<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Dorong Generasi Muda Mengenal dan Lestarikan Keroncong</title><description>Pemerintah mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan memahami musik keroncong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/512/3027558/pemerintah-dorong-generasi-muda-mengenal-dan-lestarikan-keroncong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/28/512/3027558/pemerintah-dorong-generasi-muda-mengenal-dan-lestarikan-keroncong"/><item><title>Pemerintah Dorong Generasi Muda Mengenal dan Lestarikan Keroncong</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/28/512/3027558/pemerintah-dorong-generasi-muda-mengenal-dan-lestarikan-keroncong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/28/512/3027558/pemerintah-dorong-generasi-muda-mengenal-dan-lestarikan-keroncong</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2024 22:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rico Afrido S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/28/512/3027558/pemerintah-dorong-generasi-muda-mengenal-dan-lestarikan-keroncong-Y3ZVNYI0OT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Perfilman, Musik dan Media Ditjen Kebudayaan Ahmad Mahendra (Foto: IG @Mahendrabudaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/28/512/3027558/pemerintah-dorong-generasi-muda-mengenal-dan-lestarikan-keroncong-Y3ZVNYI0OT.jpg</image><title>Direktur Perfilman, Musik dan Media Ditjen Kebudayaan Ahmad Mahendra (Foto: IG @Mahendrabudaya)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan memahami musik keroncong. Musik keroncong merupakan salah satu warisan Nusantara yang perlu dijaga kelestariannya.
&quot;Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, terlebih para generasi muda harus mulai lebih dalam mengenal dan memahami musik keroncong. Dengan begitu, akan timbul rasa memiliki dan mencintai untuk terus melestarikan salah satu kekayaan bangsa ini,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Ahmad Mahendra, Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Mantan PJ Walikota Pekanbaru Mangkir dari Pemerksaan Polda Riau Terkait Kasus Korupsi Perjalanan Dinas

Untuk mewujudkan itu, pemerintah kembali menggelar Keroncong Svaranusa 2024 untuk ketiga kalinya. Kali ini, digelar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada 29 Juni 2024. Tema yang diusung yakni, Bhinneka Tunggal Irama, Ora Keroncong Ora Kepenak.
Sebelumnya, gelaran serupa diadakan di Magelang, Solo, dan Semarang pada 2022, serta di Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada 2023. Menurut Mahendra, pergelaran ini merupakan bentuk konsistensi Kemendikbudristek dalam mendukung perkembangan musik keroncong agar semakin dikenal dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:
4 Bandar Judi Online Terdeteksi di Indonesia, Kapolri: Usut Tuntas!

Mahendra menjelaskan, pemilihan Kabupaten Banyumas sebagai lokasi acara didasarkan pada keaktifan seniman musik keroncong di daerah tersebut. Ditambah, banyaknya permintaan masyarakat untuk menghadirkan musik keroncong di daerahnya.
&quot;Geliat musik keroncong mulai dari Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, hingga Cilacap masih sangat hidup. Tentu menghadirkan Keroncong Svaranusa dengan tampilan pergelaran berskala nasional akan menjadi suguhan yang menarik sebagai pemantik bagi masyarakat untuk selalu mencintai musik keroncong,&quot; ujarnya.Dengan diadakannya Keroncong Svaranusa di Banyumas, diharapkan dapat membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap musik keroncong. Keroncong Svaranusa 2024 akan diawali dengan Roadshow di Kabupaten Tegal pada 1 Juni 2024 di Limited Coffee and Eatery, Tegal, Jawa Tengah, yang menyasar penikmat musik keroncong Pantura.
Selanjutnya, kegiatan pembuatan album Svaranusa akan berlangsung di awal Juni melalui Wirakarya Svaranusa, diikuti oleh 30 musisi dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Para peserta akan mengikuti karantina selama tiga hari di Baturaden, Banyumas hingga berhasil merekam 8 lagu baru bergenre keroncong asli.

