<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Bakal Usut Penyokong Dana Harun Masiku Selama dalam Pelarian</title><description>Menurutnya, Harun butuh uang banyak untuk berlari dari kejaran KPK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/337/3026897/kpk-bakal-usut-penyokong-dana-harun-masiku-selama-dalam-pelarian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/27/337/3026897/kpk-bakal-usut-penyokong-dana-harun-masiku-selama-dalam-pelarian"/><item><title>KPK Bakal Usut Penyokong Dana Harun Masiku Selama dalam Pelarian</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/337/3026897/kpk-bakal-usut-penyokong-dana-harun-masiku-selama-dalam-pelarian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/27/337/3026897/kpk-bakal-usut-penyokong-dana-harun-masiku-selama-dalam-pelarian</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/337/3026897/kpk-bakal-usut-penyokong-dana-harun-masiku-selama-dalam-pelarian-5kErjQfCNj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/337/3026897/kpk-bakal-usut-penyokong-dana-harun-masiku-selama-dalam-pelarian-5kErjQfCNj.jpg</image><title>KPK (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami adanya penyokong dana Harun Masiku selama dalam pelarian. Harun Masiku sendiri meruoakan tersangka kasus dugaan suap PAW DPR RI yang buron selama 4 tahun.

&quot;Akan didalami oleh penyidik,&quot; kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan, Kamis (27/6/2024).

Kendati demikian, Tessa tak menjelaskan detil langkah pendalaman itu. Saat disinggung terkait penaaman melalui pemeriksaan saksi, ia menegaskan, materi panggilan saksi tak bisa dipublikasikan.

&quot;Materi pemeriksaan tidak dishare sama penyidiknya,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Pantau Kasus Afif Maulana, Kompolnas: Kapolda Sumbar Sudah Menyatakan Keterbukaan


Isu adanya penyokong dana pelarian Harun Masiku itu diungkap oleh mantan penyidik KPK yang juga Ketua IM57+Institute, M Praswad Nugraha. Menurutnya, Harun butuh uang banyak untuk berlari dari kejaran KPK.

&quot;Buronan Harun Masiku butuh uang tunai yang banyak, karena selalu berpindah-pindah dan tidak bisa mengakses sistem keuangan perbankan karena akan langsung ketahuan jika yg bersangkutan mengambil ATM dan lain-lain,&quot; tutur Praswad dalam keterangan tertulis, Kamis.

BACA JUGA:
Eks Penyidik KPK Kritik Gaduhnya Pencarian Harun Masiku, Harusnya Pakai Mode Senyap


Menurutnya, ada pihak yang membantu dan mendukung kebutuhan Harun. Apalagi, kata dia, Harun terus berpindah tempat dan tak bekerja.

&quot;Harun Masiku selalu bergerak berpindah&amp;rdquo; negara, sehingga butuh identitas palsu, paspor, cover story, dan butuh orang-orang yang membantunya setiap akan melintasi wilayah negara tertentu secara ilegal, dan semua itu biayanya sangat besar sekali, mustahil Harun Masiku tidak di suport keuangan yang kuat,&quot; ucap Praswad.



&quot;Harun Masiku tidak bisa bekerja, karena statusnya sedang buron, sehingga pasti tidak ada pemasukan, tanpa dukungan dari pihak tertentu, tidak mungkin dia bisa membiayai pelariannya selama 4,5 tahun terakhir ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami adanya penyokong dana Harun Masiku selama dalam pelarian. Harun Masiku sendiri meruoakan tersangka kasus dugaan suap PAW DPR RI yang buron selama 4 tahun.

&quot;Akan didalami oleh penyidik,&quot; kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan, Kamis (27/6/2024).

Kendati demikian, Tessa tak menjelaskan detil langkah pendalaman itu. Saat disinggung terkait penaaman melalui pemeriksaan saksi, ia menegaskan, materi panggilan saksi tak bisa dipublikasikan.

&quot;Materi pemeriksaan tidak dishare sama penyidiknya,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Pantau Kasus Afif Maulana, Kompolnas: Kapolda Sumbar Sudah Menyatakan Keterbukaan


Isu adanya penyokong dana pelarian Harun Masiku itu diungkap oleh mantan penyidik KPK yang juga Ketua IM57+Institute, M Praswad Nugraha. Menurutnya, Harun butuh uang banyak untuk berlari dari kejaran KPK.

&quot;Buronan Harun Masiku butuh uang tunai yang banyak, karena selalu berpindah-pindah dan tidak bisa mengakses sistem keuangan perbankan karena akan langsung ketahuan jika yg bersangkutan mengambil ATM dan lain-lain,&quot; tutur Praswad dalam keterangan tertulis, Kamis.

BACA JUGA:
Eks Penyidik KPK Kritik Gaduhnya Pencarian Harun Masiku, Harusnya Pakai Mode Senyap


Menurutnya, ada pihak yang membantu dan mendukung kebutuhan Harun. Apalagi, kata dia, Harun terus berpindah tempat dan tak bekerja.

&quot;Harun Masiku selalu bergerak berpindah&amp;rdquo; negara, sehingga butuh identitas palsu, paspor, cover story, dan butuh orang-orang yang membantunya setiap akan melintasi wilayah negara tertentu secara ilegal, dan semua itu biayanya sangat besar sekali, mustahil Harun Masiku tidak di suport keuangan yang kuat,&quot; ucap Praswad.



&quot;Harun Masiku tidak bisa bekerja, karena statusnya sedang buron, sehingga pasti tidak ada pemasukan, tanpa dukungan dari pihak tertentu, tidak mungkin dia bisa membiayai pelariannya selama 4,5 tahun terakhir ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
