<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri soal Data INAFIS Bocor di Dark Web : Nanti Kita Mitigasi</title><description>Mitigasi dilakukan untuk mencegah kebocoran lagi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/25/337/3025990/polri-soal-data-inafis-bocor-di-dark-web-nanti-kita-mitigasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/25/337/3025990/polri-soal-data-inafis-bocor-di-dark-web-nanti-kita-mitigasi"/><item><title>Polri soal Data INAFIS Bocor di Dark Web : Nanti Kita Mitigasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/25/337/3025990/polri-soal-data-inafis-bocor-di-dark-web-nanti-kita-mitigasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/25/337/3025990/polri-soal-data-inafis-bocor-di-dark-web-nanti-kita-mitigasi</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2024 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/25/337/3025990/soal-data-inafis-diperjualbelikan-di-dark-web-polri-lakukan-mitigasi-1OpFSzPDsm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho memberi keterangan pers (Foto: MPI/Riana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/25/337/3025990/soal-data-inafis-diperjualbelikan-di-dark-web-polri-lakukan-mitigasi-1OpFSzPDsm.jpg</image><title>Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho memberi keterangan pers (Foto: MPI/Riana)</title></images><description>


JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho buka suara soal bocornya data Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri.
Sandi menegaskan, pihaknya akan memitigasi perihal data Inafis yang diduga diperjualbelikan di dark web tersebut.
&quot;Nanti kita mitigasi, kita cek kembali,&quot; kata Sandi Nugroho di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Siapa Sebenarnya Pelaku Peretasan Server PDN?

Mitigasi itu, kata Sandi, perlu dilakukan untuk mengantisipasi agar kebocoran data tidak berulang. Terlebih, saat ini isu peretasan tengah marak terjadi di Indonesia.
&quot;Yang pasti bahwa Polri akan bekerja sama dengan stakeholder lainnya untuk bisa menuntaskan permasalahan ini,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Lockbit 3.0 yang Jadi Biang Kerok PDN Lumpuh hingga Pelaku Minta Tebusan 8 Juta Dollar

Sebelumnya, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait isu data Inafis Polri yang diperjualbelikan di dark web.
&quot;Jadi hasil koordinasi kita dengan Polri, nanti bisa ditanyakan ke mereka lebih lanjut, karena data ini kan ditemukannya di mana? Sumber informasinya? Dari dark web kan? Dark web itu sama dengan pasar gelap,&quot; katanya di Kantor Kemenkominfo, Senin (24/6/2024).</description><content:encoded>


JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho buka suara soal bocornya data Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri.
Sandi menegaskan, pihaknya akan memitigasi perihal data Inafis yang diduga diperjualbelikan di dark web tersebut.
&quot;Nanti kita mitigasi, kita cek kembali,&quot; kata Sandi Nugroho di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Siapa Sebenarnya Pelaku Peretasan Server PDN?

Mitigasi itu, kata Sandi, perlu dilakukan untuk mengantisipasi agar kebocoran data tidak berulang. Terlebih, saat ini isu peretasan tengah marak terjadi di Indonesia.
&quot;Yang pasti bahwa Polri akan bekerja sama dengan stakeholder lainnya untuk bisa menuntaskan permasalahan ini,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Lockbit 3.0 yang Jadi Biang Kerok PDN Lumpuh hingga Pelaku Minta Tebusan 8 Juta Dollar

Sebelumnya, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait isu data Inafis Polri yang diperjualbelikan di dark web.
&quot;Jadi hasil koordinasi kita dengan Polri, nanti bisa ditanyakan ke mereka lebih lanjut, karena data ini kan ditemukannya di mana? Sumber informasinya? Dari dark web kan? Dark web itu sama dengan pasar gelap,&quot; katanya di Kantor Kemenkominfo, Senin (24/6/2024).</content:encoded></item></channel></rss>
