<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Demam Berdarah di Tangsel Melonjak Drastis</title><description>Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat tajam di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/02/338/3029068/kasus-demam-berdarah-di-tangsel-melonjak-drastis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/07/02/338/3029068/kasus-demam-berdarah-di-tangsel-melonjak-drastis"/><item><title>Kasus Demam Berdarah di Tangsel Melonjak Drastis</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/07/02/338/3029068/kasus-demam-berdarah-di-tangsel-melonjak-drastis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/07/02/338/3029068/kasus-demam-berdarah-di-tangsel-melonjak-drastis</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2024 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/02/338/3029068/kasus-demam-berdarah-di-tangsel-melonjak-drastis-mVKkmBcR77.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi demam berdarah dengue (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/02/338/3029068/kasus-demam-berdarah-di-tangsel-melonjak-drastis-mVKkmBcR77.jpg</image><title>Ilustrasi demam berdarah dengue (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>TANGSEL - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat tajam di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Data terbaru menyebutkan jika lonjakannya melebihi 130 persen dari periode tahun lalu.

Tahun 2023 lalu, kasus DBD mencapai 420 kasus. Sementara, pada tahun ini terhitung sampai bulan Juni 2024 jumlah kasusnya telah mencapai lebih dari 600 kasus.

&quot;Sampai bulan Juni itu sudah 600 lebih. Naik DBD kita, makanya ini jadi keprihatinan kita,&quot; terang Wali Kota Benyamin Davnie saat ditemui di Pamulang, Selasa (2/7/2024).

BACA JUGA:
Diduga Kulkas Meledak, 4 Rumah di Tapanuli Tengah Ludes Terbakar


Dijelaskan dia, pihaknya kini juga masih menunggu hasil sosialisasi pengembangan nyamuk wolbachia di wilayah Tangsel. Nyamuk yang mengandung bakteri alami itu disebut mampu menekan penyebaran DBD.

&quot;Saya belum mendapafkan fix (hasil perkembangan) lagi. Kemarin di Latinos (perumahan) sudah diadakan sosialisasi pengembangan nyamuk wolbachia, nah ini lagi saya tunggu lagi seperti apa,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Pemerintah Azerbaijan Apresiasi Mal Pelayanan Publik di Jakarta&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sambil menunggu hasil itu, lanjut Benyamin, kunci mengantisipasi penyebaran DBD adalah pada peran Juru pemantau jentik (Jumantik) di tiap rumah. Meskipun upaya lain tetap dapat dilakukan seperti fogging, penaburan bubuk abate dan semacamnya.

&quot;Fogging boleh, abate boleh, tapi yang paling penting adalah pemantau jentik nyamuk itu,&quot; ujarnya.

Telur nyamuk wolbachia dianggap menjadi solusi dalam mencegah penyebaran penyakit DBD. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mulai merencanakan pembangunan pabrik telur nyamuk guna menekan kasus penyebaran Aedes Aegypti.



Nyamuk yang telah terinfeksi Wolbachia berperan mencegah replikasi patogen Aedes Aegypti. Menurut sebuah penelitian, penyebaran bakteri dalam tubuh nyamuk berdampak signifikan terhadap penurunan populasi nyamuk.</description><content:encoded>TANGSEL - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat tajam di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Data terbaru menyebutkan jika lonjakannya melebihi 130 persen dari periode tahun lalu.

Tahun 2023 lalu, kasus DBD mencapai 420 kasus. Sementara, pada tahun ini terhitung sampai bulan Juni 2024 jumlah kasusnya telah mencapai lebih dari 600 kasus.

&quot;Sampai bulan Juni itu sudah 600 lebih. Naik DBD kita, makanya ini jadi keprihatinan kita,&quot; terang Wali Kota Benyamin Davnie saat ditemui di Pamulang, Selasa (2/7/2024).

BACA JUGA:
Diduga Kulkas Meledak, 4 Rumah di Tapanuli Tengah Ludes Terbakar


Dijelaskan dia, pihaknya kini juga masih menunggu hasil sosialisasi pengembangan nyamuk wolbachia di wilayah Tangsel. Nyamuk yang mengandung bakteri alami itu disebut mampu menekan penyebaran DBD.

&quot;Saya belum mendapafkan fix (hasil perkembangan) lagi. Kemarin di Latinos (perumahan) sudah diadakan sosialisasi pengembangan nyamuk wolbachia, nah ini lagi saya tunggu lagi seperti apa,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Pemerintah Azerbaijan Apresiasi Mal Pelayanan Publik di Jakarta&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sambil menunggu hasil itu, lanjut Benyamin, kunci mengantisipasi penyebaran DBD adalah pada peran Juru pemantau jentik (Jumantik) di tiap rumah. Meskipun upaya lain tetap dapat dilakukan seperti fogging, penaburan bubuk abate dan semacamnya.

&quot;Fogging boleh, abate boleh, tapi yang paling penting adalah pemantau jentik nyamuk itu,&quot; ujarnya.

Telur nyamuk wolbachia dianggap menjadi solusi dalam mencegah penyebaran penyakit DBD. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mulai merencanakan pembangunan pabrik telur nyamuk guna menekan kasus penyebaran Aedes Aegypti.



Nyamuk yang telah terinfeksi Wolbachia berperan mencegah replikasi patogen Aedes Aegypti. Menurut sebuah penelitian, penyebaran bakteri dalam tubuh nyamuk berdampak signifikan terhadap penurunan populasi nyamuk.</content:encoded></item></channel></rss>
