<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Tawuran di Basura Jaktim, Ternyata Ini Penyebabnya Menurut Polisi</title><description>Tawuran antarwarga kerap terjadi di Pasar Gembrong, Jalan Bassuki Rahmat (Bassura), Jatinegara, Jakarta Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/338/3027208/marak-tawuran-di-basura-jaktim-ternyata-ini-penyebabnya-menurut-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/28/338/3027208/marak-tawuran-di-basura-jaktim-ternyata-ini-penyebabnya-menurut-polisi"/><item><title>Marak Tawuran di Basura Jaktim, Ternyata Ini Penyebabnya Menurut Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/338/3027208/marak-tawuran-di-basura-jaktim-ternyata-ini-penyebabnya-menurut-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/28/338/3027208/marak-tawuran-di-basura-jaktim-ternyata-ini-penyebabnya-menurut-polisi</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2024 02:00 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/28/338/3027208/marak-tawuran-di-basura-jaktim-ternyata-ini-penyebabnya-menurut-polisi-GHGEjQ8XKq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi tawuran (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/28/338/3027208/marak-tawuran-di-basura-jaktim-ternyata-ini-penyebabnya-menurut-polisi-GHGEjQ8XKq.jpg</image><title>Ilustrasi tawuran (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>BEKASI - Tawuran antarwarga kerap terjadi di Pasar Gembrong, Jalan Bassuki Rahmat (Bassura), Jatinegara, Jakarta Timur. Tawuran terbaru terjadi pada Kamis 27 Juni 2024 kemarin.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan warga yang terlibat tawuran masih sama. Mereka yang terlibat ialah warga Kelurahan Cipinang Besar Utara.&amp;nbsp;
&quot;(Yang terlibat) Pihak yang sama yakni warga RW 01 dan 02 kelurahan Cipinang Besar Utara,&quot; kata Nicolas, Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Terlibat Kejahatan Siber, 103 WNA Diamankan di Bali Jalani Pemeriksaan

Nicolas mengatakan, pemicu tawuran ialah sifat balas dendam. Sebab, kedua belah pihak kerap saling mengejek dan menantang.&amp;nbsp;
&quot;(Pemicu) Balas dendam. Saling mengejek dan menantang,&quot; sambungnya.
Ia menyebut upaya preemtif hingga represif terus dilakukan demi menghindari terjadinya tawuran yang terus menerus berulang. Kendati demikian, ia mengakui berbagai latar belakang mempengaruhi tercapainya sikap damai. Hal itu meskipun polisi telah melakukan upaya damai dengan mempertemukan kedua kelompok.
&quot;Banyak faktor yang mempengaruhi (meskipun sudah deklarasi damai). Sangat kompleks. Mulai dari pendidikan, ekonomi, kehidupan sosial budaya, pengawasan orangtua, rasa dendam, kepuasan diri, aktualisasi dan lainnya,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Maju Pilgub Sumut, Charles Bonar Sirait Keluar dari PDIP Merapat ke Koalisi Bobby Nasution
</description><content:encoded>BEKASI - Tawuran antarwarga kerap terjadi di Pasar Gembrong, Jalan Bassuki Rahmat (Bassura), Jatinegara, Jakarta Timur. Tawuran terbaru terjadi pada Kamis 27 Juni 2024 kemarin.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan warga yang terlibat tawuran masih sama. Mereka yang terlibat ialah warga Kelurahan Cipinang Besar Utara.&amp;nbsp;
&quot;(Yang terlibat) Pihak yang sama yakni warga RW 01 dan 02 kelurahan Cipinang Besar Utara,&quot; kata Nicolas, Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Terlibat Kejahatan Siber, 103 WNA Diamankan di Bali Jalani Pemeriksaan

Nicolas mengatakan, pemicu tawuran ialah sifat balas dendam. Sebab, kedua belah pihak kerap saling mengejek dan menantang.&amp;nbsp;
&quot;(Pemicu) Balas dendam. Saling mengejek dan menantang,&quot; sambungnya.
Ia menyebut upaya preemtif hingga represif terus dilakukan demi menghindari terjadinya tawuran yang terus menerus berulang. Kendati demikian, ia mengakui berbagai latar belakang mempengaruhi tercapainya sikap damai. Hal itu meskipun polisi telah melakukan upaya damai dengan mempertemukan kedua kelompok.
&quot;Banyak faktor yang mempengaruhi (meskipun sudah deklarasi damai). Sangat kompleks. Mulai dari pendidikan, ekonomi, kehidupan sosial budaya, pengawasan orangtua, rasa dendam, kepuasan diri, aktualisasi dan lainnya,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Maju Pilgub Sumut, Charles Bonar Sirait Keluar dari PDIP Merapat ke Koalisi Bobby Nasution
</content:encoded></item></channel></rss>
