<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelapkan Uang, Polisi Tangkap Ketua Panitia Konser Berujung Rusuh di Pasar Kemis</title><description>&quot;Iya sudah (ditangkap) di daerah Leuwidamar,&quot; kata Kapolres Tangerang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/26/338/3026453/gelapkan-uang-polisi-tangkap-ketua-panitia-konser-berujung-rusuh-di-pasar-kemis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/26/338/3026453/gelapkan-uang-polisi-tangkap-ketua-panitia-konser-berujung-rusuh-di-pasar-kemis"/><item><title>Gelapkan Uang, Polisi Tangkap Ketua Panitia Konser Berujung Rusuh di Pasar Kemis</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/26/338/3026453/gelapkan-uang-polisi-tangkap-ketua-panitia-konser-berujung-rusuh-di-pasar-kemis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/26/338/3026453/gelapkan-uang-polisi-tangkap-ketua-panitia-konser-berujung-rusuh-di-pasar-kemis</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2024 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/26/338/3026453/gelapkan-uang-polisi-tangkap-ketua-panitia-konser-berujung-rusuh-di-pasar-kemis-hImLw4Ry32.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/26/338/3026453/gelapkan-uang-polisi-tangkap-ketua-panitia-konser-berujung-rusuh-di-pasar-kemis-hImLw4Ry32.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNC8xLzE4MjExNC81L3g5MHY2aTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Polisi menangkap ketua panitia konser Lentera Festival yang berakhir rusuh di Lapangan Kebeng, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, pada Minggu  (23/6/2024). Setelah tiga hari pencarian, pelaku Muhamad Dian Permana ditangkap polisi di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Rabu (26/6/2024).

&quot;Iya sudah (ditangkap) di daerah Leuwidamar,&quot; kata Kapolres Tangerang Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono saat dikonfirmasi, Rabu sore.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Konser di Pasar Kemis Rusuh, Duit Buat Bayar Artis Dibawa Kabur Ketua Panitia

Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian menyelidiki lebih dalam terkait kasus kerusuhan konser yang terjadi di Lapangan Kebeng, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada Minggu (23/6/2024) kemarin.

Dari kasus tersebut, polisi mengantongi satu pelaku bernama Muhamad Dian Permana Angga, ketua panitia konser yang diduga menggelapkan uang konser ratusan juta. Hal itu menyebabkan penonton kecewa dan mengamuk hingga membakar sejumlah fasilitas. Pelaku merupakan ketua panitia konser tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Konser di Pasar Kemis Rusuh, Ketua Panitia Ternyata Bawa Kabur Duit untuk Bayar Artis

Ucu mengungkapkan, dari laporan yang diterima pihaknya, panitia konser tersebut mengaku rugi hingga Rp800 juta karena uangnya dibawa kabur oleh Muhammad Dian Permana Angga.

&quot;Estinasi sekitar 800 jutaan,&quot; ucap Ucu.

Sebelumnya, Sebuah konser di Lapangan Kebeng, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang berakhir rusuh karena dua band papan atas Indonesia yakni NDX dan Guyon Waton gagal manggung di acara tersebut.Kapolsek Pasar Kemis, AKP Ucu Nuryandi mengatakan kronologi kerusuhan itu dimulai ketika para penonton kecewa karena NDX dan Guyon Waton tak kunjung tampil pada waktu yang ditentukan.



Usut punya usut, gagalnya kedua band itu tampil karena panitia tak sanggup membayar biaya pelunasan.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNC8xLzE4MjExNC81L3g5MHY2aTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Polisi menangkap ketua panitia konser Lentera Festival yang berakhir rusuh di Lapangan Kebeng, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, pada Minggu  (23/6/2024). Setelah tiga hari pencarian, pelaku Muhamad Dian Permana ditangkap polisi di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Rabu (26/6/2024).

&quot;Iya sudah (ditangkap) di daerah Leuwidamar,&quot; kata Kapolres Tangerang Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono saat dikonfirmasi, Rabu sore.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Konser di Pasar Kemis Rusuh, Duit Buat Bayar Artis Dibawa Kabur Ketua Panitia

Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian menyelidiki lebih dalam terkait kasus kerusuhan konser yang terjadi di Lapangan Kebeng, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada Minggu (23/6/2024) kemarin.

Dari kasus tersebut, polisi mengantongi satu pelaku bernama Muhamad Dian Permana Angga, ketua panitia konser yang diduga menggelapkan uang konser ratusan juta. Hal itu menyebabkan penonton kecewa dan mengamuk hingga membakar sejumlah fasilitas. Pelaku merupakan ketua panitia konser tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Konser di Pasar Kemis Rusuh, Ketua Panitia Ternyata Bawa Kabur Duit untuk Bayar Artis

Ucu mengungkapkan, dari laporan yang diterima pihaknya, panitia konser tersebut mengaku rugi hingga Rp800 juta karena uangnya dibawa kabur oleh Muhammad Dian Permana Angga.

&quot;Estinasi sekitar 800 jutaan,&quot; ucap Ucu.

Sebelumnya, Sebuah konser di Lapangan Kebeng, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang berakhir rusuh karena dua band papan atas Indonesia yakni NDX dan Guyon Waton gagal manggung di acara tersebut.Kapolsek Pasar Kemis, AKP Ucu Nuryandi mengatakan kronologi kerusuhan itu dimulai ketika para penonton kecewa karena NDX dan Guyon Waton tak kunjung tampil pada waktu yang ditentukan.



Usut punya usut, gagalnya kedua band itu tampil karena panitia tak sanggup membayar biaya pelunasan.



</content:encoded></item></channel></rss>