BACA JUGA:
 Gelar Doa Lintas Agama, Kapolri: Agar Bisa Mengantarkan Indonesia Emas di Tahun 2045&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Puncak acara Keroncong Svaranusa 2024 akan digelar pada Sabtu, 29 Juni 2024, di Menara Pandang Teratai, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Setidaknya ada 300 pegiat keroncong yang terlibat dari berbagai komunitas daerah, maestro musik keroncong, penampilan kesenian tradisional lokal, serta musisi terkenal seperti Ndarboy Genk yang akan diiringi oleh Simfoni Orkestra Keroncong dan komposer ternama Puput Pramuditya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan memahami musik keroncong. Musik keroncong merupakan salah satu warisan Nusantara yang perlu dijaga kelestariannya.
&quot;Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, terlebih para generasi muda harus mulai lebih dalam mengenal dan memahami musik keroncong. Dengan begitu, akan timbul rasa memiliki dan mencintai untuk terus melestarikan salah satu kekayaan bangsa ini,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Ahmad Mahendra, Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Mantan PJ Walikota Pekanbaru Mangkir dari Pemerksaan Polda Riau Terkait Kasus Korupsi Perjalanan Dinas

Untuk mewujudkan itu, pemerintah kembali menggelar Keroncong Svaranusa 2024 untuk ketiga kalinya. Kali ini, digelar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada 29 Juni 2024. Tema yang diusung yakni, Bhinneka Tunggal Irama, Ora Keroncong Ora Kepenak.
Sebelumnya, gelaran serupa diadakan di Magelang, Solo, dan Semarang pada 2022, serta di Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada 2023. Menurut Mahendra, pergelaran ini merupakan bentuk konsistensi Kemendikbudristek dalam mendukung perkembangan musik keroncong agar semakin dikenal dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:
4 Bandar Judi Online Terdeteksi di Indonesia, Kapolri: Usut Tuntas!

Mahendra menjelaskan, pemilihan Kabupaten Banyumas sebagai lokasi acara didasarkan pada keaktifan seniman musik keroncong di daerah tersebut. Ditambah, banyaknya permintaan masyarakat untuk menghadirkan musik keroncong di daerahnya.
&quot;Geliat musik keroncong mulai dari Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, hingga Cilacap masih sangat hidup. Tentu menghadirkan Keroncong Svaranusa dengan tampilan pergelaran berskala nasional akan menjadi suguhan yang menarik sebagai pemantik bagi masyarakat untuk selalu mencintai musik keroncong,&quot; ujarnya.Dengan diadakannya Keroncong Svaranusa di Banyumas, diharapkan dapat membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap musik keroncong. Keroncong Svaranusa 2024 akan diawali dengan Roadshow di Kabupaten Tegal pada 1 Juni 2024 di Limited Coffee and Eatery, Tegal, Jawa Tengah, yang menyasar penikmat musik keroncong Pantura.
Selanjutnya, kegiatan pembuatan album Svaranusa akan berlangsung di awal Juni melalui Wirakarya Svaranusa, diikuti oleh 30 musisi dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Para peserta akan mengikuti karantina selama tiga hari di Baturaden, Banyumas hingga berhasil merekam 8 lagu baru bergenre keroncong asli.

BACA JUGA:
 Gelar Doa Lintas Agama, Kapolri: Agar Bisa Mengantarkan Indonesia Emas di Tahun 2045&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Puncak acara Keroncong Svaranusa 2024 akan digelar pada Sabtu, 29 Juni 2024, di Menara Pandang Teratai, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Setidaknya ada 300 pegiat keroncong yang terlibat dari berbagai komunitas daerah, maestro musik keroncong, penampilan kesenian tradisional lokal, serta musisi terkenal seperti Ndarboy Genk yang akan diiringi oleh Simfoni Orkestra Keroncong dan komposer ternama Puput Pramuditya.</content:encoded></item></channel></rss>
