<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kominfo Diduga Kena Retas, Nomor Rekening Bank Dijual Rp196,5 Juta!</title><description>Data penting seperti rekening bank diklaim berhasil diperoleh hacker.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/02/337/3028730/kominfo-diduga-kena-retas-nomor-rekening-bank-dijual-rp196-5-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/02/337/3028730/kominfo-diduga-kena-retas-nomor-rekening-bank-dijual-rp196-5-juta"/><item><title>Kominfo Diduga Kena Retas, Nomor Rekening Bank Dijual Rp196,5 Juta!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/02/337/3028730/kominfo-diduga-kena-retas-nomor-rekening-bank-dijual-rp196-5-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/02/337/3028730/kominfo-diduga-kena-retas-nomor-rekening-bank-dijual-rp196-5-juta</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2024 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/02/337/3028730/kominfo-diduga-kena-retas-nomor-rekening-bank-dijual-rp196-5-juta-om4l3C9tks.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: istimewa/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/02/337/3028730/kominfo-diduga-kena-retas-nomor-rekening-bank-dijual-rp196-5-juta-om4l3C9tks.jpg</image><title>Foto: istimewa/Okezone</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMS8xLzE4MjM2NS81L3g5MTlzZjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - FalconFeeds kembali mengumumkan adanya dugaan kebobolan data. Kali ini yang jadi korban peretasan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).
Data penting seperti rekening bank diklaim berhasil diperoleh hacker.
Dari informasi yang disampaikan, hacker menjual data yang diduga diretas sebesar USD 121.000 atau sekitar Rp196,5 jutaan.

BACA JUGA:
 Pusat Data Nasional Diretas, Heru Budi: Mudah-mudahan Data Milik Pemprov DKI Aman

&quot;Dijual data Kementerian Komunikasi dan Informatika. (DATA) Dibocorkan oleh aptikominf di BreachForums. Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (http:kominfo.go.id) - Data pribadi, sistem keamanan lisensi perangkat lunak, dan dokumen kontrak dari Pusat Data Nasional (PDN) dari 2021 hingga 2024 dijual seharga USD 121.000,&quot; bunyi keterangan FalconFeeds, dikutip MNC Portal, Selasa (2/7/2024).
Informasi tersebut dibagikan FalconFeeds di X @FalconFeedsio pada pukul 12.40 WIB, Selasa, 2 Juli 2024. Unggahan itu langsung menjadi buah bibir di X dengan lebih dari 133,6 ribu netizen memberi atensi penuh.

BACA JUGA:
Profil dan Latar Belakang Pendidikan Meutya Hafid, Komisi I DPR yang Sebut Kebodohan Terkait Data PDN Tak di Back up

Dijelaskan juga bahwa data yang berhasil diperoleh hacker dari data Kemkominfo yang diduga diretas meliputi informasi lisensi perangkat lunak, Nomor Identitas Pribadi (NIK), rincian rekening bank, dan nomor perbankan.

Sebelum ini, FalconFeeds mengumumkan juga beberapa data pemerintah yang diduga dibobol hacker yaitu data peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Timeline dugaan kebocoran ini saling berdekatan. Data BPJS Ketenagakerjaan diklaim dibobol hacker pada Kamis, 27 Juni 2024. Lalu, selang sehari data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan diduga dibobol. Dan di Selasa, 2 Juli 2024, data Kementerian Komunikasi dan Informatika diduga kena hack.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMS8xLzE4MjM2NS81L3g5MTlzZjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - FalconFeeds kembali mengumumkan adanya dugaan kebobolan data. Kali ini yang jadi korban peretasan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).
Data penting seperti rekening bank diklaim berhasil diperoleh hacker.
Dari informasi yang disampaikan, hacker menjual data yang diduga diretas sebesar USD 121.000 atau sekitar Rp196,5 jutaan.

BACA JUGA:
 Pusat Data Nasional Diretas, Heru Budi: Mudah-mudahan Data Milik Pemprov DKI Aman

&quot;Dijual data Kementerian Komunikasi dan Informatika. (DATA) Dibocorkan oleh aptikominf di BreachForums. Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (http:kominfo.go.id) - Data pribadi, sistem keamanan lisensi perangkat lunak, dan dokumen kontrak dari Pusat Data Nasional (PDN) dari 2021 hingga 2024 dijual seharga USD 121.000,&quot; bunyi keterangan FalconFeeds, dikutip MNC Portal, Selasa (2/7/2024).
Informasi tersebut dibagikan FalconFeeds di X @FalconFeedsio pada pukul 12.40 WIB, Selasa, 2 Juli 2024. Unggahan itu langsung menjadi buah bibir di X dengan lebih dari 133,6 ribu netizen memberi atensi penuh.

BACA JUGA:
Profil dan Latar Belakang Pendidikan Meutya Hafid, Komisi I DPR yang Sebut Kebodohan Terkait Data PDN Tak di Back up

Dijelaskan juga bahwa data yang berhasil diperoleh hacker dari data Kemkominfo yang diduga diretas meliputi informasi lisensi perangkat lunak, Nomor Identitas Pribadi (NIK), rincian rekening bank, dan nomor perbankan.

Sebelum ini, FalconFeeds mengumumkan juga beberapa data pemerintah yang diduga dibobol hacker yaitu data peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Timeline dugaan kebocoran ini saling berdekatan. Data BPJS Ketenagakerjaan diklaim dibobol hacker pada Kamis, 27 Juni 2024. Lalu, selang sehari data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan diduga dibobol. Dan di Selasa, 2 Juli 2024, data Kementerian Komunikasi dan Informatika diduga kena hack.

</content:encoded></item></channel></rss>
