<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bolivia Terancam Kudeta, Tentara Kepung Istana Kepresidenan</title><description>Kendaraan lapis baja dan pasukan telah mengambil posisi di alun-alun.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/18/3026616/bolivia-terancam-kudeta-tentara-kepung-istana-kepresidenan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/27/18/3026616/bolivia-terancam-kudeta-tentara-kepung-istana-kepresidenan"/><item><title>Bolivia Terancam Kudeta, Tentara Kepung Istana Kepresidenan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/18/3026616/bolivia-terancam-kudeta-tentara-kepung-istana-kepresidenan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/27/18/3026616/bolivia-terancam-kudeta-tentara-kepung-istana-kepresidenan</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 05:58 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/18/3026616/bolivia-terancam-kudeta-tentara-kepung-istana-kepresidenan-UK5lpPPuHM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bolivia terancam kudeta, tentara kepung istana kepresidenan (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/18/3026616/bolivia-terancam-kudeta-tentara-kepung-istana-kepresidenan-UK5lpPPuHM.jpg</image><title>Bolivia terancam kudeta, tentara kepung istana kepresidenan (Foto: AP)</title></images><description>BOLIVIA - Istana kepresidenan Bolivia diserbu oleh tentara ketika Presiden Luis Arce memperingatkan akan terjadinya kudeta.
Pasukan memblokir pintu masuk ke Lapangan Murillo di La Paz, tempat gedung-gedung utama pemerintah berada, sebelum mendobrak pintu gedung utama pemerintah. Tentara kemudian memasuki gedung.
Kendaraan lapis baja dan pasukan telah mengambil posisi di alun-alun.


BACA JUGA:
50 Orang Tewas Akibat Hujan Deras, Pemerintah Bolivia Umumkan Keadaan Darurat

Presiden sebelumnya telah memperingatkan di media sosial tentang mobilisasi tidak teratur beberapa unit tentara. &amp;ldquo;Demokrasi harus dihormati,&amp;rdquo; katanya, dikutip BBC.


BACA JUGA:
Bolivia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Palestina

Menteri Bolivia Maria Nela Prada menerbitkan video di akun Facebook-nya yang menunjukkan pemandangan dari jendela gedung pemerintah.
&amp;ldquo;Saya di istana rakyat. Seperti yang Anda lihat, ini adalah Plaza Murillo yang direbut oleh tank dan tentara bersenjata,&amp;rdquo; lanjutnya.
Arce kemudian mendesak rakyat Bolivia untuk melakukan mobilisasi melawan kudeta
&amp;ldquo;Kita membutuhkan rakyat Bolivia untuk berorganisasi dan melakukan mobilisasi melawan kudeta demi mendukung demokrasi,&amp;rdquo; kata Arce dalam pesan yang disiarkan televisi kepada negara tersebut bersama para menterinya di dalam istana presiden.
&amp;ldquo;Kami tidak bisa membiarkan upaya kudeta sekali lagi merenggut nyawa rakyat Bolivia,&amp;rdquo; tambahnya.
Perwira militer yang memimpin pasukan yang mengambil alih pusat La Paz, Jenderal Juan Jos&amp;eacute; Z&amp;uacute;&amp;ntilde;iga, mengatakan dia mengakui Presiden Arce untuk saat ini tetapi akan ada pergantian menteri dan kabinet.&amp;ldquo;Kami akan memulihkan tanah air ini,&amp;rdquo; kata Jenderal Juan Jos&amp;eacute; Z&amp;uacute;&amp;ntilde;iga dari Lapangan Murillo setelah direbut oleh pasukan.

&amp;ldquo;Seorang elit telah mengambil alih negara ini, para pengacau telah menghancurkan negara ini, Tentara bermaksud memulihkan demokrasi yang sebenarnya,&amp;rdquo; lanjutnya.

Dia mengatakan tahanan politik termasuk mantan pemimpin yang dipenjara Jeanine &amp;Aacute;&amp;ntilde;ez akan dibebaskan.

Desas-desus telah beredar selama berhari-hari bahwa Jenderal Z&amp;uacute;&amp;ntilde;iga berada di ambang pemecatan.

Panglima militer itu muncul di televisi pada Senin (24/6/2024) dan mengatakan dia akan menangkap mantan presiden sayap kiri Evo Morales jika dia mencalonkan diri lagi tahun depan.

