<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengejutkan! 2 Calon Presiden Iran Mengundurkan Diri Sehari Jelang Pemilihan</title><description>Usai mundur, kedua capres menyerukan persatuan di antara kekuatan pendukung revolusi Islam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/18/3027119/mengejutkan-2-calon-presiden-iran-mengundurkan-diri-sehari-jelang-pemilihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/28/18/3027119/mengejutkan-2-calon-presiden-iran-mengundurkan-diri-sehari-jelang-pemilihan"/><item><title>Mengejutkan! 2 Calon Presiden Iran Mengundurkan Diri Sehari Jelang Pemilihan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/18/3027119/mengejutkan-2-calon-presiden-iran-mengundurkan-diri-sehari-jelang-pemilihan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/28/18/3027119/mengejutkan-2-calon-presiden-iran-mengundurkan-diri-sehari-jelang-pemilihan</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2024 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/28/18/3027119/mengejutkan-2-calon-presiden-iran-mengundurkan-diri-sehari-jelang-pemilihan-wNUfTKxSOk.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Alireza Zakani, calon presiden Iran yang mundur menjelang pemilihan (Foto: Anadolu Agency)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/28/18/3027119/mengejutkan-2-calon-presiden-iran-mengundurkan-diri-sehari-jelang-pemilihan-wNUfTKxSOk.JPG</image><title>Alireza Zakani, calon presiden Iran yang mundur menjelang pemilihan (Foto: Anadolu Agency)</title></images><description>JAKARTA - Pemilihan Presiden (Pilpres) Iran yang digelar, Jumat (28/6/2024), diwarnai momen mengejutkan. Dua calon presiden memilih mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas pada Kamis, sehari menjelang pemilihan.

Kedua capres Iran yang mundur adalah Alireza Zakan, Wali Kota Teheran dan Amirhossein Ghazizadeh-Hashemi, Ketua Yasan Martir. Keduanya menyerukan persatuan di antara kekuatan yang mendukung revolusi Islam di negara tersebut.

Pilpres Iran digelar untuk memilih pengganti Ebrahim Raisi yang meninggal akibat kecelakaan helikoter pada bulan lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Genderang Perang Ditabuh, Ribuan Pejuang yang Didukung Iran Siap Gabung dalam Pertempuran Hizbullah Lawan Israel

Dilansir dari Middle East Monitor, dengan mundurnya Alireza Zakan dan Ghazizadeh-Hashemi, praktis Pilpres Iran 2024 menyisakan empat calon presiden. Mereka adalah politikus veteran Mostafa Pourmohammadi (64), Massoud Pezeshkian (69), Saeed Jalili (58), dan Mohammad Bagher Ghalibah (62).

Zakani mendesak dua tokoh garis keras paling terkemuka untuk bergabung guna mencegah Masoud Pezeshkian yang moderat menang.

&amp;ldquo;Saya menyerukan kepada Saeed Jalili dan Mohammad Baqer Qalibaf untuk bersatu dan tidak membiarkan tuntutan kekuatan revolusioner tidak terjawab,&amp;rdquo; tulis Zakani di akun X atau Twitternya, mengacu pada mantan perunding nuklir yang ultrakonservatif, dan saingan garis kerasnya, Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen konservatif.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Media Iran Laporkan Hasil Penyelidikan Awal Kecelakaan Helikopter Presiden Raisi, Ini yang Terungkap

Sedangkan Pezeshkian adalah mantan menteri kesehatan Iran, yang mendapat dukungan dari kubu reformis Iran yang mendukung perdamaian dengan Barat. Kendati begitu, peluangnya tidak terbuka lebar karena para pembangkang di dalam dan luar Iran menyerukan boikot pemilu.

Sementara Ghazizadeh-Hashemi mengumumkan pengunduran dirinya dari Pilpres Iran ke Kementerian Dalam Negeri Iran pada Rabu 26 Juni 2024. Ia memutuskan mengakhiri kampanyenya tanpa mendukung kandidat tertentu.

&quot;Untuk menjaga kesatuan kekuatan revolusi... Saya akan menarik diri dari melanjutkan jalan menuju pemilihan presiden, kata Ghazizadeh-Hashemi dalam sebuah postingan di X pada Rabu malam waktu setempat.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemilihan Presiden (Pilpres) Iran yang digelar, Jumat (28/6/2024), diwarnai momen mengejutkan. Dua calon presiden memilih mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas pada Kamis, sehari menjelang pemilihan.

Kedua capres Iran yang mundur adalah Alireza Zakan, Wali Kota Teheran dan Amirhossein Ghazizadeh-Hashemi, Ketua Yasan Martir. Keduanya menyerukan persatuan di antara kekuatan yang mendukung revolusi Islam di negara tersebut.

Pilpres Iran digelar untuk memilih pengganti Ebrahim Raisi yang meninggal akibat kecelakaan helikoter pada bulan lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Genderang Perang Ditabuh, Ribuan Pejuang yang Didukung Iran Siap Gabung dalam Pertempuran Hizbullah Lawan Israel

Dilansir dari Middle East Monitor, dengan mundurnya Alireza Zakan dan Ghazizadeh-Hashemi, praktis Pilpres Iran 2024 menyisakan empat calon presiden. Mereka adalah politikus veteran Mostafa Pourmohammadi (64), Massoud Pezeshkian (69), Saeed Jalili (58), dan Mohammad Bagher Ghalibah (62).

Zakani mendesak dua tokoh garis keras paling terkemuka untuk bergabung guna mencegah Masoud Pezeshkian yang moderat menang.

&amp;ldquo;Saya menyerukan kepada Saeed Jalili dan Mohammad Baqer Qalibaf untuk bersatu dan tidak membiarkan tuntutan kekuatan revolusioner tidak terjawab,&amp;rdquo; tulis Zakani di akun X atau Twitternya, mengacu pada mantan perunding nuklir yang ultrakonservatif, dan saingan garis kerasnya, Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen konservatif.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Media Iran Laporkan Hasil Penyelidikan Awal Kecelakaan Helikopter Presiden Raisi, Ini yang Terungkap

Sedangkan Pezeshkian adalah mantan menteri kesehatan Iran, yang mendapat dukungan dari kubu reformis Iran yang mendukung perdamaian dengan Barat. Kendati begitu, peluangnya tidak terbuka lebar karena para pembangkang di dalam dan luar Iran menyerukan boikot pemilu.

Sementara Ghazizadeh-Hashemi mengumumkan pengunduran dirinya dari Pilpres Iran ke Kementerian Dalam Negeri Iran pada Rabu 26 Juni 2024. Ia memutuskan mengakhiri kampanyenya tanpa mendukung kandidat tertentu.

&quot;Untuk menjaga kesatuan kekuatan revolusi... Saya akan menarik diri dari melanjutkan jalan menuju pemilihan presiden, kata Ghazizadeh-Hashemi dalam sebuah postingan di X pada Rabu malam waktu setempat.
</content:encoded></item></channel></rss>
