batuan tersebut berpapasan dengan bumi, batuan tersebut terbakar di atmosfer,&quot; kata Prof. Thomas saat dikonfirmasi, Senin (24/6/2024).

Prof. Thomas membeberkan ciri-ciri dari meteor yakni warnanya bergantung dari komposisi kimia yang terbakar. Menurutnya warna hijau berasal dari unsur magnesium yang terkandung.
&quot;Warna meteor bergantung komposisi kimia yang terbakar. Warna hijau berasal dari unsur magnesium yang terkandung pada batuan meteor,&quot; ujarnya.



Lebih lanjut, Prof. Thomas tak bisa memastikan kesaksian warga Depok yang ramai di medsos kecuali disertai foto atau video. Namun, Ia memastikan meteor merupakan benda terang yang melintas dengan kecepatan tinggi.



&quot;Saya tidak bisa memastikan kesaksian warga, kecuali bila laporan warga disertai dengan foto/video. Benda terang yang melintas cepat,&quot; ungkapnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
