<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Siber : PDN Tak Kalah Sama AWS dan Google Clouds, tapi Keamanannya Selevel Warnet</title><description>Pemerintah perlu menyiapkan proteksi keamanan yang kuat agar PDN tak mudah diretas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/29/337/3027771/pakar-siber-pdn-tak-kalah-sama-aws-dan-google-clouds-tapi-keamanannya-selevel-warnet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/29/337/3027771/pakar-siber-pdn-tak-kalah-sama-aws-dan-google-clouds-tapi-keamanannya-selevel-warnet"/><item><title>Pakar Siber : PDN Tak Kalah Sama AWS dan Google Clouds, tapi Keamanannya Selevel Warnet</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/29/337/3027771/pakar-siber-pdn-tak-kalah-sama-aws-dan-google-clouds-tapi-keamanannya-selevel-warnet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/29/337/3027771/pakar-siber-pdn-tak-kalah-sama-aws-dan-google-clouds-tapi-keamanannya-selevel-warnet</guid><pubDate>Sabtu 29 Juni 2024 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/29/337/3027771/pakar-siber-pdn-tak-kalah-sama-aws-dan-google-clouds-tapi-keamanannya-selevel-warnet-FyquppFUjo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alfons Tanujaya (MNC Trijaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/29/337/3027771/pakar-siber-pdn-tak-kalah-sama-aws-dan-google-clouds-tapi-keamanannya-selevel-warnet-FyquppFUjo.jpg</image><title>Alfons Tanujaya (MNC Trijaya)</title></images><description>


JAKARTA - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan bahwa lemahnya proteksi keamanan digital yang disiapkan pemerintah membuat Pusat Data Nasional (PDN) bisa dibobol hacker. Ia mengistilahkan keamanan PDN sekarang hanya sekelas &quot;warnet&quot;.
&quot;Tujuannya (PDN) kan positif dan baik, tetapi eksekusinya ini yang kacau,&quot; kata Alfons saat diskusi daring bersama MNC Trijaya Network, Sabtu, 29 Juni 2024.
Padahal menurutnya, PDN memiliki penyimpanan data yang besar, yang tidak kalah oleh Amazon Web Services (AWS) maupun Google Cloud.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Server PDN Diretas, DPR: Masyarakat yang Merasa Dirugikan Bisa Ajukan Gugatan Class Action

&quot;PDN itu langsung naik level jadi pusat data yang luar biasa besar, dengan data besar datanya gak kalah sama AWS, gak kalah sama Google Clouds,&quot; ucapnya.
Sayangnya, PDN ternyata tidak dilengkapi dengan sistem keamanan dan antivirus yang baik. Bahkan, kabar yang beredar bahwa diketahui PDN hanya menggunakan antivirus Windows Defender.
&quot;Tetapi yang jadi masalah dengan bocornya kemarin. Harusnya kan tingkat pengamanan, tingkat administrasi nya selevel itu (AWS dan Google Cloud),&quot; ucapnya.
&quot;Nah jadi kami lihat bahwa, levelnya Amazone tapi administrasinya (keamanan) selevel warnet,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Daftar 10 Negara yang Kena Kasus Kebocoran Data Terbanyak, Mirip Kasus PDN Indonesia

Alfons menambahkan, peretas biasanya bakal meretas jika terdapat celah kemanan pada sebuah sistem. Nantinya, peretas utamanya bakal mengincar sumber data yang paling seksi untuk diretas.
Jika, sistem penyimpanan data tidak memiliki proteksi yang baik, maka akan sangat mudah peretas menyusupi sistem tersebut.
&quot;Harusnya kan itu pengamanan otomatis kamu patching, lalu melakukan ada pengamanan berlapis, tetapi ya kalau melihat itu (PDN) saya jadi ragukan itu ada pengamanan berlapis,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan bahwa lemahnya proteksi keamanan digital yang disiapkan pemerintah membuat Pusat Data Nasional (PDN) bisa dibobol hacker. Ia mengistilahkan keamanan PDN sekarang hanya sekelas &quot;warnet&quot;.
&quot;Tujuannya (PDN) kan positif dan baik, tetapi eksekusinya ini yang kacau,&quot; kata Alfons saat diskusi daring bersama MNC Trijaya Network, Sabtu, 29 Juni 2024.
Padahal menurutnya, PDN memiliki penyimpanan data yang besar, yang tidak kalah oleh Amazon Web Services (AWS) maupun Google Cloud.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Server PDN Diretas, DPR: Masyarakat yang Merasa Dirugikan Bisa Ajukan Gugatan Class Action

&quot;PDN itu langsung naik level jadi pusat data yang luar biasa besar, dengan data besar datanya gak kalah sama AWS, gak kalah sama Google Clouds,&quot; ucapnya.
Sayangnya, PDN ternyata tidak dilengkapi dengan sistem keamanan dan antivirus yang baik. Bahkan, kabar yang beredar bahwa diketahui PDN hanya menggunakan antivirus Windows Defender.
&quot;Tetapi yang jadi masalah dengan bocornya kemarin. Harusnya kan tingkat pengamanan, tingkat administrasi nya selevel itu (AWS dan Google Cloud),&quot; ucapnya.
&quot;Nah jadi kami lihat bahwa, levelnya Amazone tapi administrasinya (keamanan) selevel warnet,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Daftar 10 Negara yang Kena Kasus Kebocoran Data Terbanyak, Mirip Kasus PDN Indonesia

Alfons menambahkan, peretas biasanya bakal meretas jika terdapat celah kemanan pada sebuah sistem. Nantinya, peretas utamanya bakal mengincar sumber data yang paling seksi untuk diretas.
Jika, sistem penyimpanan data tidak memiliki proteksi yang baik, maka akan sangat mudah peretas menyusupi sistem tersebut.
&quot;Harusnya kan itu pengamanan otomatis kamu patching, lalu melakukan ada pengamanan berlapis, tetapi ya kalau melihat itu (PDN) saya jadi ragukan itu ada pengamanan berlapis,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