Morales &amp;ndash;yang mengundurkan diri sebagai presiden dan digantikan oleh Ibu &amp;Aacute;&amp;ntilde;ez setelah panglima militer mendesaknya untuk mundur di tengah protes atas tuduhan kecurangan dalam pemilu tahun 2019, meminta para pendukung demokrasi untuk mogok dan memblokir jalan.

&amp;ldquo;Saya meminta masyarakat yang berpikiran demokratis untuk membela tanah air dari kelompok militer tertentu yang bertindak melawan demokrasi dan rakyat,&amp;rdquo; ujarnya.

</description><content:encoded>BOLIVIA - Istana kepresidenan Bolivia diserbu oleh tentara ketika Presiden Luis Arce memperingatkan akan terjadinya kudeta.
Pasukan memblokir pintu masuk ke Lapangan Murillo di La Paz, tempat gedung-gedung utama pemerintah berada, sebelum mendobrak pintu gedung utama pemerintah. Tentara kemudian memasuki gedung.
Kendaraan lapis baja dan pasukan telah mengambil posisi di alun-alun.


BACA JUGA:
50 Orang Tewas Akibat Hujan Deras, Pemerintah Bolivia Umumkan Keadaan Darurat

Presiden sebelumnya telah memperingatkan di media sosial tentang mobilisasi tidak teratur beberapa unit tentara. &amp;ldquo;Demokrasi harus dihormati,&amp;rdquo; katanya, dikutip BBC.


BACA JUGA:
Bolivia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Palestina

Menteri Bolivia Maria Nela Prada menerbitkan video di akun Facebook-nya yang menunjukkan pemandangan dari jendela gedung pemerintah.
&amp;ldquo;Saya di istana rakyat. Seperti yang Anda lihat, ini adalah Plaza Murillo yang direbut oleh tank dan tentara bersenjata,&amp;rdquo; lanjutnya.
Arce kemudian mendesak rakyat Bolivia untuk melakukan mobilisasi melawan kudeta
&amp;ldquo;Kita membutuhkan rakyat Bolivia untuk berorganisasi dan melakukan mobilisasi melawan kudeta demi mendukung demokrasi,&amp;rdquo; kata Arce dalam pesan yang disiarkan televisi kepada negara tersebut bersama para menterinya di dalam istana presiden.
&amp;ldquo;Kami tidak bisa membiarkan upaya kudeta sekali lagi merenggut nyawa rakyat Bolivia,&amp;rdquo; tambahnya.
Perwira militer yang memimpin pasukan yang mengambil alih pusat La Paz, Jenderal Juan Jos&amp;eacute; Z&amp;uacute;&amp;ntilde;iga, mengatakan dia mengakui Presiden Arce untuk saat ini tetapi akan ada pergantian menteri dan kabinet.&amp;ldquo;Kami akan memulihkan tanah air ini,&amp;rdquo; kata Jenderal Juan Jos&amp;eacute; Z&amp;uacute;&amp;ntilde;iga dari Lapangan Murillo setelah direbut oleh pasukan.

&amp;ldquo;Seorang elit telah mengambil alih negara ini, para pengacau telah menghancurkan negara ini, Tentara bermaksud memulihkan demokrasi yang sebenarnya,&amp;rdquo; lanjutnya.

Dia mengatakan tahanan politik termasuk mantan pemimpin yang dipenjara Jeanine &amp;Aacute;&amp;ntilde;ez akan dibebaskan.

Desas-desus telah beredar selama berhari-hari bahwa Jenderal Z&amp;uacute;&amp;ntilde;iga berada di ambang pemecatan.

Panglima militer itu muncul di televisi pada Senin (24/6/2024) dan mengatakan dia akan menangkap mantan presiden sayap kiri Evo Morales jika dia mencalonkan diri lagi tahun depan.

Morales &amp;ndash;yang mengundurkan diri sebagai presiden dan digantikan oleh Ibu &amp;Aacute;&amp;ntilde;ez setelah panglima militer mendesaknya untuk mundur di tengah protes atas tuduhan kecurangan dalam pemilu tahun 2019, meminta para pendukung demokrasi untuk mogok dan memblokir jalan.

&amp;ldquo;Saya meminta masyarakat yang berpikiran demokratis untuk membela tanah air dari kelompok militer tertentu yang bertindak melawan demokrasi dan rakyat,&amp;rdquo; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
