<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerebek Villa di Bali, Imigrasi Tangkap 103 WNA Diduga Lakukan Kejahatan Siber   </title><description>Ratusan WNA itu ditangkap melalui Operasi Bali Becik lantaran diduga kejahatan siber.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/244/3026776/gerebek-villa-di-bali-imigrasi-tangkap-103-wna-diduga-lakukan-kejahatan-siber</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/27/244/3026776/gerebek-villa-di-bali-imigrasi-tangkap-103-wna-diduga-lakukan-kejahatan-siber"/><item><title>Gerebek Villa di Bali, Imigrasi Tangkap 103 WNA Diduga Lakukan Kejahatan Siber   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/244/3026776/gerebek-villa-di-bali-imigrasi-tangkap-103-wna-diduga-lakukan-kejahatan-siber</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/27/244/3026776/gerebek-villa-di-bali-imigrasi-tangkap-103-wna-diduga-lakukan-kejahatan-siber</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 12:39 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/244/3026776/gerebek-villa-di-bali-imigrasi-tangkap-103-wna-diduga-lakukan-kejahatan-siber-ETiOcoVEpZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan WNI ditangkap di Bali. (Foto: Imigrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/244/3026776/gerebek-villa-di-bali-imigrasi-tangkap-103-wna-diduga-lakukan-kejahatan-siber-ETiOcoVEpZ.jpg</image><title>Ratusan WNI ditangkap di Bali. (Foto: Imigrasi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNi8xLzE4MjE5NC81L3g5MHpvZmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ratusan warga negara asing (WNA) ditangkap oleh Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Rabu (27/6/2024). Ratusan WNA itu ditangkap melalui Operasi Bali Becik lantaran diduga kejahatan siber.

&quot;Hari ini operasi pengawasan Bali Becik yang melibatkan kantor Imigrasi di Bali berhasil menangkap 103 orang WNA, ada 14 orang WN Taiwan, sedangkan yang lainnya belum diketahui identitasnya,&quot; kata Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (27/6/2024).

BACA JUGA:
Server PDN Sempat Down, Ditjen Imigrasi Pastikan Sistem Perlintasan di Bandara dan Pelabuhan Sudah Pulih

Silmy berkata, pihaknya masih mendalami identitas para WNA yang ditangkap tersebut. Silmy pun menjelaskan, operasi pengawasan dilaksanakan pada Rabu, 26 Juni 2024 mulai pukul 10.00 WITA.

Sebagian dari tim imigrasi melakukan operasi tertutup untuk mengawasi sebuah villa di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.

BACA JUGA:
Server PDN Gangguan, Imigrasi Tetap Layani Perlintasan dan Permohonan Paspor

&amp;ldquo;Pukul 14.00 WITA Diperoleh informasi bahwa terdapat aktivitas WNA pada lokasi tersebut. Setelah briefing, tim langsung bergerak menuju lokasi operasi. Selanjutnya pukul 17.00 WITA,&quot; tuturnya.

&quot;Kami berhasil 103 WNA yang terdiri dari 12 perempuan dan 91 laki-laki. Mereka diduga tidak memiliki dokumen dan penyalahgunaan izin keimigrasian,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;Selain melanggar keimigrasian, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Safar Muhammad Godam mengatakan, pihaknya juga tengah mendalami dugaan kejahatan siber. Pasalnya, ia berkata, pihaknya menemukan sejumlah perangkat komputer di TKP.



&quot;Pada saat ini sedang didalami kemungkinan adanya kejahatan cyber berdasarkan banyaknya komputer dan handphone yang didapati di lokasi kejadian,&amp;rdquo; jelas Safar.







</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNi8xLzE4MjE5NC81L3g5MHpvZmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ratusan warga negara asing (WNA) ditangkap oleh Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Rabu (27/6/2024). Ratusan WNA itu ditangkap melalui Operasi Bali Becik lantaran diduga kejahatan siber.

&quot;Hari ini operasi pengawasan Bali Becik yang melibatkan kantor Imigrasi di Bali berhasil menangkap 103 orang WNA, ada 14 orang WN Taiwan, sedangkan yang lainnya belum diketahui identitasnya,&quot; kata Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (27/6/2024).

BACA JUGA:
Server PDN Sempat Down, Ditjen Imigrasi Pastikan Sistem Perlintasan di Bandara dan Pelabuhan Sudah Pulih

Silmy berkata, pihaknya masih mendalami identitas para WNA yang ditangkap tersebut. Silmy pun menjelaskan, operasi pengawasan dilaksanakan pada Rabu, 26 Juni 2024 mulai pukul 10.00 WITA.

Sebagian dari tim imigrasi melakukan operasi tertutup untuk mengawasi sebuah villa di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.

BACA JUGA:
Server PDN Gangguan, Imigrasi Tetap Layani Perlintasan dan Permohonan Paspor

&amp;ldquo;Pukul 14.00 WITA Diperoleh informasi bahwa terdapat aktivitas WNA pada lokasi tersebut. Setelah briefing, tim langsung bergerak menuju lokasi operasi. Selanjutnya pukul 17.00 WITA,&quot; tuturnya.

&quot;Kami berhasil 103 WNA yang terdiri dari 12 perempuan dan 91 laki-laki. Mereka diduga tidak memiliki dokumen dan penyalahgunaan izin keimigrasian,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;Selain melanggar keimigrasian, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Safar Muhammad Godam mengatakan, pihaknya juga tengah mendalami dugaan kejahatan siber. Pasalnya, ia berkata, pihaknya menemukan sejumlah perangkat komputer di TKP.



&quot;Pada saat ini sedang didalami kemungkinan adanya kejahatan cyber berdasarkan banyaknya komputer dan handphone yang didapati di lokasi kejadian,&amp;rdquo; jelas Safar.







</content:encoded></item></channel></rss>
