<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Rentetan Gunung Api Erupsi sejak Awal 2024, BNPB: Tetap Waspada dan Jangan Ceroboh   </title><description>Rentetan gunung api mengalami erupsi sejak awal tahun hingga Juni 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/337/3027471/rentetan-gunung-api-erupsi-sejak-awal-2024-bnpb-tetap-waspada-dan-jangan-ceroboh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/28/337/3027471/rentetan-gunung-api-erupsi-sejak-awal-2024-bnpb-tetap-waspada-dan-jangan-ceroboh"/><item><title> Rentetan Gunung Api Erupsi sejak Awal 2024, BNPB: Tetap Waspada dan Jangan Ceroboh   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/337/3027471/rentetan-gunung-api-erupsi-sejak-awal-2024-bnpb-tetap-waspada-dan-jangan-ceroboh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/28/337/3027471/rentetan-gunung-api-erupsi-sejak-awal-2024-bnpb-tetap-waspada-dan-jangan-ceroboh</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2024 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/28/337/3027471/rentetan-gunung-api-erupsi-sejak-awal-2024-bnpb-tetap-waspada-dan-jangan-ceroboh-yLVPUr9DLv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/28/337/3027471/rentetan-gunung-api-erupsi-sejak-awal-2024-bnpb-tetap-waspada-dan-jangan-ceroboh-yLVPUr9DLv.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok freepik)</title></images><description>

JAKARTA - Rentetan gunung api mengalami erupsi sejak awal tahun hingga Juni 2024. Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tren kejadian bencana dampak erupsi gunung api pun meningkat.

Menyikapi dari seluruh rentetan kejadian bencana erupsi gunung api di Tanah Air dalam semester pertama tahun 2024, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaannya sebagai bentuk upaya kesiapsiagaan.

BACA JUGA:
 BNPB: Kejadian Bencana Dampak Erupsi Gunung Api Meningkat di 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Suharyanto juga meminta agar masyarakat tidak melawan apa yang sudah menjadi kodrat alam dan selalu mengikuti anjuran pemerintah. Dia kemudian mencontohkan bagaimana erupsi Gunung api Semeru kembali menelan korban jiwa karena masyarakat mengabaikan anjuran pemerintah.

&amp;ldquo;Gunung Semeru meletus 2021 itu ada 57 meninggal dunia. Meletus lagi 2022 tidak ada yang meninggal karena sudah dievakuasi dan direlokasi. Ada 2000 KK yang direlokasi. 2023 ada banjir lahar. Ada korban satu keluarga karena sudah direlokasi tapi main-main kembali di rumah lamanya. Cari pasir di situ, tiba-tiba ada banjir bandang lahar hujan,&amp;rdquo; ungkap Suharyanto saat menghadiri simulasi evakuasi mandiri di kaki Gunung Merapi, Jawa Tengah, dalam keterangannya, Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Letusannya Capai 1.000 meter

&amp;ldquo;Kalau kita melawan alam atau melanggar yang sudah digariskan maka ada akibatnya yang harus ditanggung. Ini juga harus disikapi untuk tetap tenang, waspada dan jangan sembrono,&amp;rdquo; tegasnya.

Kembali ke masyarakat sekitar Gunung api Merapi, sebelum mengakhiri arahan, Suharyanto menitipkan pesan agar apa yang sudah terbentuk mulai dari pemahaman literasi, kesiapsiagaan dan mitigasi agar tetap dipertahankan dan dilanjutkan.



Sebab, kata Suharyanto, itu yang menjadi dasar utama dari seluruh rangkaian penanganan bencana, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa upaya pencegahan harus menjadi dasar utama dalam pengurangan risiko bencana di Tanah Air.



&amp;ldquo;Tadi saya sudah melihat peragaannya. Beberapa kali saya melihat kesiapan masyarakat di Gunung api Merapi ini saya mohon ini dipertahankan. Karena ini menjadi rujukan bagi masyarakat lain di gunung api,&amp;rdquo; pungkas Suharyanto.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Rentetan gunung api mengalami erupsi sejak awal tahun hingga Juni 2024. Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tren kejadian bencana dampak erupsi gunung api pun meningkat.

Menyikapi dari seluruh rentetan kejadian bencana erupsi gunung api di Tanah Air dalam semester pertama tahun 2024, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaannya sebagai bentuk upaya kesiapsiagaan.

BACA JUGA:
 BNPB: Kejadian Bencana Dampak Erupsi Gunung Api Meningkat di 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Suharyanto juga meminta agar masyarakat tidak melawan apa yang sudah menjadi kodrat alam dan selalu mengikuti anjuran pemerintah. Dia kemudian mencontohkan bagaimana erupsi Gunung api Semeru kembali menelan korban jiwa karena masyarakat mengabaikan anjuran pemerintah.

&amp;ldquo;Gunung Semeru meletus 2021 itu ada 57 meninggal dunia. Meletus lagi 2022 tidak ada yang meninggal karena sudah dievakuasi dan direlokasi. Ada 2000 KK yang direlokasi. 2023 ada banjir lahar. Ada korban satu keluarga karena sudah direlokasi tapi main-main kembali di rumah lamanya. Cari pasir di situ, tiba-tiba ada banjir bandang lahar hujan,&amp;rdquo; ungkap Suharyanto saat menghadiri simulasi evakuasi mandiri di kaki Gunung Merapi, Jawa Tengah, dalam keterangannya, Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Letusannya Capai 1.000 meter

&amp;ldquo;Kalau kita melawan alam atau melanggar yang sudah digariskan maka ada akibatnya yang harus ditanggung. Ini juga harus disikapi untuk tetap tenang, waspada dan jangan sembrono,&amp;rdquo; tegasnya.

Kembali ke masyarakat sekitar Gunung api Merapi, sebelum mengakhiri arahan, Suharyanto menitipkan pesan agar apa yang sudah terbentuk mulai dari pemahaman literasi, kesiapsiagaan dan mitigasi agar tetap dipertahankan dan dilanjutkan.



Sebab, kata Suharyanto, itu yang menjadi dasar utama dari seluruh rangkaian penanganan bencana, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa upaya pencegahan harus menjadi dasar utama dalam pengurangan risiko bencana di Tanah Air.



&amp;ldquo;Tadi saya sudah melihat peragaannya. Beberapa kali saya melihat kesiapan masyarakat di Gunung api Merapi ini saya mohon ini dipertahankan. Karena ini menjadi rujukan bagi masyarakat lain di gunung api,&amp;rdquo; pungkas Suharyanto.

</content:encoded></item></channel></rss>
