<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serangan Gereja dan Sinagoga di Dagestan Picu Kekhawatiran Rusia Hadapi Ancaman Terorisme Baru</title><description>145 orang tewas di gedung konser Crocus, serangan yang diklaim dilakukan oleh ISIS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/25/18/3025757/serangan-gereja-dan-sinagoga-di-dagestan-picu-kekhawatiran-rusia-hadapi-ancaman-terorisme-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/25/18/3025757/serangan-gereja-dan-sinagoga-di-dagestan-picu-kekhawatiran-rusia-hadapi-ancaman-terorisme-baru"/><item><title>Serangan Gereja dan Sinagoga di Dagestan Picu Kekhawatiran Rusia Hadapi Ancaman Terorisme Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/25/18/3025757/serangan-gereja-dan-sinagoga-di-dagestan-picu-kekhawatiran-rusia-hadapi-ancaman-terorisme-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/25/18/3025757/serangan-gereja-dan-sinagoga-di-dagestan-picu-kekhawatiran-rusia-hadapi-ancaman-terorisme-baru</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2024 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/25/18/3025757/serangan-gereja-dan-sinagoga-di-dagestan-picu-kekhawatiran-rusia-hadapi-ancaman-terorisme-baru-fR2jqAmrE4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serangan gereja dan sinagoga di Dagestan picu kekhawatiran Rusia hadapi terorisme baru (Foto: Anadolu Ajansi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/25/18/3025757/serangan-gereja-dan-sinagoga-di-dagestan-picu-kekhawatiran-rusia-hadapi-ancaman-terorisme-baru-fR2jqAmrE4.jpg</image><title>Serangan gereja dan sinagoga di Dagestan picu kekhawatiran Rusia hadapi terorisme baru (Foto: Anadolu Ajansi)</title></images><description>RUSIA - Serangan terhadap tempat ibadah Kristen dan Yahudi memicu kekhawatiran Rusia mungkin menghadapi ancaman terorisme baru dari kelompok Islam militan hanya tiga bulan setelah serangan mematikan di Moskow.

Dalam serangan di Moskow, 145 orang tewas di gedung konser Crocus, serangan yang diklaim dilakukan oleh ISIS.


BACA JUGA:
Update Jumlah Korban Serangan Gereja dan Sinagioga Dagestan Bertambah Jadi 20 Orang

Pada Oktober tahun lalu, setelah pecahnya perang di Gaza, para perusuh yang mengibarkan bendera Palestina mendobrak pintu kaca dan mengamuk di bandara Makhachkala untuk mencari penumpang Yahudi dalam penerbangan yang tiba dari Tel Aviv.


BACA JUGA:
Serangan Besar-besaran Hantam Sinagoga dan Gereja di Dagestan, 7 Polisi Tewas Termasuk Pendeta

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan itu dan menyampaikan belasungkawa.
Derbent, salah satu kota tertua yang terus dihuni di dunia, adalah rumah bagi komunitas Yahudi kuno dan situs Warisan Dunia UNESCO.

Penyelidik Rusia mengatakan itu adalah serangan &amp;ldquo;teroris&amp;rdquo; namun tidak memberikan rincian penyerangnya.

Media pemerintah Rusia mengutip penegak hukum yang mengatakan dua putra Magomed Omarov, kepala distrik Sergokala di Dagestan tengah, termasuk di antara para penyerang di Dagestan. Mereka dibunuh dan ayah mereka ditahan.
Tanggal 24 hingga 26 Juni telah dinyatakan sebagai hari berkabung di Dagestan, dengan bendera diturunkan setengah tiang dan semua acara hiburan dibatalkan.



Kekaisaran Rusia memperluas wilayahnya ke Kaukasus pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, namun pemberontakan setelah jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 menyebabkan dua perang.



Pada bulan Agustus 1999, pejuang Chechnya Shamil Basayev memimpin pejuang ke Dagestan dalam upaya membantu fundamentalis Wahhabi Dagestan, yang memicu kampanye pemboman besar-besaran oleh militer Rusia menjelang Perang Chechnya Kedua.

</description><content:encoded>RUSIA - Serangan terhadap tempat ibadah Kristen dan Yahudi memicu kekhawatiran Rusia mungkin menghadapi ancaman terorisme baru dari kelompok Islam militan hanya tiga bulan setelah serangan mematikan di Moskow.

Dalam serangan di Moskow, 145 orang tewas di gedung konser Crocus, serangan yang diklaim dilakukan oleh ISIS.


BACA JUGA:
Update Jumlah Korban Serangan Gereja dan Sinagioga Dagestan Bertambah Jadi 20 Orang

Pada Oktober tahun lalu, setelah pecahnya perang di Gaza, para perusuh yang mengibarkan bendera Palestina mendobrak pintu kaca dan mengamuk di bandara Makhachkala untuk mencari penumpang Yahudi dalam penerbangan yang tiba dari Tel Aviv.


BACA JUGA:
Serangan Besar-besaran Hantam Sinagoga dan Gereja di Dagestan, 7 Polisi Tewas Termasuk Pendeta

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan itu dan menyampaikan belasungkawa.
Derbent, salah satu kota tertua yang terus dihuni di dunia, adalah rumah bagi komunitas Yahudi kuno dan situs Warisan Dunia UNESCO.

Penyelidik Rusia mengatakan itu adalah serangan &amp;ldquo;teroris&amp;rdquo; namun tidak memberikan rincian penyerangnya.

Media pemerintah Rusia mengutip penegak hukum yang mengatakan dua putra Magomed Omarov, kepala distrik Sergokala di Dagestan tengah, termasuk di antara para penyerang di Dagestan. Mereka dibunuh dan ayah mereka ditahan.
Tanggal 24 hingga 26 Juni telah dinyatakan sebagai hari berkabung di Dagestan, dengan bendera diturunkan setengah tiang dan semua acara hiburan dibatalkan.



Kekaisaran Rusia memperluas wilayahnya ke Kaukasus pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, namun pemberontakan setelah jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 menyebabkan dua perang.



Pada bulan Agustus 1999, pejuang Chechnya Shamil Basayev memimpin pejuang ke Dagestan dalam upaya membantu fundamentalis Wahhabi Dagestan, yang memicu kampanye pemboman besar-besaran oleh militer Rusia menjelang Perang Chechnya Kedua.

</content:encoded></item></channel></rss>
