<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tegaskan Tidak Terlibat, Presiden Bolivia Bantah Informasi Intelijen Soal Kudeta Militer</title><description>Mobilisasi unit militer pada Rabu (26/6/2024) memperlihatkan Juan Jose Zuniga mengumpulkan pasukan di alun-alun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/18/3027230/tegaskan-tidak-terlibat-presiden-bolivia-bantah-informasi-intelijen-soal-kudeta-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/28/18/3027230/tegaskan-tidak-terlibat-presiden-bolivia-bantah-informasi-intelijen-soal-kudeta-militer"/><item><title>Tegaskan Tidak Terlibat, Presiden Bolivia Bantah Informasi Intelijen Soal Kudeta Militer</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/18/3027230/tegaskan-tidak-terlibat-presiden-bolivia-bantah-informasi-intelijen-soal-kudeta-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/28/18/3027230/tegaskan-tidak-terlibat-presiden-bolivia-bantah-informasi-intelijen-soal-kudeta-militer</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2024 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/28/18/3027230/tegaskan-tidak-terlibat-presiden-bolivia-bantah-informasi-intelijen-soal-kudeta-militer-7U2uvTuk09.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Bolivia bantah infromasi intelijen soal kudeta militer (Foto: APA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/28/18/3027230/tegaskan-tidak-terlibat-presiden-bolivia-bantah-informasi-intelijen-soal-kudeta-militer-7U2uvTuk09.jpg</image><title>Presiden Bolivia bantah infromasi intelijen soal kudeta militer (Foto: APA)</title></images><description>LA PAZ - Presiden Bolivia Luis Arce pada Kamis (27/6/2024) membantah keterlibatan atau pengetahuan sebelumnya tentang upaya kudeta milter yang akhir berhasil digagalkan, Kudeta ini dipimpin oleh mantan komandan militer tertinggi negara itu yang menuduh presiden memintanya melakukan sesuatu untuk meningkatkan popularitasnya.

&amp;ldquo;Kami tidak pernah diberitahu mengenai niatnya,&amp;rdquo; kata Arce kepada wartawan saat konferensi pers di kantor pusat pemerintah,&amp;rdquo; terangnya, dikutip Reuters.
&quot;Kami terkejut,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Siapa Presiden Bolivia Luis Arce? Mantan Ekonom yang Selamat dari Kudeta Militer

Mobilisasi unit militer pada Rabu (26/6/2024) memperlihatkan Juan Jose Zuniga mengumpulkan pasukan di alun-alun utama ibu kota La Paz, menabrak pintu istana dengan kendaraan lapis baja untuk memungkinkan tentara bergegas masuk ke dalam gedung.


BACA JUGA:
Polisi Bolivia Tangkap Panglima Militer yang Pimpin Kudeta

Zuniga, yang segera ditangkap, mengatakan kepada wartawan bahwa Arce memintanya untuk membantu mendongkrak popularitas.

Kantor berita lokal Fides melaporkan Zuniga mengatakan kepada polisi bahwa Arce tiga hari sebelumnya telah memberinya wewenang untuk memobilisasi kendaraan lapis baja dengan tujuan mengendalikan situasi konflik di negara tersebut.

Sebelumnya pada Kamis (27/6/2024), Menteri Dalam Negeri Eduardo del Castillo mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Arce telah menerima laporan mengenai upaya destabilisasi, meskipun pemerintah tidak mengetahui lebih banyak pada saat itu.
Arce mengatakan Zuniga bertindak atas kemauannya sendiri, dan setelah mengetahui apa yang terjadi, pemimpin tersebut menelepon mantan Presiden Evo Morales, mantan sekutunya yang berubah menjadi saingan politik, untuk memperingatkannya.



&amp;ldquo;Jelas mereka mengincar saya, dan setelahnya mereka mengincar Evo Morales,&amp;rdquo; ujar Arce.

Del Castillo mengatakan Zuniga ditangkap bersama mantan komandan Angkatan Laut Juan Arnez Salvador. Dia kemudian mengatakan 17 orang telah ditahan sejauh ini, namun masih banyak lagi yang ikut serta.





Kudeta yang gagal terjadi hanya dalam beberapa jam dan memicu kecaman dari para pemimpin dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa demokrasi di negara Andean tersebut masih dalam bahaya.



</description><content:encoded>LA PAZ - Presiden Bolivia Luis Arce pada Kamis (27/6/2024) membantah keterlibatan atau pengetahuan sebelumnya tentang upaya kudeta milter yang akhir berhasil digagalkan, Kudeta ini dipimpin oleh mantan komandan militer tertinggi negara itu yang menuduh presiden memintanya melakukan sesuatu untuk meningkatkan popularitasnya.

&amp;ldquo;Kami tidak pernah diberitahu mengenai niatnya,&amp;rdquo; kata Arce kepada wartawan saat konferensi pers di kantor pusat pemerintah,&amp;rdquo; terangnya, dikutip Reuters.
&quot;Kami terkejut,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Siapa Presiden Bolivia Luis Arce? Mantan Ekonom yang Selamat dari Kudeta Militer

Mobilisasi unit militer pada Rabu (26/6/2024) memperlihatkan Juan Jose Zuniga mengumpulkan pasukan di alun-alun utama ibu kota La Paz, menabrak pintu istana dengan kendaraan lapis baja untuk memungkinkan tentara bergegas masuk ke dalam gedung.


BACA JUGA:
Polisi Bolivia Tangkap Panglima Militer yang Pimpin Kudeta

Zuniga, yang segera ditangkap, mengatakan kepada wartawan bahwa Arce memintanya untuk membantu mendongkrak popularitas.

Kantor berita lokal Fides melaporkan Zuniga mengatakan kepada polisi bahwa Arce tiga hari sebelumnya telah memberinya wewenang untuk memobilisasi kendaraan lapis baja dengan tujuan mengendalikan situasi konflik di negara tersebut.

Sebelumnya pada Kamis (27/6/2024), Menteri Dalam Negeri Eduardo del Castillo mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Arce telah menerima laporan mengenai upaya destabilisasi, meskipun pemerintah tidak mengetahui lebih banyak pada saat itu.
Arce mengatakan Zuniga bertindak atas kemauannya sendiri, dan setelah mengetahui apa yang terjadi, pemimpin tersebut menelepon mantan Presiden Evo Morales, mantan sekutunya yang berubah menjadi saingan politik, untuk memperingatkannya.



&amp;ldquo;Jelas mereka mengincar saya, dan setelahnya mereka mengincar Evo Morales,&amp;rdquo; ujar Arce.

Del Castillo mengatakan Zuniga ditangkap bersama mantan komandan Angkatan Laut Juan Arnez Salvador. Dia kemudian mengatakan 17 orang telah ditahan sejauh ini, namun masih banyak lagi yang ikut serta.





Kudeta yang gagal terjadi hanya dalam beberapa jam dan memicu kecaman dari para pemimpin dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa demokrasi di negara Andean tersebut masih dalam bahaya.



</content:encoded></item></channel></rss>
