<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPT Ungkap Sel-Sel Teroris Terus Bekerja di Bawah Permukaan</title><description>Sampai saat ini, sel-sel jaringan teroris masih terus bekerja di bawah permukaan meskipun tidak ada aksi serangan yang dilancarkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/337/3026791/bnpt-ungkap-sel-sel-teroris-terus-bekerja-di-bawah-permukaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/27/337/3026791/bnpt-ungkap-sel-sel-teroris-terus-bekerja-di-bawah-permukaan"/><item><title>BNPT Ungkap Sel-Sel Teroris Terus Bekerja di Bawah Permukaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/337/3026791/bnpt-ungkap-sel-sel-teroris-terus-bekerja-di-bawah-permukaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/27/337/3026791/bnpt-ungkap-sel-sel-teroris-terus-bekerja-di-bawah-permukaan</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 13:07 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/337/3026791/bnpt-ungkap-sel-sel-teroris-terus-bekerja-di-bawah-permukaan-nkWzuy18qD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPT Komjen Rycko Amelza Dahniel (Foto: Tangkapan layar/Felldy Utama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/337/3026791/bnpt-ungkap-sel-sel-teroris-terus-bekerja-di-bawah-permukaan-nkWzuy18qD.jpg</image><title>Kepala BNPT Komjen Rycko Amelza Dahniel (Foto: Tangkapan layar/Felldy Utama)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengungkap, sampai saat ini sel-sel jaringan teroris di Indonesia masih terus bekerja di bawah permukaan meskipun tidak ada aksi serangan yang dilancarkan.

Hal ini disampaikan Rycko saat menghadiri rapat bersama Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2024).

&quot;Kita harus tetap waspada, kita tidak boleh lengah. Ternyata di bawah permukaan, proses radikalisasi dan penguatan sel-sel ini masih terus berjalan,&quot; kata Rycko dalam paparannya.

BACA JUGA:
Tolak Tapera, Ribuan Buruh Geruduk Kantor Kemenkeu&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ia menjelaskan, ada tiga indikator yang menunjukkan bahwa sel-sel terorisme yang dianggap tidur ini, terus melakukan konsolidasi. Indikator pertama,  jumlah penangkapan terhadap pelaku-pelaku kasus teror semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya, meskipun aksi terornya nihi atau tidak ada tindakan.

&quot;Kemudian, penyitaan barang bukti senjata api, senjata tajam, jumlahnya jauh lebih besar. Padahal, di atas permukaan zero terorist attack,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Cium Bendera Merah Putih, Napi Terorisme Takhlis Auzan Ikrar Setia pada NKRI


Indikator yang kedua adalah peningkatan fundraising atau pengumpulan dana-dana dengan memanfaatkan berbagai momentum. Menurutnya, ada berbagai modus yang digunakan mereka dalam mengumpulkan dana ini.

&quot;Kita tahu warga negara Indonesia, kita ini bangsa yang sangat murah hati, generous. Kita minta sumbangan dititipkan di masjid, di musholla, bahkan ditaruh di simpangan lampu merah pun jadi uang. Ada gambar gunung meletus, gambar musibah terjadi kejadian, ada orang cacat difoto di tempel di kotak jadi uang. Bahkan, kuburan, difoto ditempelin di kotak ditaruh di masjid ditulis suatu saat Anda akan masuk ke sini, jadi duit juga,&quot; katanya.

&quot;Ini salah satu indikatornya. Densus 88 bersama kementerian/lembaga kita telah menertibkan itu, yang ujungnya adalah untuk melaksanakan, mendukung findraising daripada sel-sel yang kita anggap tidur ini tadi, itu indikator yang kedua,&quot; tutur dia melanjutkan.


Indikator yang ketiga adalah, terjadi peningkatan proses radikalisasi di kalangan masyarakat Indonesia. Rycko menyampaikan bahwa Sejak 2016, BNPT memiliki 30 kontributor peneliti yang melakukan penelitian di kalangan remaja,dalam hal ini anak-anak SMA di kota-kota besar.



&quot;Kami melakukan penelitian sejak 2016, ternyata terjadi peningkatan proses radikalisasi di kalangan remaja, anak-anak dan perempuan. Meskipun peningkatannya dari 2016 sampai saat ini hanya satu digit, tapi kalo satu digit dikalikan jumlah generasi muda kita, jumlahnya sangat besar,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengungkap, sampai saat ini sel-sel jaringan teroris di Indonesia masih terus bekerja di bawah permukaan meskipun tidak ada aksi serangan yang dilancarkan.

Hal ini disampaikan Rycko saat menghadiri rapat bersama Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2024).

&quot;Kita harus tetap waspada, kita tidak boleh lengah. Ternyata di bawah permukaan, proses radikalisasi dan penguatan sel-sel ini masih terus berjalan,&quot; kata Rycko dalam paparannya.

BACA JUGA:
Tolak Tapera, Ribuan Buruh Geruduk Kantor Kemenkeu&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ia menjelaskan, ada tiga indikator yang menunjukkan bahwa sel-sel terorisme yang dianggap tidur ini, terus melakukan konsolidasi. Indikator pertama,  jumlah penangkapan terhadap pelaku-pelaku kasus teror semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya, meskipun aksi terornya nihi atau tidak ada tindakan.

&quot;Kemudian, penyitaan barang bukti senjata api, senjata tajam, jumlahnya jauh lebih besar. Padahal, di atas permukaan zero terorist attack,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Cium Bendera Merah Putih, Napi Terorisme Takhlis Auzan Ikrar Setia pada NKRI


Indikator yang kedua adalah peningkatan fundraising atau pengumpulan dana-dana dengan memanfaatkan berbagai momentum. Menurutnya, ada berbagai modus yang digunakan mereka dalam mengumpulkan dana ini.

&quot;Kita tahu warga negara Indonesia, kita ini bangsa yang sangat murah hati, generous. Kita minta sumbangan dititipkan di masjid, di musholla, bahkan ditaruh di simpangan lampu merah pun jadi uang. Ada gambar gunung meletus, gambar musibah terjadi kejadian, ada orang cacat difoto di tempel di kotak jadi uang. Bahkan, kuburan, difoto ditempelin di kotak ditaruh di masjid ditulis suatu saat Anda akan masuk ke sini, jadi duit juga,&quot; katanya.

&quot;Ini salah satu indikatornya. Densus 88 bersama kementerian/lembaga kita telah menertibkan itu, yang ujungnya adalah untuk melaksanakan, mendukung findraising daripada sel-sel yang kita anggap tidur ini tadi, itu indikator yang kedua,&quot; tutur dia melanjutkan.


Indikator yang ketiga adalah, terjadi peningkatan proses radikalisasi di kalangan masyarakat Indonesia. Rycko menyampaikan bahwa Sejak 2016, BNPT memiliki 30 kontributor peneliti yang melakukan penelitian di kalangan remaja,dalam hal ini anak-anak SMA di kota-kota besar.



&quot;Kami melakukan penelitian sejak 2016, ternyata terjadi peningkatan proses radikalisasi di kalangan remaja, anak-anak dan perempuan. Meskipun peningkatannya dari 2016 sampai saat ini hanya satu digit, tapi kalo satu digit dikalikan jumlah generasi muda kita, jumlahnya sangat besar,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
