<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singapura Siap Akui Kemerdekaan Palestina yang Menolak Terorisme dan Menerima Hak Keberadaan Israel</title><description>Singapura menjadi salah satu negara yang mendukung keanggotaan Palestina di PBB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/02/18/3029021/singapura-siap-akui-kemerdekaan-palestina-yang-menolak-terorisme-dan-menerima-hak-keberadaan-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/02/18/3029021/singapura-siap-akui-kemerdekaan-palestina-yang-menolak-terorisme-dan-menerima-hak-keberadaan-israel"/><item><title>Singapura Siap Akui Kemerdekaan Palestina yang Menolak Terorisme dan Menerima Hak Keberadaan Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/02/18/3029021/singapura-siap-akui-kemerdekaan-palestina-yang-menolak-terorisme-dan-menerima-hak-keberadaan-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/02/18/3029021/singapura-siap-akui-kemerdekaan-palestina-yang-menolak-terorisme-dan-menerima-hak-keberadaan-israel</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2024 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/02/18/3029021/singapura-siap-akui-kemerdekaan-palestina-yang-menolak-terorisme-dan-menerima-hak-keberadaan-israel-AjjZ2NlrDR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/02/18/3029021/singapura-siap-akui-kemerdekaan-palestina-yang-menolak-terorisme-dan-menerima-hak-keberadaan-israel-AjjZ2NlrDR.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. (Foto: Reuters)</title></images><description>SINGAPURA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan bahwa Negeri Singa &amp;ldquo;pada prinsipnya siap&amp;rdquo; untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat jika meninggalkan terorisme dan menerima hak keberadaan Israel. Hal itu disampaikan Balakrishnan saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Singapura pada Selasa, (2/7/2024).

BACA JUGA:
Diplomat Singapura Didenda Rp31 Juta oleh Pengadilan Jepang karena Merekam Anak Laki-Laki Telanjang di Pemandian Umum

Balakrishnan mencatat bahwa, pada Mei tahun ini, Singapura menyetujui resolusi yang menyatakan dukungan bagi keanggotaan Palestina di PBB setelah &amp;ldquo;pertimbangan yang sangat hati-hati&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Hal ini mencerminkan harapan kami untuk mendorong Israel dan Palestina melanjutkan perundingan langsung menuju solusi dua negara, pada saat pada kenyataannya prospek perundingan tersebut semakin suram,&amp;rdquo; ujarnya sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Keputusan tersebut juga sejalan dengan dukungan Singapura yang konsisten terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, tambahnya.

BACA JUGA:
Pesawat F-16 Angkatan Udara Singapura Jatuh di Pangkalan Udara Tengah

&amp;ldquo;Pemungutan suara kami di Majelis Umum PBB berarti Singapura pada prinsipnya siap mengakui Negara Palestina,&amp;rdquo; kata Balakrishnan. &amp;ldquo;Kami akan melakukan langkah ini pada waktu yang tepat.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Pertimbangan utama kami adalah bahwa langkah kami akan membantu kemajuan menuju perdamaian dan solusi dua negara yang dinegosiasikan.&amp;rdquo;
Dia menegaskan bahwa solusi dua negara adalah &amp;ldquo;satu-satunya jalan yang layak&amp;rdquo; untuk mencapai penyelesian konflik yang komprehensif, adil dan tahan lama, yang secara konsisten diadvokasi oleh Singapura.
&amp;ldquo;Secara khusus, perlu ada pemerintahan Palestina yang efektif yang menerima hak keberadaan Israel dan dengan tegas menolak terorisme.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Kedua belah pihak mempunyai hak yang sah, dan kedua bangsa mempunyai hak untuk hidup damai dan bermartabat dalam batas-batas yang aman,&amp;rdquo; katanya.
Dia mendesak Israel dan Palestina untuk mengambil langkah-langkah menuju perdamaian jangka panjang dan mengakhiri penderitaan &amp;ldquo;yang telah berlangsung terlalu lama&amp;rdquo;.
Israel dan Palestina perlu menjalankan kepemimpinan dan bekerja sama untuk masa depan yang lebih baik, katanya.
&amp;ldquo;Karena Singapura adalah sahabat bagi keduanya, Singapura akan terus memberikan dorongan dan dukungan nyata kami.&amp;rdquo;
</description><content:encoded>SINGAPURA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan bahwa Negeri Singa &amp;ldquo;pada prinsipnya siap&amp;rdquo; untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat jika meninggalkan terorisme dan menerima hak keberadaan Israel. Hal itu disampaikan Balakrishnan saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Singapura pada Selasa, (2/7/2024).

BACA JUGA:
Diplomat Singapura Didenda Rp31 Juta oleh Pengadilan Jepang karena Merekam Anak Laki-Laki Telanjang di Pemandian Umum

Balakrishnan mencatat bahwa, pada Mei tahun ini, Singapura menyetujui resolusi yang menyatakan dukungan bagi keanggotaan Palestina di PBB setelah &amp;ldquo;pertimbangan yang sangat hati-hati&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Hal ini mencerminkan harapan kami untuk mendorong Israel dan Palestina melanjutkan perundingan langsung menuju solusi dua negara, pada saat pada kenyataannya prospek perundingan tersebut semakin suram,&amp;rdquo; ujarnya sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Keputusan tersebut juga sejalan dengan dukungan Singapura yang konsisten terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, tambahnya.

BACA JUGA:
Pesawat F-16 Angkatan Udara Singapura Jatuh di Pangkalan Udara Tengah

&amp;ldquo;Pemungutan suara kami di Majelis Umum PBB berarti Singapura pada prinsipnya siap mengakui Negara Palestina,&amp;rdquo; kata Balakrishnan. &amp;ldquo;Kami akan melakukan langkah ini pada waktu yang tepat.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Pertimbangan utama kami adalah bahwa langkah kami akan membantu kemajuan menuju perdamaian dan solusi dua negara yang dinegosiasikan.&amp;rdquo;
Dia menegaskan bahwa solusi dua negara adalah &amp;ldquo;satu-satunya jalan yang layak&amp;rdquo; untuk mencapai penyelesian konflik yang komprehensif, adil dan tahan lama, yang secara konsisten diadvokasi oleh Singapura.
&amp;ldquo;Secara khusus, perlu ada pemerintahan Palestina yang efektif yang menerima hak keberadaan Israel dan dengan tegas menolak terorisme.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Kedua belah pihak mempunyai hak yang sah, dan kedua bangsa mempunyai hak untuk hidup damai dan bermartabat dalam batas-batas yang aman,&amp;rdquo; katanya.
Dia mendesak Israel dan Palestina untuk mengambil langkah-langkah menuju perdamaian jangka panjang dan mengakhiri penderitaan &amp;ldquo;yang telah berlangsung terlalu lama&amp;rdquo;.
Israel dan Palestina perlu menjalankan kepemimpinan dan bekerja sama untuk masa depan yang lebih baik, katanya.
&amp;ldquo;Karena Singapura adalah sahabat bagi keduanya, Singapura akan terus memberikan dorongan dan dukungan nyata kami.&amp;rdquo;
</content:encoded></item></channel></rss>
