<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahanan di Lapas Bulak Kapal Diduga Tewas Dianiaya, Keluarga Lapor Polisi</title><description>Saat itu, korban menghubungi keluarga untuk meminta sejumlah uang tanpa mengetahui untuk apa uang itu digunakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/338/3026819/tahanan-di-lapas-bulak-kapal-diduga-tewas-dianiaya-keluarga-lapor-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/27/338/3026819/tahanan-di-lapas-bulak-kapal-diduga-tewas-dianiaya-keluarga-lapor-polisi"/><item><title>Tahanan di Lapas Bulak Kapal Diduga Tewas Dianiaya, Keluarga Lapor Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/27/338/3026819/tahanan-di-lapas-bulak-kapal-diduga-tewas-dianiaya-keluarga-lapor-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/27/338/3026819/tahanan-di-lapas-bulak-kapal-diduga-tewas-dianiaya-keluarga-lapor-polisi</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/338/3026819/tahanan-di-lapas-bulak-kapal-diduga-tewas-dianiaya-keluarga-lapor-polisi-29D8m2Ped9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/338/3026819/tahanan-di-lapas-bulak-kapal-diduga-tewas-dianiaya-keluarga-lapor-polisi-29D8m2Ped9.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara berinisial ZAN (26) ditemukan tewas di Lapas Kelas II A Bulak Kapal Bekasi. ZAN tewas diduga merupakan korban penganiayaan.
Kuasa Hukum Keluarga Korban, Farhat Abbas menjelaskan ZAN sempat menghubungi keluarga sebelum dikabarkan meninggal dunia. Saat itu, korban menghubungi keluarga untuk meminta sejumlah uang tanpa mengetahui untuk apa uang itu digunakan.

BACA JUGA:
Kejari Padangsidimpuan Musnahkan 25 Kg ganja dan Puluhan Ponsel&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Kepada orangtuanya, ZAN juga mengaku mendapat ancaman apabila uang itu tak segera dikirimkan. Adapun ancaman berupa penghilangan nyawa. &quot;Tanggal 18 Mei 2024, chat WhatsApp minta uang dan tanggal 19 Mei 2024, (ZAN) meninggal dunia,&quot; kata Farhat kepada wartawan, Kamis (26/6/2024).

BACA JUGA:
Heboh Wanita Naik Atap Masjid Sambil Tertawa-tawa di Cikampek

Di sisi lain, berdasarkan keterangan Lapas Kelas IIA Bulak Kapal kematian ZAN diklaim merupakan akibat dari bunuh diri. Sebaliknya, keluarga korban justru curiga sebab jenazah ZAN ditemukan sejumlah luka lebam.
&quot;(Meninggal dunia) saat dalam karantina di lapas,&quot; ujar Farhat.Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan keluarga korban telah melaporkan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan ZAN meninggal dunia. Laporan itu teregister dalam Nomor:LP/B/964/V/2024/SPKT.Satreskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya.
&quot;Ada dugaan terjadinya penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia,&quot; kata Firdaus.

BACA JUGA:
Polisi Tetapkan Ketua Panitia Konser Ricuh di Tangerang sebagai Tersangka

Firdaus menyebut pihaknya masih mendalami kasus ini. Polisi pun masih menunggu hasil autopsi dari ZAN. &quot;Masih didalami apakah akibat dianiaya atau apa, yang jelas didalami, kami tunggu hasil autopsi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara berinisial ZAN (26) ditemukan tewas di Lapas Kelas II A Bulak Kapal Bekasi. ZAN tewas diduga merupakan korban penganiayaan.
Kuasa Hukum Keluarga Korban, Farhat Abbas menjelaskan ZAN sempat menghubungi keluarga sebelum dikabarkan meninggal dunia. Saat itu, korban menghubungi keluarga untuk meminta sejumlah uang tanpa mengetahui untuk apa uang itu digunakan.

BACA JUGA:
Kejari Padangsidimpuan Musnahkan 25 Kg ganja dan Puluhan Ponsel&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Kepada orangtuanya, ZAN juga mengaku mendapat ancaman apabila uang itu tak segera dikirimkan. Adapun ancaman berupa penghilangan nyawa. &quot;Tanggal 18 Mei 2024, chat WhatsApp minta uang dan tanggal 19 Mei 2024, (ZAN) meninggal dunia,&quot; kata Farhat kepada wartawan, Kamis (26/6/2024).

BACA JUGA:
Heboh Wanita Naik Atap Masjid Sambil Tertawa-tawa di Cikampek

Di sisi lain, berdasarkan keterangan Lapas Kelas IIA Bulak Kapal kematian ZAN diklaim merupakan akibat dari bunuh diri. Sebaliknya, keluarga korban justru curiga sebab jenazah ZAN ditemukan sejumlah luka lebam.
&quot;(Meninggal dunia) saat dalam karantina di lapas,&quot; ujar Farhat.Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan keluarga korban telah melaporkan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan ZAN meninggal dunia. Laporan itu teregister dalam Nomor:LP/B/964/V/2024/SPKT.Satreskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya.
&quot;Ada dugaan terjadinya penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia,&quot; kata Firdaus.

BACA JUGA:
Polisi Tetapkan Ketua Panitia Konser Ricuh di Tangerang sebagai Tersangka

Firdaus menyebut pihaknya masih mendalami kasus ini. Polisi pun masih menunggu hasil autopsi dari ZAN. &quot;Masih didalami apakah akibat dianiaya atau apa, yang jelas didalami, kami tunggu hasil autopsi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
